Cara Menghitung BEP Usaha Kecil dengan Mudah beserta Rumusnya

By toiletbisnis | Agustus 22, 2020
cara menghitung bep usaha kecil

Memang pada dasarnya bekerja sendiri tanpa mengekor ke sebuah perusahaan merupakan dambaan banyak orang.

Bekerja bersama orang lain atau perusahaan memang terkadang membuat Anda tertekan dan terikat dengan banyak aturan yang cukup memberatkan.

Tak hanya itu, bekerja sendiri seperti membuka usaha jauh lebih menjanjikan dan aman karena tidak khawatir dengan PHK mendadak oleh perusahaan.

Pada artikel ini, anda akan mempelajari bagaiamana cara menghitung BEP dan rumus break even point atau rumus bep nya.

Ketika membuka usaha, pastikan Anda sudah bisa menghitung BEP (Break Event Point). Lantas, bagaimana cara menghitung BEP Usaha Kecil?

Apa itu BEP (Break Event Point)?

BEP merupakan suatu titik atau keadaan yang mana penjualan dan pengeluaran sama atau cukup untuk menutupi pengeluaran perusahaannya.

Jadi, dengan begitu diharapkan ketika dihitung tidak ada kerugian yang muncul karena antara pendapatan dan pengeluaran seimbang.

Cara Menghitung BEP Usaha Kecil

Ketika zaman sekolah pada pelajaran Ekonomi diterangkan mengenai BEP dan cara menghitungnya.

Pada dasarnya, secara umum terdapat dua jenis perhitungan BEP yaitu cara menghitung b.e.p berapa produk yang harus dijual agar terjadi BEP dan cara menghitung berapa rupiah penjualan yang dibutuhkan agar terjadi BEP.

  1. Rumus BEP untuk Menghitung Produk yang Harus Dijual agar Terjadi BEP

Banyak jenis rumus yang bisa digunakan untuk menghitung BEP. Salah satunya adalah rumus BEP untuk menghitung produk yang harus dijual agar terjadi BEP.

Cara yang bisa digunakan untuk menghitung BEP adalah dengan membagi total biaya tetap produksi dengan harga jual per unitnya dikurangi dengan biaya variabel yang digunakan untuk menghasilkan produk-produk tersebut.

Berikut rumus jelasnya.

BEP (Satuan unit) = Biaya fix produksi / (Harga jual per unitnya – Beban atau biaya variabel per unitnya)

atau

BEP (Satuan unit) = Biaya Fix produksi / Margin Kontribusi per unitnya

  1. Rumus BEP untuk Menghitung Jumlah Rupiah Penjualan yang Perlu Diterima agar Terjadi BEP

Rumus menghitung BEP ini adalah dengan cara membagi jumlah total biaya tetap produksi dengan harga jual per unit dikurangi dengan biaya variabel yang digunakan untuk menghasilkan produk kemudian dikali denga harga per unit.

Berikut rumus jelasnya.

BEP (Rupiah) = Biaya Fix Produksi / Harga per unitnya – Biaya Var per Unitnya) x Harga per Unit

atau

BEP (Satuan unit) = Biaya Fix produksi / Margin Kontribusi per unitnya x Harga per Unit

  1. Rumus Menghitung Keuntungan yang Diinginkan dengan Hasil Analisis BEP

Selain rumus-rumus di atas, masih ada rumus yang bisa digunakan untuk menghitung jumlah keuntungan yang diinginkan dengan menggunakan hasil perhitungan BEP tersebut.

Hal ini akan berguna untuk mengetahui seberapa banyak keuntungan yang diinginkan.

Berikut rumus jelasnya.

Jumlah Unit = Keuntungan yang Diinginkan (Rupiah)/ (Harga per Unit – Biaya Variabel per Unit) + Jumlah Unit BEP

atau

Jumlah Unit = Keuntungan yang Diinginkan (Rupiah)/Margin Kontribusi per Unit+Jumlah Unit BEP

Berikut contoh menerapkan rumus menghitung BEP dengan tepat.

Biaya Tetap Produksi             : Rp 600.000.000,-

Biaya Variabel per Unit          : Rp 2.000.000,-

Harga Jual per Unit                 : Rp 2.500.000,-

Jumlah Unit BEP                    : Rp 2.000 unit

Keuntungan yang diinginkan  : Rp 100.000.000,-

Jumlah Unit    = Keuntungan yang diinginkan (Rupiah)/ (Harga per Unit – Biaya variabel per Unit) + Jumlah Unit BEP

Jumlah Unit    = (100.000.000/(2.500.000 – 2.000.000) + 2.000

Jumlah Unit    = (100.000.000/500.000) + 2.000

Jumlah Unit    = 200+2.000

Jumlah Unit    = 2.200

Dengan demikian, untuk bisa memperoleh keuntungan sebanyak Rp 100.000.000, perusahaan harus dapat memproduksi sebanyak 2.200 unit.

Bagaimana, mudah bukan menghitung BEP-nya?

Apa Saja Jenis-Jenis Usaha Kecil ?

Bagi Anda yang ingin mulai membuka usaha kecil-kecilan. Sebaiknya, Anda harus mulai mencari usaha yang tepat dan mengenali jenis-jenis usaha kecil-kecilan yang tepat untuk Anda jalankan.

Apa itu usaha kecil? Usaha kecil merupakan usaha yang dilakukan dengan modal minim.

Berikut beberapa jenis usaha kecil yang bisa menghasilkan keuntungan lumayan.

  • Usaha Jual Pulsa

Siapa yang tidak membutuhkan pulsa? Hampir setiap orang yang memiliki HP tentu juga membutuhkan pulsa.

Auto baca : Cara Jualan Pulsa

Hal ini tentu akan sangat menjanjikan ketika Anda memutuskan untuk membuka usaha jual pulsa.

Tips terbaik bagi Anda yang hendak membuka bisnis ini, pastikan untuk melakukan pembukuan keuangan.

Jangan sampai uang bisnis ini digunakan untuk kebutuhan pribadi.

  • Usaha Percetakan

Tidak jarang orang membutuhkan percetakan sebagai tempat mencetak dokumen-dokumen penting. Maka dari itu, bisnis ini juga terbilang menjanjikan karena banyak orang yang membutuhkan jasa ini.

  •  Aksesori atau Pernak-Pernik Wanita

Sifat wanita adalah menyenangi aksesori atau pernak-pernik yang lucu. Maka tak keran jika banyak toko aksesori yang menjual aksesori lucu dan cantik untuk menarik minat para konsumen.

Sebagai rekomendasi, Anda bisa menjual gelang, bando, bros, jepitan rambut, dan lain sebagainya.

  • Katering Rumahan

Setiap manusia pasti membutuhkan makanan bukan? Maka dari itu, usaha katering rumahan menjadi salah satu ide yang cukup cemerlang bagi para pengusaha pemula.

Banyak acara yang membutuhkan katering sebagai suguhan untuk para tamunya sehingga Anda bisa mulai menjalankan usaha ini.

  • Pom Mini atau Pertamini

Setiap orang yang memiliki kendaraan tentu membutuhkan bahan bakar bensin untuk menjalankan kendaraannya.

Di daerah-daerah yang tidak menyediakan pom bensin besar maka usaha pom mini ini akan cukup menjanjikan.

Auto baca: Usaha Pertamini

Jika dibandingkan dengan membeli bensin eceran dalam bentuk botolan maka bensin yang dibeli di pom mini jauh lebih banyak jumlah per liternya.

  • Usaha Pakaian

Selain makanan, pakaian juga menjadi barang yang juga pokok bagi setiap manusia. Kebutuhan setiap orang akan jenis pakaian yang digunakan, tentu berbeda-beda.

Tak hanya itu, model pakaian yang semakin banyak juga menjadi alasan mengapa jenis usaha ini sangat menjanjikan.

  • Usaha Make Up dan Skin Care

Sekali lagi, kebutuhan antara wanita dan laki-laki tentu berbeda. Ada banyak sekali kebutuhan khusus yang dibutuhkan oleh wanita, misalnya saja make up dan skin care.

Bahkan, di zaman modern seperti saat ini banyak sekali make up dan skin care yang terbilang murah sehingga bagi Anda yang ingin memulai usaha ini bisa mempertimbangkannya.

  • Usaha Suvenir Pernikahan

Sekarang, pernikahan memang menjadi hal yang harus dipersiapkan secara matang.

Tak hanya soal gaun saja, akan tetapi suvenir pernikahan juga menjadi hal yang harus Anda pertimbangkan baik-baik.

Jika biasanya untuk suvenir pernikahan orang memilih gantungan kunci, kipas, bros, dan lain sebagainya.

Akan tetapi, jika ingin tampil beda maka Anda bisa membuat sendiri suvenir yang hendak Anda jual. Siapa tahu suvenir buatan Anda bisa laris manis di pasaran.

  • Usaha Foto Studio

Banyak pengusaha yang memilih untuk membuka usaha foto studio. Anak muda hingga dewasa sangat menyukai kegiatan foto studio sehingga usaha ini cukup menjanjikan.

Anda tidak perlu bingung menyiapkan konsep, yang terpenting menarik dan beda dari yang lain sudah cukup untuk memulai usaha ini.

Keuntungan Membuka Usaha Kecil-Kecilan

Sebenarnya apa yang dicari dari membuka sebuah usaha?

Ya, tentu keuntungan adalah menjadi faktor utama kenapa seseorang memilih membuka usaha. Lantas, sebenarnya keuntungan apa saja yang bisa diperoleh dari membuka usaha kecil-kecilan?

Berikut beberapa keuntungan yang bisa Anda peroleh.

  • Menambah Jumlah Penghasilan

Ketika seseorang mendirikan sebuah usaha, tentu untuk mencari keuntungan bukan?

Jika Anda sudah bekerja di sebuah perusahaan, membuka usaha kecil-kecilan dapat menambah penghasilan di luar gaji pokok yang biasa Anda terima setiap bulannya.

  • Modal yang Dibutuhkan Terbilang Kecil

Membuka usaha kecil-kecilan pada umumnya tidak memerlukan modal yang besar sehingga Anda tidak perlu khawatir jika tidak memiliki modal yang besar untuk mulai membuka usaha.

Anda bisa mulai dengan usaha bermodal kecil dan perlahan mengumpulkan hasil keuntungan untuk membuka bisnis yang lebih besar.

  • Tahan Banting

Siapa sangka jika dibaliknya, usaha kecil lebih tahan banting dibandingkan dengan usaha-usaha besar lainnya.

Hal ini dikarenakan, usaha kecil memiliki sistem usaha, keuntungan, manajemen, pengeluaran yang sangat efektif, fleksibel, dan efisien.

Tips Membuka Usaha Kecil-Kecilan

Setelah mengetahui keuntungan yang bisa dihasilkan dari membuka usaha kecil-kecilan. Sekalian saja dikupas mengenai tips dan trik membuka usaha kecil-kecilan.

Berikut beberapa tips yang perlu Anda perhatikan sebelum memutuskan untuk membuka usaha kecil-kecilan.

  • Niat dan Minat

Hal pertama yang harus ditekankan sebelum Anda membuka usaha kecil-kecilan adalah niat dan minat yang kuat.

Semua hal yang dikerjakan memang membutuhkan niat dan minat yang kuat, tak terkecuali ketika Anda hendak membuka usaha.

  • Pengelolaan Keuangan yang Baik

Dalam usaha, pengelolaan keuangan yang baik sangat dibutuhkan. Jangan sampai Anda tidak mampu mengelola keuangan dengan baik.

Karena ujung-ujungnya, modal yang Anda gunakan untuk menjalankan usaha bisa jadi ambles tanpa tahu ke mana. Bukan keuntungan, justru kerugianlah yang akan Anda dapatkan.

  • Menentukan Jenis Usaha

Sebelum membuka usaha, Anda harus tepat dalam menentukan jenis usaha yang hendak Anda jalankan.

Anda bisa memilih usaha yang minim risiko dan mudah untuk dijalankan. Dengan begitu, Anda tidak perlu kebingungan dalam proses menjalankan usaha tersebut.

Hal yang pasti, jangan hanya modal meniru jenis usaha orang lain Anda lantas berani membuka usaha. Karena tak selalu usaha yang didasari dengan mengikuti usaha lain bisa sukses.

  • Jangan Berpikiran Hutang

Jangan sekali-kali ketika Anda ingin membuka usaha. Anda berpikiran untuk meminjam atau hutang dengan alasan ingin membuka usaha dan uang pinjaman tersebut dijadikan sebagai modalnya.

Hutang untuk modal usaha agar bisa membuka usaha yang besar hanya akan membawa malapetaka di kemudian hari.

Ya, kalau bisnis tersebut bisa lancar selamanya. Akan tetapi jika tiba-tiba saja bangkrut apakah tidak berdampak buruk bagi masa depan Anda.

Bagaimana, apakah Anda tertarik untuk mulai membuka usaha kecil-kecilan? Anda bisa mulai usaha dari yang kecil dan mengumpulkan pundi-pundi keuntungan untuk membuka cabang atau usaha yang lebih besar.

Dengan begitu, Anda bisa melebarkan sayap lebih luas ketika dengan sabar mengelola usaha tersebut dengan baik.

Hal yang terpenting jangan lupa untuk selalu mengingat pengelolaan keuangan yang baik.

Setiap pemasukan dan pengeluaran harus benar-benar dicatat dengan baik. Jangan sampai, Anda luput dalam mencatat semua hal yang berkaitan dengan usaha Anda.

Terlebih, sudah jelas bukan cara menghitung break even point seperti yang sudah diterangkan sebelumnya.

Anda bisa menerapkannya ketika Anda hendak menghitung BEP dan lakukan sesuai cara menghitung BEP usaha kecil dengan tepat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *