6 Instrumen Investasi yang Bagus dan Menguntungkan

By toiletbisnis | Juni 16, 2021
Instrumen Investasi yang Bagus dan Menguntungkan

Apakah Anda baru dalam berinvestasi? Maka penting bagi Anda untuk mengetahui dan memahami jenis dasar investasi yang tersedia untuk Anda. Instrumen keuangan berikut adalah opsi investasi yang umumnya tersedia untuk Anda di pasar investasi. Berikut 5 instrumen investasi yang bagus, aman, dan menguntungkan untuk pemula.

Deposito (Certificate of Deposits/CDs)

Deposito adalah jenis rekening simpanan khusus yang biasanya menawarkan tingkat bunga yang lebih tinggi daripada rekening tabungan biasa. Saat Anda membeli Deposito, Anda menginvestasikan sejumlah uang untuk jangka waktu tertentu. Biasanya, semakin lama periodenya, semakin tinggi tingkat bunganya. Ada hukuman atau denda untuk penarikan lebih awal.

Saham

Saham merupakan salah satu instrumen investasi terbaik, relatif aman jika memilih perusahaan yang tepat, dan menguntungkan. Ketika Anda membeli saham, Anda memiliki sebagian dari aset perusahaan. Jika perusahaan berjalan dengan baik, Anda mungkin menerima dividen berkala dan/atau dapat menjual saham Anda dengan untung. Jika kinerja perusahaan buruk, harga saham bisa turun dan Anda bisa kehilangan sebagian atau seluruh uang yang Anda investasikan.

Obligasi

Lebih aman dari saham, Obligasi adalah sertifikat utang yang diterbitkan oleh pemerintah atau perusahaan dengan janji untuk membayar sejumlah uang tertentu di masa depan dan membawa bunga pada tingkat tetap. Jangka waktu obligasi dapat berkisar dari beberapa bulan hingga 30 tahun. Obligasi adalah instrumen yang dapat diperdagangkan dan umumnya dianggap lebih aman daripada saham karena pemegang obligasi dibayar sebelum pemegang saham jika perusahaan bangkrut. Lembaga pemeringkat obligasi independen menilai kemungkinan obligasi tertentu akan gagal bayar.

Reksa Dana

Reksa dana umumnya merupakan kumpulan uang yang dikelola secara profesional dari sekelompok investor. Manajer reksa dana menginvestasikan dana Anda dalam sekuritas, termasuk saham dan obligasi, instrumen pasar uang atau kombinasinya, berdasarkan tujuan investasi dana tersebut. Dengan berinvestasi di reksa dana, Anda dapat melakukan diversifikasi, sehingga mengurangi risiko Anda secara tajam. Sebagian besar reksa dana membebankan biaya. Anda sering membayar pajak penghasilan atas keuntungan Anda.

Cryptocurrency

Pasar kripto (cryptocurrency) sedang mengalami tren naik (bullish). Ini ditandai dengan kenaikan harga crypto – seperti yang populer, Bitcoin (BTC), Ripple (XRP), Dogecoin (Doge), Cardano (ADA), Ethereum (ETH), Binance Coin (BNB), dll. Setiap crypto memiliki proyek masing-masing, namun mereka sebagai besar menganut sistem keuangan terdesentralisasi (tidak terpusat) sehingga tidak membutuhkan otoritas pusat atau perantara. Ini menjadi semakin menarik ketika perusahaan top dunia ikut membeli dan investasi crypto.

Forex

Foreign exhange atau forex atau valas adalah salah satu instrumen trading/investasi yang paling likuid. Pasalnya, trading forex bisa mencapai volume transaksi harian lebih $5 miliar. Pasar forex buka dalam 24 jam dari Senin – Jumat. Tak heran, pasar forex menjadi pasar paling aktif di dunia, bahkan mengalahkan saham. Namun, trading forex relatif belum dilirik oleh sebagian masyarakat Indonesia yang lebih condong ke saham. Padahal, potensi besar juga lebih cenderung ada di pasar forex.

Simpulan

Pada dasarnya, investasi adalah sesuatu yang harus dilakukan, jika Anda ingin memiliki uang yang tumbuh. Sebagian orang menganggap menabung di bank adalah konsep yang tepat, padalah itu hanya akan tergilas oleh inflasi. Bank membuat Anda miskin. Investasi terbaik selalu berisiko, apakah kecil atau besar. Namun, dengan pengetahuan dan strategi yang tepat, Anda bisa meminimalkan risiko. Ingat, risiko selalu ada, tidak ada hidup tanpa risiko. Lalu, pastikan untuk memilih instrumen investasi yang fit untuk Anda. Jangan FOMO alias ikut-ikutan orang lain. Pastikan selalui mengelola risiko dan belajar riset sendiri sebelum mengambil keputusan. Terakhir, jangan lupa melakukan diversifikasi investasi untuk meminimalkan risiko.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *