10 Cara Mengidentifikasi Peluang Usaha Saat Memulai Suatu Usaha

By Content Writer | November 17, 2020
cara mengidentifikasi peluang usaha

Ketika Anda ingin membangun usaha, ada beberapa hal yang harus dilakukan dimana salah satunya yaitu melakukan analisis usaha.

Ada banyak cara mengidentifikasi peluang usaha yang bisa Anda lakukan dan kadang belum diketahui oleh para pebisnis pemula.

Bagaimana caranya? Simak ulasan ini sampai akhir!

Auto baca: Cara Melihat Peluang Bisnis

Apa Itu Analisis Usaha?

Analisis usaha dapat didefinisikan sebagai suatu analisis seperti melakukan riset, membuat perencanaan dan prediksi hingga melakukan evaluasi pada setiap kegiatan usaha yang dilakoni.

Analisis usaha sangat penting untuk dilakukan dalam upaya untuk menghindari hal-hal yang buruk pada saat menjalankan usaha, karena setiap usaha umumnya punya risikonya masing-masing.

Adanya analisis usaha akan membuat Anda menjadi lebih siap untuk menghadapi risiko terburuk dan menyiapkan antisipasi terbaik dalam menghadapinya.

Selain itu, analisis usaha juga bisa digunakan untuk lebih meningkatkan keuntungan dan menetapkan tujuan utama dari bisnis yang dibangun dengan menganalisa usaha Anda dari berbagai sisi.

Biasanya suatu analisis usaha melibatkan dua faktor, baik internal dan eksternal dari berbagai aspek dan data yang dapat dipertanggungjawabkan.

Untuk urusan internal meliputi penentuan harga, proses produksi, jobdesk dari setiap karyawan dan bahan baku yang dibutuhkan.

Sementara untuk faktor eksternal meliputi hal-hal seperti saluran distribusi, proses pemasaran, geopolitik dan lain – lain.

Cara Mengidentifikasi Peluang Usaha

Ketika Anda diminta untuk sebutkan cara mengidentifikasi peluang usaha, tidak perlu bingung karena dalam pembahasan ini semua ini akan dibahas tuntas.

Sebab, analisis usaha tidak bisa dilakukan sembarangan. Lalu bagaimana cara mengidentifikasi peluang usaha yang bisa dilakukan?

Inilah beberapa cara yang bisa dilakukan, yaitu sebagai berikut:

1. Melakukan Analisis SWOT

Langkah pertama yang dapat dilakukan untuk melakukan analisis usaha yaitu dengan melakukan analisis SWOT yang mencakup kekuatan, kelemahan, peluang dan hambatan yang nantinya akan dihadapi ketika usaha Anda berjalan.

Analisis SWOT akan membantu Anda dalam melihat potensi apa yang sekiranya dapat dikembangkan di usaha yang Anda jalani.

Namun tidak hanya potensi saja, dengan melakukan analisis SWOT Anda juga bisa melihat apa yang menjadi kelemahan dari usaha yang dilakukan, dan bagaimana cara mengantisipasinya agar usaha Anda bisa tetap bertahan.

Lalu, peluang dan hambatan yang akan menjadi tantangan untuk usaha Anda baik di masa kini dan masa depan.

Misalnya, Anda menjalankan bisnis menjual es doger di daerah perkotaan, pastinya usaha itu memiliki kelebihan dengan lebih mudah ditemukan oleh konsumen, kelemahannya bisa berupa kompetitor yang banyak, kemudian hambatannya bisa sangat sepi ketika hujan karena pastinya setiap konsumen akan berpikir dua kali untuk minum es ketika musim hujan tiba.

Dengan melakukan analisis SWOT, Anda bisa melihat cara yang bisa digunakan untuk lepas dari hambatan itu, seperti misalnya beralih menjual minuman hangat sementara waktu.

2. Mengantisipasi ancaman dengan inovasi

Langkah berikutnya untuk menganalisis usaha yaitu menyiapkan diri Anda atas segala ancaman yang mungkin terjadi dari setiap pemecahan masalah yang telah diambil.

Supaya diri Anda lebih siap lagi terhadap kemungkinan ancaman yang akan timbul, Anda bisa melakukan tindakan pencegahan atau mitigasi dengan menerapkan banyak inovasi baru yang nantinya bisa membantu usaha yang digeluti dapat bertahan di segala kondisi, baik itu yang terburuk sekalipun.

3. Menentukan Target Pasar yang akan Dijadikan Sasaran

Ketika Anda hendak menjalankan suatu usaha, sangat wajib untuk menentukan target pasar lebih dulu.

Apalagi setiap bisnis biasanya punya target pasar yang berbeda, ada yang targetnya bisa mengarah ke setiap kalangan, ada juga yang harus dibagi menjadi beberapa kategori, baik itu minat, usia hingga pekerjaan.

Ketika Anda sudah menetapkan target pasar, maka hal berikutnya yang harus dilakukan yaitu membuat sebuah konten promosi dan pemasaran yang disesuaikan dengan target pasar yang telah ditentukan.

Contohnya, Anda memilih bisnis menjual es doger yang bisa dinikmati oleh seluruh kalangan, tetapi memang untuk kalangan dengan rentang usia tertentu mungkin tidak ditargetkan.

Dengan adanya segmentasi pasar yang sudah dibuat sebelumnya, maka akan lebih memudahkan Anda untuk menyasar ke target utama sehingga diketahui cara yang tepat untuk menarik minat mereka akan membeli es doger yang dijual.

4. Melakukan perhitungan anggaran

Langkah berikutnya yaitu melakukan perhitungan anggaran. Benar sekali, perhitungan anggaran sangat penting untuk dilakukan, karena dalam sebuah bisnis akan terjadi banyak proses, dari mulai produksi hingga produk bisa sampai ke tangan konsumen.

Berkaca dari hal itu, dibutuhkan yang namanya perhitungan anggaran agar Anda tahu berapa jumlah biaya yang dibutuhkan.

Apabila Anda sudah melakukan perhitungan biaya untuk proses produksi, maka hal berikutnya yaitu melakukan perhitungan laba yang akan menjadi target.

Besaran labanya boleh bervariasi rentangnya, mulai dari 30% – 100% yang ditetapkan berdasarkan HPP.

Selanjutnya, jangan lupa untuk menghitung biaya pemasaran yang diposkan lebih khusus dalam upaya untuk menjaring pasar yang lebih luas jangkauannya.

Berikutnya yaitu menghitung biaya yang dibutuhkan untuk memperlancar proses distribusi seperti pengiriman, dan biaya untuk maintenance database dari konsumen yang sebelumnya sudah membeli produk atau jasa yang ditawarkan. 

Agar Anda bisa lebih mudah dalam menghitung anggaran yang dibutuhkan, disarankan untuk memakai sistem akuntansi yang lebih memudahkan banyak proses, mulai dari pembukuan, bagaimana anggaran dikelola, pencocokan setiap transaksi dan pemantauan setiap stok produk.

5. Merancang dan mengeksekusi promosi

Langkah analisis usaha berikutnya yaitu merancang dan mengeksekusi kegiatan promosi yang sudah dikonsep secara matang.

Usahakan setiap kegiatan promosi yang direncanakan harus tepat sasarannya sehingga biaya pemasaran dan promosi yang nantinya harus dikeluarkan tidak sia-sia pengeluarannya.

Sebab, promosi dan pemasaran yang dilakukan memiliki tujuan untuk menaikkan angka penjualan dari yang nilai laba yang sebelumnya sudah ditargetkan.

Jangan sampai Anda tidak mengonsep secara matang promosi dan pemasaran yang dilakukan karena itu tidak akan membuat Anda mendapatkan hasil yang maksimal, dan bisa jadi malah mengalami kerugian.

6. Meminta kritik dan saran pada konsumen

Langkah berikutnya yaitu meminta saran dan kritik dari setiap konsumen Anda. Mengapa cara ini harus dilakukan?

Karena dengan cara ini setiap konsumen Anda akan merasa diperhatikan dan hal itu akan membuat bisnis Anda jadi lebih bernilai. Tidak mungkin sebuah bisnis bisa bertahan lama dan adanya dukungan dari pelanggan setia.

Itulah mengapa dengan saran dan kritik yang disampaikan oleh konsumen Anda akan sangat membantu untuk lebih mengembangkan bisnis.

Tidak hanya itu, kritik dan saran juga akan lebih meningkatkan customer engagement yang nantinya bisa membuat brand awareness bisnis Anda jadi lebih meningkat di mata masyarakat.

7. Melihat kemampuan yang dimiliki

Salah satu penyebab suatu usaha mengalami kegagalan yaitu karena pemiliknya tidak memahami dengan baik produk yang mereka luncurkan.

Padahal hal ini sangat penting untuk dilakukan, namun tidak semua pebisnis menyadarinya.

Biasanya, salah satu penyebab mengapa seorang pebisnis tidak memahami bisnis mereka dengan baik yaitu karena pemahaman dan pengetahuan mereka soal bisnis sangat minim, hingga akhirnya produk yang dihasilkan kurang maksimal.

8. Melihat dukungan yang dimiliki

Hal selanjutnya ini bisa dilihat pada saat pemilik bisnis meluncurkan produk yang mereka miliki.

Ingat, dukungan menjadi salah satu faktor penentu yang penting dan akan sangat menentukan keberhasilan pada suatu bisnis.

Dukungan yang dimaksud disini yaitu dukungan yang bisa membantu untuk meningkatkan nilai jual dan popularitas dari bisnis itu sendiri.

Maka dari itu, jangan anggap remeh persoalan ini.

9. Mempertimbangkan jangka waktu produk terjual

Berikutnya yaitu mempertimbangkan waktu yang dibutuhkan untuk menjual produk yang sudah dirilis, apakah waktunya jangka pendek atau jangka panjang.

Itulah mengapa Anda harus mengenali waktu-waktu tertentu yang bisa memiliki potensi besar untuk menjual produk Anda agar cepat habis pada saat diluncurkan.

10. Melakukan evaluasi di setiap bulan

Langkah terakhir yaitu melakukan evaluasi untuk setiap bulannya. Evaluasi yang dilakukan mencakup proses produk, pemasaran, distribusi, kritik dan saran, hingga penjualan dalam langka mempertahankan eksistensi dari usaha yang dijalankan.

Evaluasi yang dilakukan setiap bulannya akan menjadi tolak ukur mengenai efektivitas dari proses bisnis yang sejauh ini telah dilakukan, sehingga Anda dapat melihat bagaimana hasil yang dihasilkan dari setiap proses yang diterapkan pada bisnis yang Anda geluti.

Tujuan Analisis Usaha

Jika Anda bertanya mengapa analisis usaha sangat diperlukan dalam memulai suatu usaha, karena analisis usaha memiliki tujuan dalam mengidentifikasi apa yang menjadi kebutuhan bisnis yang digeluti serta menentukan solusi apa yang akan diambil untuk menyelesaikan permasalahan bisnis yang dihadapi.

Analisis usaha bisa dijadikan sebagai acuan setiap pengusaha ketika hendak mengambil keputusan yang berkaitan dengan usaha yang dijalankan.

Keputusan yang diambil bisa berdasarkan hasil analisis dan data yang telah menunjukkan bagaimana peluang dan risiko-risiko yang akan timbul di masa depan.

Analisis usaha juga akan membantu Anda dalam menunjukkan apa yang menjadi kelebihan dan kekuatan dari bisnis yang dilakoni.

Selain itu, dari hasil analisis Anda juga bisa melihat kekurangan dan kelemahan bisnis, sehingga Anda bisa menyiapkan solusi pada saat terjadi masalah dan lain sebagainya.

Maka dari itu, banyak yang dikatakan kalau analisis usaha bisa menjadi peta strategi yang akan digunakan untuk bersaing dalam dunia bisnis.

Penyebab Gagalnya Menangkap Peluang Usaha

Ada beberapa penyebab mengapa seorang pengusaha gagal menangkap peluang bisnis, diantaranya yaitu:

  • Hanya semangat di awal namun tidak bisa mempertahankannya sampai akhir, dan sangat mudah putus asa hingga menyerah pada saat tidak berhasil apa yang diinginkan.
  • Memulai bisnis hanya karena ikut-ikutan saja dan bukan keinginan sendiri.
  • Tidak ada dedikasi alias tidak dilakukan sepenuh hati pada saat sedang merintis bisnis.
  • Tidak ada perencanaan keuangan yang baik.
  • Manajemen tidak memiliki pengalaman yang cukup.
  • Lokasi usaha yang dipilih tidak strategis.
  • Bisnis tidak dikendalikan dengan konsisten atau kurang teliti.
  • Penagihan utang oleh manajemen yang tidak tegas.
  • Tidak yakin bisnis yang digeluti akan sukses.

Itulah informasi mengenai cara mengidentifikasi peluang usaha yang sangat mudah dipahami dan bisa dipraktikkan dengan mudah, bukan?

Jika sudah memiliki keyakinan yang besar untuk memulai bisnis, maka jangan ditunda dan langsung lakukan.

Namun ingat, harus disertai dengan niat dan tujuan yang baik.

Author: Content Writer

Penulis lepas di toiletbisnis.com. Berikan komentar terbaik anda, untuk menyempurnakan blog ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *