Cara Mengatur Uang Gaji Suami Berdasarkan Pengalaman

By Content Writer | September 23, 2021
Cara Mengatur Uang Gaji Suami

Ketika anda sudah menikah dan hidup berumah tangga, penghasilan dan kebutuhan rumah tangga menjadi hal yang harus diatur dengan baik.

Karena umumnya sumber penghasilan utama adalah gaji dari suami maka seorang istri harus cerdik dalam mengatur gaji suami untuk segala kebutuhan rumah tangga.

Idealnya, istri memang harus bisa mengatur keuangan dalam rumah tangga. Karena biasanya, suami menyerahkan hampir seluruh gaji atau penghasilannya kepada istri untuk dikelola dan diatur dengan baik.

Baca juga: Cara Mengatur Keuangan Usaha

Biasanya suami hanya memegang uang dalam nominal sedikit untuk keperluan kecil dan mendesak.

Alasan mengapa urusan pemasukan dan pengeluaran rumah tangga diatur oleh istri karena istri yang paling mengerti kebutuhan dalam rumah tangga. Mulai dari kebutuhan dapur, sekolah anak, pembayaran bulanan, dan kebutuhan lainnya.

Jadi sudah sepatutnya jika suami memberikan kepercayaan kepada istri dalam mengatur keuangan rumah tangga.

Namun tetap, untuk semua kebutuhan tersebut istri juga harus mendiskusikannya dengan suami. Jangan sampai suami tidak mengetahui kebutuhan rumah tangga tersebut.

Cara Mengatur Uang Gaji Suami

Antara istri dan suami harus memiliki kesepakatan terkait jumlah pengeluaran setiap bulan, untuk apa saja pengeluarannya, dan berapa uang yang ditabung atau disisihkan.

Meskipun pada akhirnya istri yang mengatur namun keterbukaan finansial dalam rumah tangga adalah hal yang sangat penting dilakukan.

Dengan melihat pentingnya kemampuan istri dalam mengatur gaji suami untuk kelancaran pengaturan keuangan dalam rumah tangga, maka istri harus mengerti betul bagaimana cara mengatur dan mengelola pemasukan dan pengeluaran rumah tangga.

Jangan sampai kesalahan pembagian membuat kebutuhan pokok tidak terpenuhi karena tidak terhitung dengan cermat.

Hal ini menjadi permasalahan yang biasanya terjadi di dalam rumah tangga. Oleh karena itu berikut dijelaskan cara mengatur uang gaji suami :

Mencatat Pendapatan Dan Pengeluaran

Pencatatan pendapatan dan pengeluaran ini dilakukan setiap bulan. Terutama untuk pengeluarannya. Karena hal ini akan menunjukkan untuk apa saja pendapatan dalam satu bulan tersebut.

Pengeluaran untuk kebutuhan pokok misalnya untuk makan, tagihan listrik atau internet jika ada, kebersihan atau lingkungan, kebutuhan sekolah anak jika sudah memiliki, dan kebutuhan yang sifatnya kondisional.

Pencatatan boleh dilakukan pada buku khusus pencatatan yang ditulis dengan rapi dan jelas. Pencatatan biasanya dilakukan saat suami menerima gaji yaitu pada awal atau akhir bulan. Jangan lupa catat juga kebutuhan yang sifatnya pasti atau harian.

Jika anda tidak mau terlalu menumpuk pencatatan setiap akhir atau awal bulan, anda boleh mencatatnya setiap minggu. Hal ini bisa menjadi pilihan sesuai dengan kenyamanan anda. yang terpenting catatan jelas dan rapi.

Di era digital ini juga sudah banyak aplikasi yang menawarkan layanan untuk pencatatan pemasukan dan pengeluaran setiap bulan. Hal ini cukup memudahkan bagi anda yang ingin cara praktis dan tidak perlu mencatat di buku.

Bagilah Gaji dengan Adil

Jika istri juga memiliki penghasilan maka harus ada diskusi untuk pembagian gaji yang diperuntukkan untuk kebutuhan rumah tangga. Hal ini tidak boleh memihak salah satu dan harus ada kesepakatan bersama.

Kesepakatan yang dimaksud adalah nominal gaji yang disisihkan dari gaji suami dan gaji istri. Semuanya harus terbuka dan disesuaikan dengan kebutuhan atau pengeluaran rumah tangga. Jadi jangan sampai muncul masalah karena tidak adilnya pembagian gaji.

Jika istri tidak bekerja maka gaji suami sebagai sumber utama dalam keluarga juga harus dikelola secara adil. Artinya suami dan istri tidak boleh egois dengan kebutuhan masing – masing yang mengakibatkan kebutuhan pokok rumah tangga justru tidak tercukupi.

Catat Kebutuhan Prioritas

Kebutuhan prioritas adalah kebutuhan pokok yang harus terpenuhi dan diutamakan. Disarankan saat akan belanja untuk keperluan pokok anda mencatat terlebih dahulu barang apa saja yang akan dibeli dan berapa biaya yang dibutuhkan.

Hal tersebut untuk menghindarkan anda dari membeli barang – barang yang tidak dibutuhkan dan kebutuhan prioritas atau pokok justru tidak terpenuhi. Maka catat dengan benar apa saja kebutuhan prioritasnya.

Kebutuhan prioritas di dalam rumah tangga antara lain :

A. Makanan Pokok

Kebutuhan makanan pokok bisa berupa beras, lauk – pauk, sayur, bumbu dapur dan lain sebagainya. Kebutuhan ini biasanya dibeli sekaligus untuk cadangan satu bulan ke depan.

B. Bayar Sewa

Untuk anda yang belum memiliki rumah sendiri dan masih ngontrak atau ngekos, maka kebutuhan bayar sewa ini termasuk dalam kebutuhan prioritas karena harus dibayarkan setiap bulan.

C. Kebutuhan Transportasi

Misalkan anda atau suami menggunakan motor atau mobil, maka kebutuhan bensin dan cadangan biaya servis juga menjadi kebutuhan prioritas.

D. Tagihan Bulanan

Tagihan bulanan adalah yang harus dan wajib dibayarkan setiap bulan pada tanggal tertentu. Biasanya berupa cicilan kredit, internet, listrik, air, spp sekolah dan lain sebagainya.

E. Kebutuhan Kebersihan

Kebutuhan kebersihan yang dimaksud adalah untuk keperluan mandi dan yang berhubungan dengan kebersihan rumah, misalkan sabun, shampoo, detergen, dan lainnya. Selain itu ada kebutuhan kesehatan seperti obat – obatan yang harus disediakan juga.

F. Kebutuhan Bersifat Kondisional

Kebutuhan ini biasanya tidak rutin ada setiap bulan namun bisa saja datang mendadak dan termasuk ke dalam kebutuhan yang penting. Misalkan untuk kondangan, untuk orang tua, sumbangan dan lain sebagainya.

Membagi Gaji Dengan Persentase

Pembagian gaji dengan sistem prosentase sangat disarankan dan akan memudahkan anda dalam mengatur gaji dan kebutuhan dalam rumah tangga. Minimal nominal persentase gaji suami yang harus diberikan kepada istri adalah 80%.

Maksimalnya adalah 100%, namun alangkah baiknya suami tetap memegang uang untuk keperluan yang tidak terduga dan mendesak. Jadi tetap berikan suami uang untuk pegangan.

Jika istri juga memiliki penghasilan, maka persentase gaji istri yang dimasukkan untuk kebutuhan rumah tangga adalah 30%.

Sisanya dimasukkan untuk tabungan atau masuk pada dana darurat. Hal ini tentunya berdasarkan diskusi dan kesepakatan bersama.

Menabung Atau Investasi Sisa Gaji

Jika semua kebutuhan prioritas atau pokok sudah tercatat dan terpenuhi, maka sisa gaji yang ada masukkan pada tabungan atau investasi. Jangan gunakan sisa gaji untuk kebutuhan yang tidak penting.

Menabung dan investasi akan sangat berguna untuk menyiapkan masa depan, misalkan untuk rencana yang  besar seperti membeli rumah, mobil atau kebutuhan besar lainnya. Selain itu, tabungan bisa anda gunakan jika sewaktu – waktu terjadi hal mendesak.

Investasi sendiri sangat dianjurkan tidak hanya untuk menyimpan uang, namun juga untuk mendapatkan keuntungan. Namun hati – hatilah jika ingin berinvestasi, pastikan anda memahami risikonya dan jangan sampai salah memilih investasi.

Demikian penjelasan mengenai cara mengatur gaji suami sehingga anda bisa mengelola dan mengatur kebutuhan dalam rumah tangga dengan baik dan tidak menimbulkan permasalahan dalam keuangan rumah tangga.

Author: Content Writer

Penulis lepas di toiletbisnis.com. Berikan komentar terbaik anda, untuk menyempurnakan blog ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *