Cara Ternak Cacing Sutra. Mulai Dari Bibit Hingga Masa Panen

By Content Writer | Mei 14, 2020
cara ternak cacing sutra

Cara ternak cacing sutra banyak yang mencari. Belakangan memang budidaya cacing lagi naik daun. Sebab banyak digunakan untuk pakan ikan dan pakan ternak.

Lalu jenis cacing yang paling kerap dibudidayakan yakni cacing sutra. Sebab jenis cacing ini tak membutuhkan modal besar, dan lahan yang dibutuhkan juga tak perlu terlalu luas. Mari baca selengkapnya.

Potensi bisnis cacing sutra

Pasar cacing sutra ini selalu ramai peminat. Bahkan peminatnya selalu meningkat dari waktu ke waktu.

Sebab orang-orang yang membudidayakan burung, ikan hias, dan lain-lain, membutuhkan cacing sutra untuk pakan. Apalagi di alam cacing sutra sudah semakin jarang.

Jadi di sini dapat dilihat kalau potensinya masih sangat bagus. Sebab permintaan terus meningkat. Sementara yang beternak cacing sutra masih sedikit.

Kalau persaingan sedikit berarti harga jual cukup tinggi. Namun kamu harus memahami terlebih dahulu cara ternak cacing sutra dengan benar.

1. Menyiapkan bibit cacing sutra

Kamu bisa membeli bibit cacing sutra di toko pertanian. Kalau ada waktu boleh juga mencari sendiri cacing sutra tersebut di sungai dan sawah.

Alternatif dengan membeli cacing sutra melalui peternak lainnya.

Sesudah kamu berhasil memperoleh bibit cacing sutra. Maka karantina dulu 2 – 3 harian. Kemudian gunakan air mengalir.

Supaya bakteri-bakteri mengganggu ikut mengalir dengan air mengalir tersebut. Dan kamu akan mendapatkan bibit cacing sutra yang berkualitas.

2. Media budidaya

Mengenai media budidaya cacing sutra. Sebenarnya gampang sekali. Cukup siapkan kubangan lumpur saja.

Ukuran kubangan lumpur 1×2 Meter Persegi. Buat saluran air keluar masuk. Lalu buat petakan dengan ukuran 20x20x10 cm.

Di antara petakan kamu beri lubang berukuran 0,5 cm.

Sebelum lanjut ke penebaran bibit. Maka dibutuhkan proses fermentasi lahan terlebih dahulu.

Rendam lahan yang hendak dipakai untuk budidaya cacing sutra tersebut untuk jangka waktu 4 hari. Genangi dengan air 5 cm.

3. Pemindahan bibit

Yang ketiga adalah pemindahan bibit cacing sutra. Bibit yang sudah dikarantina sebelumnya sekarang waktunya untuk dipindahkan.

Langsung kamu pindahkan ke dalam media budidaya yang sudah disiapkan sebelumnya itu. Untuk cara pemindahan harus benar kalau tidak nanti bibit cacing sutra akan mati dan usahamu akan sia-sia.

  • Proses pemindahan harus dilakukan dengan ekstra hati-hati. Sebab salah-salah dapat menyebabkan cacing sutra menjadi stress.
  • Gunakan alat untuk proses pemindahan. Boleh menggunakan jaring ikan kecil atau menggunakan sendok.
  • Jangan memindahkan cacing sutra menggunakan tangan. Karena suhu tangan kamu bisa menyebabkan kegagalan budidaya cacing sutra.
  • Proses pemindahan harus dilakukan dengan cepat. Tak boleh mengulur waktu. Supaya cacing sutra tak stress. Ingat cacing sutra yang stress itu akan cepat mati.

Terakhir, saat proses pemindahan maka harus dipastikan kalau lahan yang mau dipakai untuk budidaya cacing sutra sudah dialiri dengan air mengalir terus menerus.

Gunakan debit air kecil dan lambat.

4. Perawatan

Langkah keempat ini juga adalah langkah yang penting yang harus kamu perhatikan. Di mana dengan perawatan yang tepat maka hasil budidaya cacing sutra pun akan maksimal.

Akan dapat dihasilkan cacing sutra berkualitas baik. Terdapat beberapa langkah sederhana yang bisa kamu coba aplikasikan jika ingin budidaya cacing sutra, antara lain:

  • Kamu harus memperhatikan debit air mengalir di media budidaya dengan rutin.
  • Debit air yang mengalir di ketinggian 5 s/d 7 cm. Kamu harus mengusahakan debit mengalir tak lebih tak kurang, Tujuannya supaya cacing sutra bisa hidup serta berkembangbiak dengan maksimal.
  • Apabila media mendapatkan debit air yang baik dan cukup. Oksigen di dalam air juga akan terjaga. Kamu harus mengusahakan supaya air tak tercemari dengan bahan-bahan kimia. Dengan begitu hasil panen pun akan berkualitas baik.

5. Makanan untuk cacing sutra

Yang harus menjadi perhatian kamu tidak terbatas pada air di dalam media budidaya saja. Melainkan makanan untuk cacing sutra juga harus kamu perhatikan.

Walaupun Cuma cacing. Tetapi kamu harus memberinya makan, sama seperti kamu budidaya hewan yang lainnya.

Tetapi kamu harus mengetahui bahwa makanan yang harus kamu berikan untuk ikan dan jenis hewan peliharaan lainnya itu tidak sama. Mungkin banyak dari kamu yang masih belum tahu makanan apa yang dapat diberikan untuk cacing sutra.

Cacing sutra ini membutuhkan komponen khusus dalam makanannya. Tidak boleh diberi makan sembarangan.

Di mana supaya cacing sutra yang kamu ternakkan itu mendapatkan nutrisi yang cukup maka dibutuhkan bahan-bahan organik untuk makanannya. Dan juga perlu difermentasikan agar lebih baik lagi kualitasnya.

Lalu apa sajakah contoh dari makanan untuk cacing sutra yang dapat kamu berikan?

  • Bahan organik yang difermentasikan yakni bahan organik dengan tekstur lembek serta mudah untuk hancur. Tujuannya adalah meningkatkan kandungan nutrisi di bahan organik tersebut. Di mana sangat dibutuhkan cacing sutra.
  • Kamu pun dapat mencoba memberikan ampas bagi makanan cacing sutra. Contohnya adalah ampas tahu. Sebab ampas tahu ini memiliki kandungan protein tinggi. Untuk ampas tahu ini yang telah difermentasi, akan mempunyai tekstur lembek. Tambahkan tepung ikan juga boleh.
  • Pemberian jamur juga oke dan memiliki nutrisi yang dibutuhkan oleh cacing sutra.
  • Makanan fermentasi dapat kamu berikan sampai budidaya cacing sutra masuk usia 10 – 12 hari sesudah pemindahan berlangsung.
  • Supaya cacing sutra dapat panen melimpah. Tambahkan kotoran ayam yang sebelumnya sudah difermentasikan dahulu. Boleh juga tambahkan makanan seperti sayur sawi. Hancurkan dulu dan fermentasikan sawi tersebut sebelum diberikan ke cacing sutra.

6. Waktu panen cacing sutra

Ada perlakuan khusus apabila kamu ingin memanen cacing sutra. Karena cacing sutra ini gampang mati. Dan supaya kualitas cacing sutra tak turun.

Konsep dasarnya yakni mengurangi koloni cacing sutra. Jadi pada bagian atasnya diambil dulu. Pangkas bagian bawahnya juga. Supaya bisa berkembang biak lagi.

Kamu harus mengetahui jika di dalam 1 wadah nampan itu bisa menghasilkan 100 – 150 ml cacing sutra.

Langkah-langkah panen cacing sutra:

  • Tunggu usianya 75 hari. Terhitung dari proses pemindahan ke media budidaya di awal.
  • Sediakan kain warna gelap. Kain harus menutupi tiap nampan di media budidaya.
  • Nampan wajib benar-benar tertutup. Jika tak punya kain taruh media budidaya dalam tempat yang benar-benar gelap.
  • Biarkan media tertutup 6 jam. Perhatikan sesudah tutup dibuka.
  • Kumpulkan cacing sutra memakai sendok dan jaring ikan ukuran kecil. Kemudian pindahkan.

Sebenarnya langkah-langkah untuk panen hanya seperti itu saja. Jadi benar-benar tidak sulit. Kamu pun pasti bisa melakukannya.

Kesimpulannya bisnis cacing sutra ini sangat direkomendasikan. Karena cukup menguntungkan dan berprospek untuk jangka panjang. Jadi jangan ragu apabila ingin mencoba terjun dalam bisnis ini.

Sekian artikel tentang cara ternak cacing sutra, semoga bermanfaat, dan selamat mencoba.

lanjutkan membaca
Author: Content Writer

Penulis lepas di toiletbisnis.com. Berikan komentar terbaik anda, untuk menyempurnakan blog ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *