Panduan Tentang Inkaso: Pengertian, Mekanisme, Jenis dan Manfaat

By Content Writer | September 23, 2021
inkaso adalah

Dalam dunia perbankan terdapat banyak istilah, salah satunya Inkaso adalah. Istilah ini sering ditemui dalam dunia perbankan, tapi apakah Kamu mengetahui pengertian Inkaso?

Jika belum, artikel ini akan memberimu informasi tentang pengertian Inkaso, mekanisme, jenis, dan manfaatnya.

Baca juga: Pengertian Bisnis Secara Umum

Inkaso Adalah

Inkaso adalah salah satu layanan dalam dunia perbankan, namun layanan ini tidak dijalankan oleh bank itu sendiri. Layanan Inkaso pada umumnya menggandeng pihak ketiga untuk menjalankan aktivitasnya.

Aktivitas utama dari Inkaso yaitu melakukan penagihan dalam bentuk instrumen perbankan maupun surat berharga yang tidak dapat dilunasi oleh pemberi amanat untuk kegiatannya. Pengertian lain menyebut Inkaso merupakan proses penagihan bilyet giro atau cek dari satu bank kepada bank penerbit di kota berbeda.

Mekanisme Inkaso

Tidak jauh berbeda dengan layanan perbankan lainnya, Inkaso juga memiliki alur dan mekanisme.

Setidaknya ada 3 metode layanan Inkaso yang diatur berdasarkan penerima dan pengirim. Berikut 3 metode dalam layanan Inkaso perbankan:

Metode operasi antar cabang

Layanan Inkaso dengan metode ini dijalankan oleh satu bank induk yang sama, hanya berbeda wilayah kliring/cabang saja.

Misalnya, si X merupakan nasabah sebuah bank B di Bandung yang melakukan pembayaran kepada si Y nasabah dari bank B di Jakarta. Bank B Jakarta yang bertugas melakukan penerimaan cek, juga bertugas menagih ke bank B di Bandung.

Selanjutnya bank B di Bandung akan melakukan konfirmasi kepada si X, dan pembayaran dibebankan kepada si X melalui tabungannya. Jika semua data sudah valid, bank B di Bandung melakukan konfirmasi ke bank B Jakarta.

Dan si Y sebagai pemilik dana, akan menerima dananya dari bank B di Jakarta. Cara ini merupakan yang paling sederhana diantara metode Inkaso lainnya.

Metode bank koresponden

Layanan dengan metode bank koresponden dilakukan ketika bank yang ditunjuk tidak memiliki cabang di wilayah tempat pemberi dana. misalnya si X merupakan nasabah bank A di Kalimantan yang melakukan pembayaran kepada si Y nasabah bank B di Jakarta.

Karena bank B di Jakarta tidak memiliki cabang di wilayah Kalimantan tempat si X, maka dibutuhkan bank C sebagai koresponden.

Bank Z bertugas melakukan perhitungan dan melaporkan kepada Bank A di Kalimantan. Nanti bank A di Kalimantan yang bertugas melakukan pengkreditan ke nasabah bank B.

Proses ini merupakan metode yang paling lama, karena harus melibatkan bank lain sebagai pihak ketiga.

Metode bank sendiri

Metode ini digunakan ketika bank yang ditunjuk memiliki cabang di wilayah yang sama dengan pembeli. Perhatikan ilustrasi di bawah ini:

Si A merupakan nasabah di bank X Kalimantan, si A melakukan pembayaran ke B yang merupakan nasabah bank Y di Jakarta. Karena bank Y mempunyai cabang di Kalimantan, maka cabang tersebut akan mengirimkan ceknya ke bank X.

Tugas bank X yaitu mengkliring dana melalui cek yang dikirim oleh bank Y cabang Kalimantan. Cabang bank Y di Kalimantan bertugas memvalidasi semua data, jika sudah benar, bank Y akan melakukan penagihan kepada si A.

Bank X yang memperoleh informasi tersebut akan melakukan cross check dan menginfomasikan ke cabangnya di wilayah Jakarta, terkait aktivitas penarikan di daerahnya.

Itulah beberapa metode yang sering digunakan dalam pelayanan Inkaso.

Sudah cukup jelas kan dengan metode Inkaso? Sekarang kita beralih membahas tentang jenis-jenis pelayanan Inkaso.

Jenis-Jenis Inkaso

Tidak hanya metode yang dibagi dalam beberapa jenis, pelayanan Inkaso sendiri juga dibedakan dalam 2 kategori.

Kategori pertama pelayanan Inkaso berdasarkan jenisnya, yang dibagi menjadi 2 lagi, yaitu dengan warkat dan tanpa warkat.

Kategori kedua pelayanan Inkaso berdasarkan lalu lintas dana, sama seperti sebelumnya, kategori ini juga dibedakan lagi menjadi 2, yaitu masuk dan keluar. Berikut penjelasan lengkap keduanya:

Kategori pertama: berdasarkan jenis

Inkaso berdasarkan jenisnya dibagi menjadi 2 yaitu Inkaso dengan warkat lampiran dan Inkaso tanpa warkat lampiran.

Inkaso dengan warkat lampiran berarti membutuhkan dokumen penting yang dilampirkan, seperti polis asuransi, kuitansi, faktur, atau dokumen lain yang disetujui oleh pihak bank.

Sedangkan Inkaso tanpa warkat lampiran tidak memerlukan dokumen apapun untuk dilampiran. Inkaso yang tidak membutuhkan lampiran seperti bilyet giro, cek, dan surat berharga lainnya yang disahkan oleh bank.

Kategori kedua: berdasarkan lalu lintas dana

Berdasarkan lalu lintas dana, Inkaso dibedakan menjadi 2 jenis, yaitu Inkaso masuk dan Inkaso keluar.

Untuk Inkaso masuk terjadi apabila tagihan masuk sebagai beban rekening nasabah. Dan keuntungan akan diberikan kepada pihak ketiga melalui bank cabang pemrakarsa.

Sedangkan Inkaso keluar merupakan layanan Inkaso berdasarkan permintaan nasabah. Terjadi ketika tidak tersedia cabang bank yang sama seperti penerima, oleh karenanya membutuhkan bantuan pihak ketiga untuk melakukan penagihan.

Itulah beberapa jenis layanan Inkaso yang disediakan bank. Selanjutnya, artikel ini akan membahas dari sisi manfaat layanan Inkaso. Yuk simak terus informasinya.

Manfaat Inkaso

Manfaat pertama yang dirasakan konsumen Inkaso yaitu efisiensi waktu. Misalkan seorang nasabah ingin menagih warkat kepada orang yang meminjam, tapi orangnya berada di luar kota.

Jika melakukan penagihan sendiri tentu akan memakan waktu, biaya, dan tenaga lebih. Oleh karenanya layanan Inkaso ini hadir untuk menghemat pengeluaranmu. Tertarik menggunakan layanan ini? simak terus informasinya terlebih dahulu.

Selanjutnya manfaat Inkaso yaitu efisiensi waktu. Melakukan penagihan sendiri kepada peminjam tidak hanya memakan biaya besar, juga menghabiskan waktumu.

Nah, dengan layanan Inkaso yang disediakan oleh perbankan ini akan membantumu menghemat waktu dalam melakukan penagihan warkat.

Dan manfaat layanan Inkaso yang terakhir yaitu terhindar dari resiko kehilangan. Pengguna bilyet giro pada dasarnya mereka yang sering melakukan pengiriman dan pembayaran dalam jumlah besar.

Oleh karenanya layanan Inkaso hadir untuk memberikanmu perlindungan dalam melakukan transaksi antar bank.

Itulah beberapa manfaat Inkaso yang dirasakan oleh para konsumen. Tertarik menggunakan layanan ini?

Tunggu dulu, simak penjelasan berikutnya tentang layanan bank selain Inkaso.

Layanan Bank Lainnya

Banyak jenis layanan dalam perbankan, selain Inkaso masih banyak lagi layanan yang ditawarkan oleh pihak perbankan. Layanan pertama yang mirip Inkaso yaitu kliring, sama-sama penagihan warkat, tapi dalam lingkup satu kota.

Jadi proses penagihannya hanya membutuhkan waktu singkat dan biayanya tergantung pihak perbankan.

Layanan kedua yang disediakan pihak perbankan yaitu Safe Deposit Box. Layanan ini menawarkan nasabah penyewaan box untuk menyimpan surat-surat berharga.

Layanan ini akan memberikan jaminan keamanan atas barang yang dititipkan, baik dari pencurian maupun kebakaran. Untuk mendapatkan pelayanan ini, Kamu akan dikenakan biaya sewa sesuai ketetapan pihak bank.

Layanan perbankan selanjutnya yaitu kartu kredit, menjadi salah satu layanan bank yang paling popular.

Dengan kartu kredit, nasabah bisa melakukan tarik tunai dan pembayaran di sejumlah tempat.

Pengguna layanan ini akan dikenakan iuran tahunan sesuai dengan perjanjian. Tidak hanya itu, pengguna kartu kredit wajib melunasi tagihan dan bunga tepat waktu.

Layanan keempat yang ditawarkan perbankan yaitu bank note, layanan penukaran valuta asing. Layanan ini dilakukan mengacu pada kurs yang berlaku.

Kemudian, layanan kelima yang juga popular dalam dunia perbankan yaitu bank garansi.

Layanan ini banyak dipilih oleh pemilik usaha, karena layanan ini memberikan fasilitas untuk mengembangkan aktivitas dalam usahanya.

Besaran fasilitas yang diberikan pihak bank diukur berdasarkan potensi perkembangan bisnis nasabah tersebut.

Layanan Letter Of Credit (L/C) merupakan layanan perbankan yang sangat dibutuhkan oleh pebisnis yang bergerak dalam bidang usaha impor dan ekspor.

L/C merupakan surat kredit yang dikeluarkan oleh pihak bank dan diberikan kepada importir maupun eksportir. Dan selanjutnya keduanya melakukan transaksi pembayaran atas impor ataupun ekspor yang mereka lakukan.

Layanan L/C sendiri dibedakan dalam beberapa jenis, Kamu bisa memilih sesuai dengan kebutuhan.

Tidak hanya bergerak dalam bidang pembayaran, perbankan juga menyediakan layanan menghimpun dana, antara lain:

Demand Deposit

Merupakan layanan penyimpanan uang yang penarikannya dilakukan melalui bilyet giro dan cek. Bunga rendah yang dibebankan kepada nasabah, membuat layanan ini banyak dipilih untuk menabung/menyimpan uang dalam jumlah yang sangat banyak.

Saving Deposit

Layanan ini pasti tidak asing bagi pengguna kartu ATM suatu bank. Layanan ini memungkinkan nasabah untuk menyimpan uang dan melakukan penarik melalui ATM. Setiap bank memiliki besaran bunga tabungan yang berbeda.

Time Deposit

Merupakan jenis simpanan yang penarikannya tidak bisa dilakukan sewaktu-waktu. Ada jangka waktu yang ditentukan, sebelum jangka waktu tersebut uang tidak akan bisa ditarik.

Selain bidang pembayaran dan penghimpunan dana, perbankan juga memiliki layanan untuk menyalurkan dana, antara lain:

Kredit investasi

Layanan kredit investasi diberikan kepada nasabah yang melakukan investasi, seperti membangun pabrik, membeli peralatan pabrik, dan lain-lain.

Kredit konsumtif

Kredit ini diberikan kepada nasabah untuk keperluan pribadi. Keperluan yang dimaksud yaitu kredit rumah, kredit mobil, kredit motor, dan keperluan pribadi lainnya.

Kredit profesi

Dosen, dokter, dan pengacara merupakan profesi yang memiliki privilege untuk bisa mengakses layanan ini. Karena memang pada dasarnya layanan ini hanya diberikan kepada seseorang dengan profesi tertentu saja.

Kredit modal kerja

Layanan perbankan ini diberikan kepada nasabah untuk modal usaha. Namun, kredit jenis ini memiliki jangka waktu yang pendek, yaitu tidak lebih dari 1 tahun. Umumnya kredit ini diambil untuk membayar gaji karyawan, membayar bahan baku, dan kredit modal kerja lainnya.

Kredit perdagangan

Hampir mirip dengan kredit modal kerja, kredit perdagangan ini diberikan kepada para pedagang untuk mengembangkan aktivitas dagangnya. Kredit ini biasanya dimanfaatkan nasabah untuk membeli stock barang kepada supplier maupun agen.

Kredit produktif

Merupakan layanan perbankan dalam hal menyalurkan dana yang terakhir. Kredit produktif diberikan kepada nasabah untuk investasi, perdagangan, atau kegiatan yang menghasilkan untung lainnya. Dari keuntungan tersebut itulah yang digunakan untuk mengembalikan dana kredit yang dipinjamkan oleh pihak bank.

Inkaso adalah bukan layanan satu-satunya yang ditawarkan pihak bank, banyak layanan lain yang disediakan.

Seperti penjelasan di atas, setidaknya ada 3 layanan perbankan, yaitu penghimpunan dana, penyaluran dana, dan layanan perbankan lainnya.

Author: Content Writer

Penulis lepas di toiletbisnis.com. Berikan komentar terbaik anda, untuk menyempurnakan blog ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *