Aspek Manajemen dalam Studi Kelayakan Bisnis

By Content Writer | Juli 18, 2020
aspek manajemen dalam studi kelayakan bisnis

Membahas mengenai aspek manajemen dalam studi kelayakan bisnis, maka kamu perlu tahu terlebih dahulu mengenai manajemen itu sendiri. Jadi kata manajemen itu sebenarnya berarti seni melaksanakan dan mengatur.

Ricky W. Griffin menyebutkan arti dari manajemen adalah sebuah proses perencanaan, pengkoordinasian, pengontrolan Sumber Daya dalam mencapai Goals dengan efisien dan efektif.

Di sini efektif berarti tujuan bisa dicapai dengan tepat sesuai perencanaan yang ada. Kalau efisien artinya tugas yang dilaksanakan dengan tepat, terorganisir, sesuai jadwal, di dalam macam-macam bidang, misalkan pendidikan, industri, bisnis, kesehatan, finansial, dan lain-lain.

Jadi efektif menyangkut dengan tujuan, sementara kalau efisien itu menyangkut dengan cara serta lama dari sebuah proses dalam pencapaian tujuan tersebut.

Mengenal aspek manajemen

Lalu berikutnya terkait dengan aspek manajemen. Ini adalah bagian yang tidak dapat kamu pisahkan dari beberapa aspek kajian yang lain.

Di mana keberhasilan dari sebuah proyek atau kegiatan bisnis yang sudah dinyatakan feasible supaya dapat dikembangkan, itu benar-benar dipengaruhi peranan manajemen untuk mencapai sebuah tujuan.

Adapun tujuan dari aspek manajemen yakni mengetahui jika kegiatan beserta implementasi bisnis bisa direncanakan dan dilaksanakan dengan begitu rencana bisnis pun bisa dikatakan sebagai layak, atau tak layak (Sebaliknya).

Di dalam studi kelayakan bisnis, cakupan dari aspek manajemen cukup luas. Bahkan menyangkut hingga pembangunan serta pengembangan operasional badan usaha.

Dari manajemen SDM hingga manajemen finansial badan usaha. Semuanya tercakup dalam aspek yang satu ini. Hal-hal yang berkaitan pada bagaimana supaya operasional perusahaan bisa dijalankan.

Penjabaran fungsi-fungsi manajemen, antara lain:

1. Perencanaan

Di dalam keseluruhan aktivitas dengan sifat manajerial, dalam usaha mendukung berbagai aktivitas pencapaian tujuan.

Maka fungsi perencanaan adalah hal yang harus dilakukan pertama kali dibandingkan fungsi-fungsi lain seperti pengorganisasian, pengarahan, dan fungsi pengawasan.

Dasarnya, perencanaan ini ditetapkan sekarang. Kemudian akan dilaksanakan dan digunakan pada waktu masa depan.

Dengan begitu perencanaan adalah fungsi dasar untuk menjalankan berbagai fungsi manajemen yang lainnya.

Kalau hendak masuk tahapan proses perencanaan. Disarankan mengerti bagaimana bentuk dari perencanaan itu sendiri. Di mana perencanaan memiliki beberapa bentuk, seperti di bawah ini:

  • Tujuan
  • Kebijakan
  • Strategi
  • Prosedur
  • Aturan
  • Program

2. Pengorganisasian

Tiap organisasi itu mempunyai 3 komponen pokok. Komponen pokok tersebut yakni personalia, fungsi, dan faktor-faktor fisik.

Pengorganisasian adalah proses dalam menciptakan hubungan antara macam-macam personalia, fungsi, serta faktor-faktor fisik tersebut. Dengan begitu keseluruhan pekerjaan yang dilakukan pun akan bisa memberikan manfaat, dan terarah ke tujuan.

Bentuk hubungan dalam organisasi antara lain hubungan informal. Hubungan informal ini lebih menyangkut hubungan manusiawi. Contoh dari hubungan informal adalah hubungan di luar pekerjaan, hubungan lainnya yang sifatnya tak resmi.

Selain itu ada hubungan formal. Di mana hubungan formal ini adalah bentuk hubungan dan dilakukan dengan sengaja. Contohnya bagan organisasi, pedoman organisasi, dan deskripsi jabatan. Hubungan dasar dalam hubungan formal yakni tanggung jawab, pertanggungjawaban, dan wewenang.

3. Identitas proyek

Antara lain nama, badan usaha, bentuk, pelaksana, dan lain-lain. Merk atau identitas ini merupakan suatu identitas dalam mengkomunikasikan janji dari manfaat yang didapatkan manajemen perusahaan.

Penciptaan identitas merek itu dari elemen ini, contohnya logo, nama, warna, simbol, desain kemasan, desain, dan jenis huruf. Serta penampakan dari produk itu sendiri.

Contohnya ornament bintang 3 Mercedes-Benz. Ini adalah identitas dari merek Mercedes. Contoh lainnya yakni bintang 5 di sepasang sepatu olahraga. Di mana ini adalah identitas dari merek Converse.

Yang termasuk merek juga adalah nama perusahaan. Di mana merek perusahaan ini sering dianggap menjadi merek yang dapat menjadi bendera badan usaha tersebut. Contohnya adalah IBM, Sony, Intel, dan lain-lain.

Selanjutnya mengenai identitas produk. Identitas produk merupakan identitas yang dibuat untuk individu produk ataupun salah satu lini produk dari perusahaan. Contohnya adalah Tide, Jello, dan untuk produk rokok misalnya Djarum.

Rata-rata masyarakat yang sudah mengenal identitas produk tersebut akan hafal di luar kepala. Adalah sebuah hal yang pasti kalau penentu utama dari keberhasilan pengiklanan adalah identitas produk tersebut.

Saat perusahaan membeli perusahaan lainnya, maka akuisisi bukan di aset nyata, atau neraca perusahaan, tetapi nama merek dari perusahaan yang mereka akuisisi tersebut.

Sekarang ini banyak yang mengabaikan nama merek. Sehingga ada yang namanya commodity slide atau peluncuran komoditas. Penyebab terjadinya hal ini adalah karakteristik fisik dari produk yang semakin sulit untuk dibedakan, dan semakin susah untuk ditiru.

Saat sebuah produk itu masuk kategori commodity slide, maka keputusan pembelian biasanya dibuat atas dasar ketersediaan atau harga.

4. Sumber Daya Manusia

SDM ini adalah unsur penunjang organisasi yang penting. Diartikan sebagai orang-orang yang bekerja dalam lingkungan sebuah organisasi.

Sebutannya antara lain tenaga kerja, personil, karyawan. Arti lainnya adalah potensi manusiawi untuk penggerak organisasi di dalam mewujudkan eksistensinya.

Untuk organisasi tradisional, fokus pada SDM masih belum dilaksanakan sepenuhnya. Karena fokus organisasi masih di fungsi pemasaran, keuangan, dan produksi, orientasinya cenderung jangka pendek.

Peran SDM bagi kemajuan organisasi tidak dapat dipandang sebelah mata. Tetapi untuk organisasi yang memiliki model lebih moderat, itu menekankan fungsi SDM berorientasi jangka panjang.

Pengelolaan SDM pada era modern seperti sekarang ini bukanlah sebuah hal mudah. Karenanya macam-macam infrastruktur dan suprastruktur harus disiapkan dalam upaya mendukung proses penciptaan SDM berkualitas.

Apabila perusahaan mau tetap berjalan dan menghasilkan keuntungan, dan juga memperoleh citra positif pada mata masyarakat.

Aspek pengembangan Sumber Daya Manusia ini harus mendapatkan perhatian. Di mana nanti perusahaan juga akan merasakan dampak positifnya.

Karenanya peran manajemen SDM di organisasi itu cukup signifikan, bahkan juga untuk sentra pengelola dan penyedia SDM untuk departemen yang lain.

Yang dilakukan dalam manajemen SDM antara lain kegiatan perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, dan kontrol pada pengadaan tenaga kerja.

Juga pengembangan, integrasi pemeliharaan, kompensasi, serta pemutusan hubungan kerja dengan SDM dalam mencapai target organisasi, perorangan, serta masyarakat luas.

Kalau dengan kata lain maka manajemen Sumber Daya Manusia ini tujuan akhirnya adalah untuk menggapai tujuan atau objective individual dan organisasional secara keseluruhan. Sehingga merupakan aspek manajemen yang penting dan tidak boleh diremehkan.

Kesimpulan

Dapat disimpulkan kalau aspek manajemen ini adalah bagian yang tak dapat dipisahkan dari macam-macam aspek kajian di laporan studi kelayakan bisnis (SKB).

Sukses tidaknya sebuah kegiatan atau proyek itu yang sudah dinyatakan feasible agar dapat dikembangkan, benar-benar dipengaruhi peranan manajemen untuk pencapaian tujuan kegiatan bisnis.

Aspek-aspek management di dalam SKB ini memiliki sangkut paut dengan fungsi-fungsi management secara umum atau makro. Itu yang perlu diketahui. Sekian artikel mengenai aspek manajemen dalam studi kelayakan bisnis, semoga bermanfaat.

Author: Content Writer

Penulis lepas di toiletbisnis.com. Berikan komentar terbaik anda, untuk menyempurnakan blog ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *