Cara Menentukan Stop Loss Dan Take Off Profit Saham

By Content Writer | Juni 20, 2021
cara menentukan stop loss dan take profit saham

Dalam berinvestasi, seorang investor perlu mengetahui bagaimana cara menentukan stop loss dan take off profit saham.

Di mana take off dan stop loss sendiri termasuk salah satu cara untuk mendapatkan keuntungan sesuai target.

Selain itu, bisa dimanfaatkan pula untuk meminimalisir risiko kerugian yang mungkin terjadi dalam berinvestasi.

Baca juga: Cara Membeli Saham Bagi Pemula

Lalu, bagaimanakah caranya untuk menentukan stop loss dan juga take off profit saham itu? Simak berikut! Seperti apa pula perbedaannya? Simak berikut.

Cara Menentukan Stop Loss Dan Take Off Profit Saham Beserta Contohnya

Sebelum menjawab bagaimana cara mengetahui hitungan take off maupun stop loss itu, ada baiknya kita ketahui terlebih dulu pengertian dari istilah tersebut.

Pengertian Stop Loss

Pengertian Stop Loss

Stop loss saham merupakan sebuah langkah untuk menjual saham dengan harga tertentu untuk meminimalisir resiko kerugian yang dialami.

 Tindakan ini dilakukan di awal transaksi guna mengantisipasi ketika harga saham tidak bergerak naik, tapi malah menurun. Umumnya, penurunan harga itu berjalan lebih cepat dibanding kenaikannya.

Oleh sebab itulah, stop loss termasuk hal yang sangat penting untuk dipahami dalam berinvestasi.

Di samping itu, jangan sampai keuntungan yang telah terkumpul dan portofolio juga sudah, tapi tergerus karena satu nilai transaksi yang salah. Hingga membuat pergerakan saham itu jadi turun.

Sangat penting bagi investor untuk menentukan stop loss sebelum berakibat kerugian besar.

Stop loss level pun menjadi bagian dari trading plan yang harus diperhitungkan secara otomatis, bukan dari feeling semata.

Bagaimana pun juga, stop loss ini akan membantu trader dalam menghindari kerugian.

Lantas, bagaimana cara menentukan stop loss yang aman dan mudah itu? Apakah ada rumusnya?

Cara Menentukan Stop Loss Yang Aman Juga Mudah

Sebetulnya tidak ada rumus yang pasti untuk memilih stop loss yang mudah juga aman. Tapi, kamu masih bisa mencari cara lain sebagai alternatif dalam menentukan rumus stop loss.

Seperti berikut, ada beberapa upaya yang bisa dilakukan untuk menentukan perhitungan stop loss yang mudah dan aman:

1. Perbesar Time Frame

Ada baiknya untuk memperbesar time frame pada grafik trading. Kemudian, lihat lagi arah pergerakan tren harga.

Di sini, para trader bisa menggunakan far point guna mengikuti arah trend dengan lebih aman. Tapi, kalau kamu melawan arah trend tersebut, maka akan lebih aman kalau memakai close point.

2. Jalankan Break Pertama

Guna menghindari adanya false break resistence secara berulang-ulang, kamu bisa menggunakan close point jika hal tersebut terjadi sekali.

 Tapi jika kamu bisa memilih far point ketika terjadi false break yang kedua kalinya.

3. Kerahkan Take Profit Point

Umumnya, dalam menentukan stop loss dipengaruhi oleh sistem trading yang dipakai oleh trader itu sendiri.

Ketika kamu percaya diri untuk menempatkan posisi level take profit, maka kamu bisa menghitung level stop lost dengan risk-reward ratio yang menggunakan perbandingan 1:2.

Tapi, sebaiknya kamu memilih posisinya saat harga mendekati area false break resistance guna menghindari kerugian terlalu besar.

Contoh Penghitungan Stop Loss

Sebagai contoh penghitungan stop loss, misalkan saja kamu membeli saham acd seharga 500 rupiah.

Lalu kamu menetapkan stop loss sebesar 10 persen atau 50 rupiah di bawah angka harga pembelian saham itu, yakni 450 rupiah. Artinya, saat harga saham itu turun, kamu hanya akan rugi maksimal 10 persennya saja.

Tata Cara Melakukan Stop Loss

Stop loss sendiri bisa dijalankan dengan dua cara, otomatis dan manual. Berikut untuk lebih jelasnya:

  • Manual, di mana trader melakukan penutupan trading secara manual atau tanpa bantuan aplikasi pintar.
  • Otomatis, yang membuat trader cukup menetapkan kriteria posisi stop loss, kemudian dapat ditinggal. Karena dari ini trader menggunakan software online trading yang bisa bekerja secara otomatis. Software tersebut akan menjalankan stop loss jika level harga tertentu telah tercapai.

Biasanya, investor bisa mengambil tindakan lain yakni trailing stop loss. Di mana trailing stop saham adalah sebuah sistem yang membuat pihak sekuritas ataupun broker akan menjual saham yang dipegang oleh investor secara otomatis.

Ini terjadi jika investor sebelumnya telah memasukkan perintah untuk menjual saham tersebut jika ternyata harganya turun dalam jumlah sekian.

Tindakan ini dilakukan semata-mata agar kerugian dari pihak investor tidak begitu memberatkan.

Karena pergerakan saham yang begitu fluktuatif, bukan tak mungkin harga saham bisa berubah jadi naik atau malah menurun.

Nah, kalau harga saham itu lagi bagus, investor pun dapat menjualkannya untuk mendapatkan keuntungan. Istilah ini disebut juga dengan take off profit saham.

Pengertian Take Profit

Pengertian Take Profit

Selain stop loss, ada juga take off dalam bertrading. Adapun pengertian dari take profit adalah istilah di mana para trader mulai mengambil keuntungan.

 Terlebih memang tujuan utama dari investasi adalah untuk mendapatkan untung atau take profit, bukan?

Cara Menentukan Take Profit Saham Dengan Mudah

Memang tak ada rumus yang pasti untuk menentukan take profit saham, karena sifatnya itu subjektif.

Tapi, kamu masih bisa menentukan keuntungan dengan cara mudah, seperti berikut:

Targetkan proyeksi keuntungan dibandingkan dengan risiko

Kamu perlu memiliki rasio yang turut diproyeksikan antara keuntungan dan kerugian yang harus siap ditanggung

Buat proyeksi keuntungan dibandingkan modal

Teknik memproyeksikan profit dibanding modal ini biasanya dipakai oleh investor ketika bermain saham gorengan. Tentunya kurang cocok untuk digunakan dalam saham blue chip.

Miliki target proyeksi keuntungan dengan berbasis analisis teknikal

Disebut sebagai teknik yang paling rumit dan sulit dipelajari, tapi tingkat akurasi dari strategi ini sangat bagus.

Contoh Penghitungan Take Off Profit Yang Mudah

Untuk lebih jelasnya, ada ilustrasi mudah yang bisa kamu pahami.

Misalnya kamu telah membeli saham acd seharga 1000 per lembarnya. Kemudian ingin merealisasikan keuntungan dengan menjual saham di harga 1500 per lembar.

Maka, pada saat harga sudah mencapai angka 1500, kamu menjual saham itu. Artinya, kamu bisa mendapati profit sebesar 500 rupiah per lembar sahamnya.

Demikianlah perbedaan dari stop loss dan take off profit yang begitu erat kaitannya dalam berinvestasi.

Tentunya, untuk kamu yang ingin bermain saham, perihal kedua istilah tersebut wajib untuk dipahami, bukan? Tak lain untuk meminimalisir risiko kerugian dan menepati keuntungan yang sesuai ekspektasi.

Dari dua istilah tersebut pun bersifat subjektif dan tidak ada rumus pastinya.

Semuanya tergantung dengan ketetapan oleh sang investor itu sendiri dalam menentukan stop loss dan juga take off profit dengan aman dan mudah.

Apalagi, setiap saham memiliki pola pergerakan yang berbeda-beda, bukan?

Kendati demikian, seorang investor bisa memperhatikan garis support dan juga resistance yang paling sering dilalui.

Selain itu, mesti harus lebih banyak belajar lagi mengenai pola pergerakan di pasar saham.

Author: Content Writer

Penulis lepas di toiletbisnis.com. Berikan komentar terbaik anda, untuk menyempurnakan blog ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *