Aspek Teknis dalam Studi Kelayakan Bisnis

By Content Writer | Januari 9, 2021
aspek teknis dalam studi kelayakan bisnis

Aspek teknis dalam studi kelayakan bisnis dapat dipelajari dengan tujuan untuk memastikan rencana bisnis layak atau tidak untuk dilaksanakan,

baik saat proses bisnis tersebut dibangun atau ketika bisnis itu sudah dijalankan.

Baca juga: 7 Aspek Studi Kelayakan Bisnis

Tujuan Aspek Teknis

Sebelum melakukan hal-hal yang berkaitan dengan aspek teknis, ada beberapa tujuan yang harus diketahui oleh seorang pengusaha mengenai adanya aspek teknis dalam sebuah bisnis :

  1. Menemukan lokasi yang tepat dan strategis untuk tempat-tempat yang menjadi bagian dalam berjalannya sebuah bisnis, seperti pabrik, kantor cabang, kantor pusat, dan gudang.
  2. Mendapatkan tenaga kerja yang berkualitas untuk kebutuhan di masa sekarang dan masa yang akan datang.
  3. Menemukan teknologi yang sesuai dengan bidang produk atau jasa dari perusahaan.
  4. Memiliki layout yang sesuai dengan proses produksi agar bisa memberikan efisiensi.
  5. Memiliki metode persediaan terbaik yang bisa dijalankan sesuai dengan bidang usaha dari perusahaan tersebut.

Aspek Teknis dalam Studi Kelayakan Bisnis

Hal pertama yang disarankan untuk melakukan sebuah bisnis adalah mempelajari studi lokasi, sebelum memperhatikan aspek teknis dalam memproduksi barang dan jasa yang sesuai dengan kebutuhan konsumen.

Studi lokasi tersebut meliputi adanya lokasi yang memadai, dana yang mencukupi, hingga sumber daya manusia yang mumpuni.

Pemilihan Lokasi

Dalam sebuah bisnis, pengusaha harus mempertimbangkan lokasi dibangunnya pabrik atau kantor yang sesuai dengan kebutuhan akan bisnis tersebut.

Beberapa perusahaan yang bergerak di bidang jasa, haruslah mempertimbangkan pemilihan lokasi, seperti di bawah ini :

  • Memilih lokasi yang strategis sesuai dengan target konsumen
  • Menjangkau tenaga kerja yang mumpuni, memiliki keahlian sesuai dengan bidang jasa perusahaan.
  • Adanya fasilitas transportasi yang memadai dan mudah dijangkau.
  • Adanya sumber daya yang menunjang proses pelayanan jasa terhadap konsumen, seperti listrik dan air, sehingga akan membuat konsumen lebih nyaman.
  • Tersedia lahan parkir yang luas.

Sedangkan untuk perusahaan yang bergerak dalam penjualan barang atau produk, memerlukan lokasi, seperti di bawah ini :

  • Lokasi strategis, dikelilingi oleh bahan baku yang dibutuhkan untuk proses produksi.
  • Adanya fasilitas transportasi yang mudah dijangkau untuk memudahkan pengiriman bahan baku ke pabrik dan pendistribusian ke lokasi distributor atau konsumen.
  • Tersedia tenaga kerja yang mumpuni.

Selain memperhatikan lokasi perusahaan atau pabrik, pengusaha yang memproduksi barang dalam volume yang cukup besar,

memerlukan sebuah ruang besar untuk menyimpan hasil produksinya sembari menunggu jadwal pendistribusian. Tempat itu biasa disebut dengan gudang.

Bagi perusahaan besar yang menjangkau pasar yang lebih luas, tentunya selalu memiliki gudang untuk menyimpan hasil produksi sebelum dilakukan pengiriman ke berbagai tempat.

Karena berkaitan dengan menjaga hasil produksi agar tetap utuh dan tidak mengurangi mutunya, maka perusahaan harus menentukan susunan tata letak gudang, seperti di bawah ini :

  • Memiliki kapasitas yang sesuai dengan volume produksi barang.
  • Memiliki akses yang memudahkan kegiatan bongkar muat barang, saat barang selesai diproduksi dan saat barang siap didistribusikan.
  • Jumlah barang yang seringkali berkurang dan bertambah membuat gudang harus memiliki fleksibilitas agar memudahkan tim untuk melakukan penataan.
  • Lingkungan yang mendukung untuk menjaga keselamatan dan menjamin kualitas barang tetap terjaga.
  • Menjamin keselamatan kerja bagi tenaga kerja yang bertugas di dalam gudang. Seperti menghindari adanya kecelakaan atau kebakaran di dalam gudang, maka disediakan alat-alat yang menunjang keselamatan kerja.  

Metode Penilaian untuk Menentukan Lokasi

Terdapat beberapa pertimbangan untuk menentukan lokasi dengan menghitung penilaian lokasi, sesuai dengan cara di bawah ini :

  • Penilaian berdasarkan value : mempertimbangkan target pasar, transportasi yang mudah dijangkau, tenaga kerja yang berkualitas, serta bahan baku.
  • Penilaian berdasarkan perbandingan biaya : biaya operasional, listrik dan air, bahan baku, standarisasi gaji tenaga kerja, biaya umum, serta biaya-biaya lainnya yang kemungkinan besar dibutuhkan dari proses produksi hingga pendistribusian.
  • Penilaian berdasarkan analisis ekonomi : pajak yang harus dibayarkan, sikap masyarakat terhadap adanya pabrik atau perkantoran di sekitar pemukiman mereka, biaya sewa alat atau gedung, biaya listrik, air, dan lain sebagainya.

Terdapat studi selanjutnya yang harus dilakukan setelah menentukan lokasi yang sesuai dengan bidang produk atau jasa dalam sebuah perusahaan.

Studi yang harus diperhatikan tersebut adalah mengenai fasilitas produksi.

Studi mengenai fasilitas produksi perlu dipelajari sebelum perusahaan melakukan proses produksi dan pendistribusian.

Studi ini lebih memperhatikan mengenai bangunan usaha, keamanan, fleksibilitas, penyediaan ruangan yang memadai, pemeliharaan, dan sebagainya.

Perusahaan harus menentukan bangunan usaha. Setelah memiliki bangunan yang sesuai, Setiap perusahaan melakukan pertimbangan dalam beberapa aspek teknis saat memproduksi barang dan jasa, di bawah ini :

Strategi Bisnis

Perusahaan yang bergerak dalam bidang jasa atau barang akan memproduksi sesuatu yang sesuai dengan kebutuhan konsumen.

Konsumen yang dimaksud disesuaikan dengan target pasar oleh barang atau jasa yang ditawarkan. Hal itu disebut sebagai pemilihan strategi.

Tim perusahaan akan melakukan penelitian terhadap pasar, bukan hanya mengenai kebutuhan konsumen, tetapi juga persaingan antar barang dan jasa yang hendak dijual.

Hasil dari penelitian pasar akan menjadi masukkan untuk memproduksi barang dan jasa yang sesuai, dengan tujuan hasil produksi akan lebih diterima oleh pasar.

Setelah dilakukannya penelitian dengan mendapatkan hasil yang sesuai, maka perusahaan tinggal mengkaji aspek-aspek lain, seperti proses produksi, cara pemasaran, dan keuangan.

Rencana Produksi

Langkah berikutnya yang bisa dilakukan oleh perusahaan adalah membuat rencana produksi yang efektif dan efisien.

Tim produksi akan melakukan beberapa tahapan yang dimulai dari menentukan ide, membuat desain produk yang menarik, melakukan pengujian, dan implementasi.

Proses Produksi

Selesai melalui tahapan-tahapan rencana produksi, barang dan jasa akan mulai diproses, dimulai dari pembuatan hingga pengemasan.

Proses ini biasa digunakan oleh perusahaan yang memproduksi barang. Barang yang sudah jadi akan dikemas dan siap dikirim ke distributor atau reseller.

Volume Produksi

Berkaitan dengan kebutuhan konsumen yang diproduksi, perusahaan harus bisa menghitung jumlah produksi barang yang sesuai dengan kapasitas teknis, biaya yang paling efisien, dan peralatan yang dimilikinya.

Beberapa faktor yang menjadi penentuan dari volume produksi, seperti adanya permintaan yang akan datang.

Dengan memperhitungkan kecenderungan permintaan dari distributor, reseller, atau konsumen, perusahaan dapat menentukan volume produksi yang tepat.

Tidak hanya memperhitungkan permintaan, perusahaan juga harus melihat bahan baku yang tersedia, apakah persediaannya dirasa cukup untuk memproduksi barang sesuai dengan permintaan.

Apabila dirasa kurang, maka perusahaan harus memikirkan kemungkinan menjangkau bahan baku dalam waktu yang lebih efisien,

Selain ketersediaan bahan baku, adanya tenaga kerja dan alat yang membantu proses produksi juga menjadi pertimbangan.

Dimana jumlah tenaga kerja yang siap melakukan produksi disesuaikan dengan jumlah permintaan.

Karena berkaitan dengan kemampuan dan jam kerja, serta kapasitas alat teknologi untuk menunjang proses produksi.

Aspek Penunjang Studi Kelayakan Bisnis

Terdapat aspek lain yang bisa menjadi pertimbangan untuk sebuah bisnis dalam studi kelayakan bisnis. Aspek tersebut adalah teknologi.

Mengapa aspek teknologi menjadi begitu penting?

Karena saat ini industri telah memasuki era 4.0 dimana semua pekerjaan manusia serba mudah dengan bantuan teknologi.

Adanya teknologi tersebut meliputi segala aspek dalam kehidupan manusia, diantaranya saat berbisnis.

Untuk melakukan produksi, perusahaan memerlukan teknologi agar proses produksi lebih efektif dan efisien.

Teknologi juga membantu perusahaan untuk meminimalisir dana yang dikeluarkan saat proses produksi.

Maka dari itu, adanya teknologi dalam perusahaan sangat membantu pengusaha untuk mengembangkan bisnisnya agar lebih maju lagi.

Namun, tidak semua teknologi sesuai untuk digunakan dalam berbagai produk apapun. Perlu dilakukan riset teknologi untuk mencari mana yang sesuai dengan produk barang atau jasa dari sebuah perusahaan itu sendiri.

Memilih teknologi adalah dengan mempertimbangkan derajat mekanisme yang diinginkan dan memperhitungkan manfaat ekonomi yang bisa didapatkan nanti.

Meskipun teknologi membantu proses produksi menjadi lebih efektif dan efisien, pengusaha juga perlu memperhitungkan dampak-dampak yang timbul dari penggunaan sebuah teknologi.

Sebuah perusahaan harus memilih mesin dan peralatan yang bisa menunjang kegiatan produksi dari suatu bisnis.

Beberapa peralatan yang diperlukan bisa seperti camera yang berfungsi untuk membuat sebuah produk menjadi lebih menarik perhatian pasar saat di upload melalui media sosial. Hal tersebut berkaitan dengan proses pemasaran.

Selain itu, komputer juga menjadi peralatan yang penting dalam sebuah bisnis yang berguna untuk menginput data mengenai barang dan jasa yang dijual oleh sebuah perusahaan, pemasukan, pengeluaran, atau bahkan data konsumen jika diperlukan.

Setelah menemukan peralatan apa saja yang dibutuhkan, pengusaha bisa melihat kualitas dari teknologi yang dipilihnya.

Hal tersebut berkaitan dengan hasil dari sebuah produk apakah nantinya akan memenuhi harapan pengusaha dan konsumen atau tidak.

Kualitas dari teknologi itu dapat dilihat dari mesin produksi yang digunakan dalam proses produksi barang.

Kualitas dapat dipelajari dengan trilogy manajerial, seperti perencanaan, perbaikan, dan pengendalian mutu.

Dengan menggunakan teknologi yang berkualitas akan membuat mutu dari suatu produk akan menjadi lebih baik.

Memaksimalkan teknologi dipercaya akan mengurangi anggaran yang dibutuhkan selama proses produksi.

Alat berteknologi merupakan aset dari sebuah perusahaan yang bisa digunakan dalam jangka waktu yang lebih lama.

Mengapa penggunaan teknologi dapat mengurangi anggaran selama proses produksi?

Karena alat berteknologi dapat memproduksi barang lebih efisien, sehingga dapat meningkatkan volume produksi dari barang.

Apabila hal tersebut dibandingkan dengan penggunaan tenaga manusia selama proses produksi berlangsung, maka anggaran yang dibutuhkan akan lebih besar, karena harus memberikan gaji, tunjangan, dan jaminan kesehatan terhadap karyawan.

Sedangkan pada penggunaan teknologi, perusahaan hanya perlu menyediakan biaya perawatan alat yang relatif lebih rendah dibandingkan dengan gaji beberapa tenaga kerja.

Selain itu, barang atau produk juga tidak perlu diproduksi dengan cara manual yang membutuhkan waktu lebih lama.

Untuk membangun sebuah bisnis, dibutuhkan kejelian dan ilmu yang memadai agar dapat mempertimbangkan segala aspek, sehingga sebuah bisnis dapat dikatakan layak atau tidak layak direncanakan dan dijalankan.

Terutama bagi perusahaan yang memiliki jangkauan lebih luas, membutuhkan tenaga kerja lebih banyak, teknologi yang lebih mumpuni, serta lokasi yang bisa dijangkau oleh pihak-pihak bersangkutan.

Hal yang harus diperhatikan dan dipelajari adalah aspek teknis dalam studi kelayakan bisnis.

Author: Content Writer

Penulis lepas di toiletbisnis.com. Berikan komentar terbaik anda, untuk menyempurnakan blog ini.

One thought on “Aspek Teknis dalam Studi Kelayakan Bisnis

  1. Pingback: 7 Aspek Studi Kelayakan Bisnis untuk Perusahaan - Toilet Bisnis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *