Contoh Analisis Swot Usaha Makanan, Kue, Makanan Ringan dan Khas Daerah

By Content Writer | November 17, 2020
contoh analisis swot usaha makanan

Analisis SWOT (Strength, Weakness, Opportunity, dan Threat) merupakan sebuah analisis yang dilakukan dalam rangka penentuan strategi yang akan digunakan, penjualan produk sampai ide bisnis baru yang dimunculkan.

Namun analisis SWOT tidak hanya digunakan untuk mengembangkan perusahaan saja, tetapi juga pengembangan diri sebagai pemilik usaha.

Namun dalam pembahasan kali ini, kita akan kupas tuntas soal analisis SWOT serta contoh analisis swot usaha makanan.

Auto baca: 10 Jenis Usaha Kuliner Yang Paling Laku Saat Ini

Untuk mengetahui analisis lebih lengkapnya, simak ulasan berikut ini!

Pengertian dari Analisis SWOT

Analisis SWOT merupakan sebuah teknik yang digunakan untuk merencanakan strategi yang gunanya untuk melakukan evaluasi empat hal yang mencakup kekuatan (strength), kelemahan (weakness), peluang (opportunity), dan ancaman (threat).

Analisis SWOT dikenalkan oleh seorang bernama Albert S Humprey di tahun 1960-an, ketika sedang memimpin sebuah projek riset di universitas Stanford,  dimana data yang digunakan adalah data dari perusahaan Fortune 500, dengan penjelasan sebagai berikut:

  • S: Strength (kekuatan) merupakan karakteristik yang mencakup kelebihan atau keunggulan dari usaha yang Anda miliki dibandingkan dengan usaha lainnya.
  • W: Weakness (kelemahan) merupakan karakteristik yang mencakup kelemahan atau kekurangan dari usaha yang ditekuni dibandingkan dengan usaha lainnya.
  • O: Opportunity (peluang) merupakan karakteristik yang digunakan untuk mengetahui peluang apa saja yang bisa digunakan untuk mengembangkan usaha Anda.
  • T: Threat (ancaman) merupakan karakteristik yang digunakan untuk mengetahui ancaman apa saja untuk usaha yang Anda geluti dan menghambat perkembangannya.

Dari empat karakteristik dari analisis SWOT dibagi menjadi dua faktor, yakni internal dan eksternal.

Untuk faktor internal cakupannya yaitu kekuatan (strength), kelemahan (weakness), sementara untuk faktor eksternal mencakup peluang (opportunity) dan ancaman (threat).

Itulah mengapa analisis SWOT sering disebut sebagai analisis internal – eksternal atau biasanya juga disebut internal – eksternal analisis.

Sementara untuk matriksnya dikenal dengan Matrix IE/IE Matrix.

Manfaat dari Analisis SWOT

Analisis SWOT memiliki banyak manfaat, diantaranya yaitu sebagai berikut:

  1. Digunakan sebagai strategi penentuan masa depan untuk keberlangsungan dari bisnis yang dijalankan.
  2. Digunakan untuk menjalankan strategi misi dalam upaya untuk mencapai visi dan misi dan usaha yang dilakoni.
  3. Mengetahui faktor internal dan eksternal yang mempengaruhi perkembangan usaha Anda.
  4. Membantu dalam penetapan prioritas yang lebih dulu harus didahulukan oleh usaha Anda.
  5. Mengetahui potensi pasar, minat dan peluang pasar yang sedang berkembang.
  6. Membantu dalam menganalisis produk atau bisnis yang dijalankan.

Tujuan dari Analisis SWOT

Analisis SWOT memiliki banyak tujuan, diantaranya yaitu:

  • Membantu menemukan aspek yang mencakup kekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman dari usaha yang dijalankan.
  • Lebih memaksimalkan kekuatan dari usaha, meminimalisir kelemahan usaha Anda, mencegah ancaman yang ditimbulkan dari usaha yang dijalankan, dan memaksimalkan peluang yang bisa diperoleh.
  • Memberikan gambaran pada situasi yang sedang dihadapkan oleh usaha Anda.

Penggunaan Analisis SWOT

Sebelum Anda melakukan analisis SWOT, disarankan untuk membuat daftar pertanyaan lebih dulu.

Selepas membuat daftar pertanyaan yang disesuaikan dengan keadaan dari usaha yang dijalankan, maka Anda harus mencoba untuk menjawabnya.

Berikut ini daftar pertanyaannya dari analisis SWOT.

Strength (Kekuatan)

  • Apa kelebihan dari usaha yang dijalankan?
  • Hal apa yang membuat usaha Anda lebih baik dari usaha kompetitor?
  • Kelebihan apa yang dimiliki oleh usaha Anda dan itu memberikan banyak manfaat untuk konsumen?
  • Jenis keunikan semacam apa yang usaha Anda miliki?

Weakness (Kelemahan)

  • Apa yang butuh untuk ditingkatkan dari usaha yang dijalankan?
  • Apa yang butuh untuk dihindari dari usaha yang dijalankan?
  • Kelemahan yang dimiliki oleh usaha Anda dan itu bisa dirasakan oleh konsumen?
  • Hal apa yang menjadi penyebab menurunnya angka penjualan dari usaha yang dijalankan?
  • Apa yang dilakukan oleh pesaing usaha Anda sehingga usaha mereka jadi lebih baik dari milik Anda?

Opportunity (Peluang)

  • Apa kesempatan yang dapat dimiliki oleh usaha yang dijalankan?
  • tren bisnis seperti apa yang sedang ramai di pasaran dan sesuai dengan bisnis Anda?

Threat (Ancaman)

  • Potensi yang akan menjadi ancaman untuk usaha yang dijalankan?
  • Apa saja hambatan yang sekiranya harus dihadapi pada masa depan?
  • Perubahan aturan dari pemerintah yang bisa menjadi ancaman untuk usaha Anda?

Faktor Analisis SWOT

Ketika Anda hendak melakukan penyusunan strategi yang menggunakan analisis SWOT, maka ada banyak faktor yang berpengaruh, baik internal maupun internal. Dengan penjelasan sebagai berikut!

Faktor Internal

Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya bahwa analisis SWOT itu memiliki faktor internal yang terdiri atas strength (kekuatan) dan weakness (kelemahan).

Jika Anda ingin melakukan identifikasi perihal faktor internal, maka hal-hal ini yang harus dilakukan yaitu sebagai berikut:

  • Keuangan usaha
  • Sumber yang dimiliki oleh usaha
  • Keunggulan dan kekurangan dari usaha
  • Pengalaman yang dimiliki oleh pemilik usaha

Faktor Eksternal

Sama seperti faktor internal, analisis SWOT juga memiliki faktor eksternal yang terdiri atas opportunity (peluang) dan threat (ancaman).

Jika Anda ingin melakukan identifikasi perihal faktor eksternal, maka hal-hal ini yang harus dilakukan yaitu sebagai berikut:

  • Tren yang sedang berkembang
  • Aturan dari pemerintah
  • Peristiwa yang sedang ramai diperbincangkan
  • Lingkungan tempat usaha didirikan
  • Sumber modal usaha
  • Teknologi yang sedang berkembang
  • Budaya, ideologi, sosial politik, perekonomian

Contoh Analisis SWOT Usaha Makanan

1. Analisis SWOT Kue Kering

Berikut ini contoh analisis swot usaha kue kering yaitu sebagai berikut:

contoh analisis swot usaha makanan

Strength (Kekuatan)

Untuk strength (kekuatan) dari usaha kue kering diantaranya yaitu:

  • Terdapat banyak variasi rasa yang menggugah selera dan bisa diwujudkan dalam banyak kreasi unik supaya terasa lebih nikmat pada saat mengonsumsinya.
  • Lebih higienis, berkualitas dan harga jauh lebih murah.
  • Pemasarannya bisa menjangkau seluruh lapisan kalangan masyarakat.
  • Harga yang ditawarkan aman di kantong masyarakat.

Weakness (Kelemahan)

Berikut ini weakness (kelemahan) dari usaha kue kering diantaranya yaitu:

Tidak tahan lama, dan umumnya hanya bisa bertahan sekitar 2 bulan saja karena tak menggunakan bahan pengawet.

Mudah dicontoh dan terdapat banyak kompetitor.

Warnanya cenderung lebih mudah memudar apabila terkena paparan sinar matahari.

Kreasi dan rasa kadang-kadang tidak update karena karyawan yang dimiliki belum yang ahli di bidangnya.

Harganya cenderung lebih mudah naik ketika harga bahan bakunya naik.

Opportunity (Peluang)

Sementara itu untuk opportunity (peluang) dari usaha kue kering diantaranya yaitu:

  • Peningkatan pemesanan bisa melonjak ketika hari raya Idul Fitri tiba.
  • Kue kering bisa dijual kapan saja sehingga bisa dipastikan kalau usaha ini tidak musiman.
  • Lebih mudah pemasaran dan mendapatkan pesanan, khususnya di acara-acara seperti arisan dan lain sebagainya.

Threat (Ancaman)

Sedangkan untuk threat (ancaman) dari usaha kue kering yaitu sebagai berikut:

  • Kompetitor yang menjual dengan harga yang jauh lebih murah.
  • Munculnya kue kering yang tahan lama di pasaran karena menggunakan bahan pengawet.
  • Kompetitor yang berjualan dengan cara berkeliling.
  • Konsumen mengalami kejenuhan sehingga membutuhkan inovasi dari setiap produsennya.

2. Analisis SWOT Produk Makanan Ringan

Jika Anda membutuhkan contoh analisis SWOT produk makanan ringan khusus untuk keripik singkong, yaitu sebagai berikut:

contoh analisis swot usaha makanan

Strength (Kekuatan)

Berikut ini analisis kekuatan (strength) dari usaha produk makanan ringan, diantaranya yaitu:

  • Bahan baku mudah diperoleh
  • Harga jual lebih terjangkau
  • Modal yang dibutuhkan relatif kecil
  • Lebih tahan lama
  • Dapat dijual dengan berbagai rasa.

Weakness (Kelemahan)

Inilah weakness (kelemahan) dari usaha produk makanan ringan, yaitu sebagai berikut:

  • Sangat mudah alot apabila terkena terus-terusan terkena angin
  • Cenderung mudah disemutin
  • Lebih mudah hancur
  • Tidak tahan lama dan cepat bau tengik

Opportunity (Peluang)

Berikut ini opportunity atau peluang dari usaha produk makanan ringan keripik singkong, diantaranya yaitu:

  • Peminatnya banyak
  • Ada banyak reseller yang bisa membantu menjual dagangan Anda.
  • Lokasi yang dipilih bisa beragam.

Threat (Hambatan)

Sementara untuk threat (hambatan) dari usaha keripik singkong yaitu sebagai berikut:

  • Lahirnya banyak kompetitor
  • Konsumen cenderung lebih mudah bosan
  • Ada produk cemilan yang lebih menarik, sehingga membuat keripik singkong tidak menjadi pilihan utama.

3. Analisis SWOT Usaha Ayam Geprek

Berikut ini contoh dari analisis swot ayam geprek yang bisa Anda coba terapkan untuk usaha ayam geprek yang akan dilakoni, dengan penjelasan sebagai berikut:

Strength (Kekuatan)

Jika Anda ingin memulai usaha ayam geprek, maka inilah yang menjadi kekuatan (strength) yaitu sebagai berikut:

  • Pelayanan terhadap pelanggan adalah yang utama
  • Bisa memberikan diskon kepada konsumen
  • Promosi bisa dilakukan lewat berbagai media, baik itu sosial media dan lain sebagainya.
  • Harga jualnya cenderung lebih terjangkau untuk kalangan mahasiswa.

Weakness (Kelemahan)

Sedangkan untuk kelemahan (weakness) dari usaha ayam geprek yaitu variasi menu sulit untuk dilakukan.

Opportunity (Peluang)

Berbicara soal opportunity (peluang) yang dimiliki oleh usaha ayam geprek yaitu sebagai berikut:

  • Permintaan variasi toping dan rasa dari ayam geprek
  • Ayam jadi lauk yang disukai oleh setiap lapisan kalangan
  • Lebih mudah mencari tempat strategis karena ayam geprek cenderung jadi makanan yang dicari oleh banyak orang.

Threat (Ancaman)

Terakhir, untuk threat (ancaman) dari usaha ayam geprek diantaranya sebagai berikut:

  • Muncul banyak pesaing
  • Konsumen menginginkan lebih dari satu menu

4. Analisis SWOT Makanan Khas Daerah

Ada banyak jenis makanan khas daerah yang biasanya dijual, salah satunya rendang.

Berikut contoh analisis swot makanan khas daerah khusus rendang, yaitu sebagai berikut:

contoh analisis swot usaha makanan

Strength (Kekuatan)

Strength (kekuatan) dari usaha rendang yaitu sebagai berikut:

  • Harga jual dari rendang relatif bersaing di pasaran
  • Bahan-bahan bakunya lebih mudah untuk dicari
  • Rendang menjadi makanan yang disukai oleh seluruh kalangan

Weakness (Kelemahan)

Kelemahan (weakness) dari usaha rendang adalah sebagai berikut:

  • Harga bahan baku cenderung fluktuatif
  • Daging sapi sering dicampur dengan daging lain

Opportunity (Peluang)

Sedangkan untuk peluang (opportunity) dari usaha rendang yaitu sebagai berikut:

  • Menu utama untuk acara-acara besar
  • Bisa dijual di warung makan atau restoran dengan menu khas rendang

Threat (Ancaman)

Dan terakhir untuk threat (ancaman) dari usaha rendang adalah sebagai berikut:

  • Banyak pesaing muncul dan rasanya lebih disukai konsumen
  • Pesaing menawarkan harga yang lebih murah dari harga jual rendang Anda.

Itulah tadi penjelasan singkat perihal contoh analisis swot usaha makanan yang bisa memberikan banyak wawasan dan pengetahuan bagi Anda yang hendak memulai usaha.

One thought on “Contoh Analisis Swot Usaha Makanan, Kue, Makanan Ringan dan Khas Daerah

  1. Pingback: Cara Membuat Bisnis Model Canvas + Template dan Contohnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *