Contoh Ringkasan Eksekutif Bisnis Plan Makanan (Executive Summary)

By Content Writer | November 17, 2020
contoh ringkasan eksekutif bisnis plan makanan

Executive summary merupakan salah satu hal yang wajib menjadi perhatian khusus Anda pada saat mau memulai sebuah bisnis.

Biasanya executive summary termasuk ke dalam bagian business plan atau rencana bisnis.

Untuk pembahasan lengkap mengenai executive summary dan contoh ringkasan eksekutif bisnis plan makanan, Anda bisa menyimak ulasannya secara lengkap di bawah ini!

Baca juga: Contoh Bisnis Plan Makanan Unik

Pengertian Executive Summary

Executive summary dapat diartikan sebagai pengantar atau ringkasan singkat mengenai rencana bisnis Anda yang akan disampaikan kepada orang lain.

Di dalam executive summary terdapat banyak informasi yang menjelaskan soal bisnis Anda dan meliputi berbagai hal mulai dari produk yang akan dibuat, anggaran keuangan, penentuan target pasar dan lain sebagainya.

Executive summary harus dibuat semenarik mungkin, karena pada bagian ini akan menjadi bagian yang akan dilihat oleh orang lain atau investor dengan tujuan untuk mengetahui apa yang menjadi rencana bisnis Anda.

Ketika investor sudah mengetahui rencana bisnis Anda, maka itu yang akan menentukan apakah mereka mau menanamkan modalnya ke usaha Anda atau tidak.

Sebab lewat executive summary, investor bisa melihat bagaimana rencana dari bisnis yang akan Anda jalankan, dengan melihat apa yang menjadi potensi dari bisnis Anda di masa depan, sehingga investor tersebut tidak ragu untuk menanamkan sahamnya di usaha yang akan Anda jalankan.

Apa yang Membuat Executive Summary Penting?

Sebab executive summary berisi bertujuan untuk membuat ringkasan informasi soal bisnis yang akan dijalankan, sehingga akan lebih memudahkan orang-orang atau investor untuk mengetahui gambaran dari bisnis Anda secara lebih singkat, padat dan jelas.

Tidak hanya untuk memberikan penjelasan secara singkat saja, executive summary juga sangat menentukan ketertarikan dari investor untuk menanamkan sahamnya di usaha yang akan Anda jalani, maka dari itu usahakan untuk membuat investor tertarik dengan bisnis Anda dengan membuat executive summary semenarik mungkin.

Manfaat Executive Summary

Executive summary bisa dijadikan sebagai sebuah etalase untuk pihak yang mengajukan rencana bisnis kepada investor atau pemberi pinjaman.

Apabila etalase ini mampu dibuat dengan semenarik mungkin dengan penjelasan yang singkat, padat dan jelas, maka manfaatnya akan dirasakan oleh kedua belah pihak, mulai dari projek yang bisa dilanjutkan dan keuntungan yang akan diperoleh.

Executive summary juga memiliki manfaat khusus kepada pihak yang akan diajak kerja sama, karena bagian ini akan memberikan kemudahan kepada calon mitra Anda untuk membaca secara detail soal rancangan bisnis Anda,

karena di dalamnya terdapat informasi perihal latar belakang, tujuan dan rencana yang akan dilakukan pada usaha yang akan dijalankan tersebut.

Hal-hal yang Harus Ada dalam Executive Summary

Executive summary sebaiknya berisi ringkasan bisnis yang menjelaskan soal visi dan misi dari usaha Anda, apa yang membuat usaha Anda lebih unggul dari kompetitor, tujuan jangka panjang dan pendek dari usaha yang dibuat, target pasar yang sesuaikan dengan usaha Anda,

Sehingga dalam executive summaryanda harus memasukan hal-hal yang berikut:

  • nama, lokasi, dan visi – misi dari usaha yang dijalankan
  • deskripsi soal usaha Anda, yang meliputi manajemen atau struktur organisasi dan lain sebagainya
  • produk atau layanan dari usaha
  • anggaran keuangan usaha
  • tujuan usaha
  • skema kerja sama yang ditawarkan
  • target pasar dan peluangnya
  • Rencana investasi

Sekadar saran, pada saat Anda menulis executive summary disarankan untuk membuatnya dengan singkat, padat dan jelas, dengan memasukkan poin-poin penting dari usaha Anda kepada para pembaca, sehingga mereka mendapatkan apa yang ingin mereka dapatkan.

Tips untuk Membuat Executive Summary

Sebagai salah satu komponen penting yang akan digunakan untuk membangun sebuah bisnis dan menjadi salah satu hal yang akan sangat menentukan apakah usaha Anda bisa mendapatkan dana dari investor atau tidak,

maka disarankan pada saat membuat executive summary dengan mengikuti beberapa tips berikut ini:

1. Singkat, padat dan jelas

Ketika Anda membuat executive summary disarankan untuk membuatnya minimal satu atau dua halaman dan maksimalnya lima halaman saja.

Sebab halamannya disarankan tidak terlalu banyak, maka kalimat yang digunakan untuk menjelaskan harus singkat, padat dan jelas.

Tetapi, sesingkat apapun informasi yang dijelaskan di executive summary tetap disarankan untuk tidak melewatkan informasi penting perihal bisnis Anda.

2. Menggunakan gaya bahasa yang kuat

Gaya bahasa yang kuat menjadi salah satu kunci kesuksesan ketika membuat executive summary, seperti misalnya disarankan untuk menggunakan “Usaha ini akan berada dalam posisi yang baik”, ketimbang “Usaha ini mungkin akan berada dalam posisi yang baik”.

Dengan gaya bahasa yang kuat dan positif, investor bisa lebih yakin dengan prospek dari usaha Anda.

3. Diletakkan di bagian akhir

Umumnya, executive summary akan dibuat berbarengan dengan business plan, sehingga akan diletakkan di bagian akhir ketika seluruh rencana bisnis sudah disusun secara runtut dan baik.

Dengan meletakkannya di bagian akhir, maka Anda akan jauh lebih mudah untuk menulis executive summary karena Anda akan lebih mengetahui apa saja ringkasan yang harus dimasukkan dari rencana bisnis yang telah dibuat sebelumnya.

4. Menyesuaikannya dengan pembaca

Hal berikutnya yang harus dilakukan pada saat membuat executive summary yaitu menyesuaikannya dengan target pembaca.

Maka dari itu, Anda harus tahu lebih dulu siapa yang akan menjadi target Anda sebelum membuat executive summary, apakah pihak investor atau pemberi pinjaman.

Apabila tujuannya untuk mendapatkan investor, usahakan untuk memfokuskan tulisan Anda dengan menonjolkan produk untuk menarik minat dari investor.

5. Memprioritaskan apa yang menjadi keunggulan dari usaha yang dijalankan

Berikutnya yang harus diperhatikan yaitu melakukan identifikasi lebih dulu soal apa yang menjadi keunggulan dari usaha Anda.

Apakah usaha Anda memiliki keunggulan dari segi model bisnis atau produk atau hal lainnya, maka jangan lupa untuk memasukkannya ke executive summary.

Keunggulan dari bisnis anda akan menjadi daya tarik untuk investor karena hal itu yang akan menjadi sangat menentukan lebih lanjut isi dari executive summary.

Bahkan untuk lebih meyakinkan investor, Anda bisa memasukkan masalah yang sedang dihadapi oleh masyarakat dan menjelaskan bahwa produk yang buat akan menjadi solusinya.

6. Menceritakan kerja sama yang unik

Tips berikutnya yang harus dimasukkan atau dijelaskan secara ringkas soal cara yang digunakan untuk membangun sebuah kerja sama yang unik dengan para investor dan pihak-pihak terkait dalam executive summary yang dibuat.

7. Melampirkan hal yang menjadi daya tarik dari usaha yang dijalankan

Berikutnya, Anda harus mengusahakan untuk melampirkan apa yang menjadi daya tarik untuk usaha sehingga membuat orang – orang akan menjadi sangat tertarik untuk membeli atau menggunakan produk atau jasa yang ditawarkan.

8. Menambahkan paten atau teknologi yang dimiliki

Apabila usaha Anda sudah memiliki beragam inovasi yang digunakan untuk mengatasi permasalahan yang dihadapi oleh konsumen, maka disarankan untuk menyantumkan atau melampirkannya dalam executive summary.

9. Menjelaskan rencana pemasaran yang unik

Perihal rencana pemasaran dari usaha Anda, sebaiknya ditentukan lebih dulu siapa yang akan menjadi target pembaca, dan kemudian selepas paragraf pertama, Anda harus menuliskan dengan urutan yang sama seperti yang dituliskan dalam rencana bisnis atau business plan.

10. Memasukkan laporan keuangan

Terakhir, jangan lupa untuk menyantumkan laporan keuangan atau menjelaskan secara singkat perihal kondisi keuangan dari bisnis Anda, dimana dalam laporan tersebut harus disertakan valuasi dari kesepakatan yang telah dibuat sehingga pembaca akan mengetahui secara langsung risiko dan keuntungan yang bisa merek peroleh.

Contoh Ringkasan Eksekutif Bisnis Plan Makanan

Berikut ini salah satu contoh ringkasan eksekutif bisnis plan makanan dari usaha risoles.

Executive Summary

Risoles termasuk jenis kuliner yang isinya sayuran atau daging dibungkus dadar, dimana adonannya memadukan bahan – bahan mulai dari tepung terigu, kuning telur, mentega(margarin), dan air atau susu. Risoles memiliki bentuk persegi panjang seperti amplop dan jauh lebih nikmat apabila disantap menggunakan saus, sambal hingga cabai rawit.

Usaha kuliner risoles yang dibangun akan melibatkan kerja sama dari berbagai pihak yang memiliki kesamaan visi dan misi. Pendirian usaha ini sudah melalui banyak pertimbangan dari berbagai aspek, diantaranya yaitu bahan baku yang mudah didapatkan, harga-harganya relatif murah dan menjadi salah satu makanan yang disukai oleh seluruh lapisan masyarakat.

A. PROFIL PERUSAHAAN

  1. Nama Perusahaan     : Risoles Maknyus
  2. Bidang Usaha          : Makanan
  3. Jenis Produk            : Makanan
  4. Alamat Perusahaan : Jl. Laksda Adisucipto no. 78
  5. No.Telp                   : 0882-7831-0934
  6. Email                       : risolmaknyus@gmail.coom
  7. Website              : https://risolesmaknyus.com
  8. Mulai dari               : 2011

B. Komoditi yang Diproduksi

RISOLES Maknyus adalah jenis usaha kuliner yang menyajikan risoles yang isinya beraneka ragam. Kami memilih jenis usaha di bidang kuliner karena usaha ini bisa disesuaikan dengan kebutuhan dan kemampuan kami dalam pengembangan usaha ini.

Komoditi yang kami pilih pun merupakan komoditi yang berkualitas sehingga dapat dipastikan bahwa cita rasa yang dihasilkan akan sangat menggugah selera dan pilihan isi risoles akan sangat beragam. Risoles yang kami buat bisa disesuaikan dengan permintaan atau tren yang sedang berkembang di pasaran.

C. Penjualan                

Penjualan Risoles per hari :

Penjualan                    : 250 buah

Harga per satuan          : Rp1500

Total penjualan            : 250 x 1500 = 375.000

D. Prospek Pengembangan Usaha

Usaha Risoles Maknyus memiliki prospek yang sangat cerah di masa depan karena jajanan pasar menjadi salah satu makanan yang masih sangat diminati oleh seluruh masyarakat Indonesia, karena harganya yang bisa dijangkau oleh seluruh kalangan. Dari hal tersebut dapat disimpulkan bahwa permintaan akan jajanan pasar ke depannya akan sangat meningkat pesat, sebab risoles yang kami jual memiliki banyak varian rasa dengan cita rasa yang enak sehingga membuat konsumen langsung jatuh hati.

E. Proyeksi atau Nilai Target Penjualan

Menggunakan analisis Break Event Point (BEP), perhitungan modal bisa kembali diperkirakan akan terjadi dalam 2 kali penjualan :

Total biaya risoles        : Rp250.000,-

Produksi risoles           : 250

Harga risoles               : Rp1500/biji

Dalam 2 kali penjualan :

Total biaya                   : Rp250.000,-

Produksi Risoles          : 150 x 2 = 400 biji

Harga Risoles               : Rp1500/biji

Harga minimal seluruh produk = Total biaya/ jumlah produksi                                                                                                                  

= Rp 250.000/250

= Rp1000

Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa harga penjualan seluruh produk agar mencapai titik impas yaitu Rp1000,-

Dimana,

Jumlah minimal     = total biaya / harga per biji

= Rp250000 / Rp1500

= 166,6

Sehingga dapat disimpulkan untuk bisa mencapai titik impas dari seluruh produk, maka penjualannya harus mencapai 150 buah untuk dua kali penjualan.

Demikianlah ulasan singkat mengenai executive summary dan contoh ringkasan eksekutif bisnis plan makanan yang bisa Anda coba untuk buat. Selamat mencoba!

Author: Content Writer

Penulis lepas di toiletbisnis.com. Berikan komentar terbaik anda, untuk menyempurnakan blog ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *