Jenis-Jenis Investasi dan Penjelasannya Lengkap

By Content Writer | Maret 21, 2021
Jenis Jenis Investasi

Sebelum mengetahui apa saja jenis-jenis investasi, ada baiknya Anda mengetahui terlebih dahulu apa itu investasi.

Investasi merupakan sebuah aktifitas dalam menempatkan dana atau modal kepada suatu pihak dengan tujuan pemodal akan mendapatkan keuntungan dalam periode tertentu.

Investasi juga biasa disebut penanaman modal. Investasi dalam bahasa Italia adalah investire yang artinya menggunakan.

Baca juga: Istilah dalam Trading Saham

Beberapa pengertian dari para tokoh akan membantu Anda lebih memahami apa itu investasi:

Mulyadi

Investasi adalah sebuah pengaitan sumber dana dalam jangka panjang yang bertujuan untuk mendapatkan keuntungan di masa yang akan mendatang.

Sunariyah

Investasi adalah suatu penanaman modal untuk beberapa aktifitas yang memiliki jangka waktu lama dengan harapan mendapatkan laba di masa depan.

James C Van Horne

Investasi adalah suatu aktifitas memanfaatkan dana simpanan pada saat ini yang bertujuan  untuk mendapatkan hasil dari masa yang akan datang.

Supriyono

Investasi adalah kepemilikan sumber-sumber dalam waktu lama yang akan memberikan manfaat pada periode yang akan datang.

Fitz Gerald

Investasi adalah suatu upaya penarikan macam-macam sumber dana yang digunakan untuk modal pada masa sekarang. Barang modal tersebut kemudian akan menghasilkan keuntungan di masa depan.

Seseorang yang berinvestasi disebut investor atau pemegang saham. Proses investasi meliputi pihak investor akan menanamkan sejumlah modal yang bisa berbentuk uang maupun aset ke sebuah lembaga atau pihak.

Aset ataupun uang yang telah diinvestasikan akan dikembangkan oleh pihak pengelola.

Apabila investasi telah mendapatkan keuntungan, pihak pengelola sebagai pihak kedua akan membagikan keuntungan kepada investor dengan persetujuan antara kedua pihak.

Jenis-Jenis Investasi

Terdapat berbagai jenis investasi yang dapat Anda pilih untuk mendapatkan keuntungan yang Anda butuhkan.

Jenis investasi ada yang terbagi dalam kategori waktu seperti investasi jangka panjang dan investasi jangka pendek, ada juga yang berdasarkan lokasi seperti investasi internasional.

Anda dapat memahami berbagai jenis investasi beserta penjelasannya sebagai berikut:

Investasi Jangka Pendek

Jenis Jenis Investasi

Pada investasi jangka pendek, periode untuk mendapatkan timbal balik dari penanaman modal memiliki waktu yang singkat.

Hasil timbal balik dapat dilihat setelah melalui 3 sampai 12 bulan. Jenis investasi ini juga disebut sebagai investasi sementara.

Investasi ini memungkinkan Anda untuk mengamankan dana yang dimiliki sambil menunggu peluang investasi yang lebih besar.

Sebelum melakukan investasi jangka pendek, Anda bisa mempelajari kelemahan dan kelebihan dari jenis investasi ini.

Kelebihan utama dari investasi jangka pendek adalah investor dapat melakukan pencairan uang secara lebih fleksibel. Hal ini karena investor tidak perlu menunggu untuk mengonversi aset menjadi tunai.

Keuntungan paling menonjol lainnya yaitu investor dapat mengambil keuntungan besar dalam waktu singkat.

Anda yang membutuhkan dana besar dan mendapatkan keuntungan dalam waktu cepat bisa memilih jenis investasi jangka pendek.

Walaupun investasi jangka pendek memiliki kelebihan yang cukup menarik, terdapat beberapa kelemahan yang juga harus diperhatikan oleh Anda ketika memilih investasi jangka pendek.

Investasi yang berjangka pendek mengakibatkan investor harus memiliki waktu yang banyak dan kecermatan dalam memonitor pergerakan nilai instrumen investasi.

Selain itu, kelemahan fatal lainnya adalah investasi jangka pendek berisiko mengalami penurunan keuntungan yang lebih tinggi.

Investasi Jangka Panjang

Jenis Jenis Investasi

Jenis investasi selanjutnya dari investasi berdasarkan kategori waktu adalah investasi jangka panjang, Sesuai dengan namanya, investasi jangka panjang adalah penanaman modal dalam jangka waktu lebih dari satu tahun.

Berbeda dengan investasi jangka pendek yang fokus pada keuntungan dari pengembalian secara cepat, pada investasi jangka panjang lebih bertujuan untuk menguasai sebuah perusahaan.

Bagi Anda yang menginginkan investasi jangka panjang, maka harus cukup bersabar, karena investasi jangka panjang lebih memakan waktu yang lama.

Perbedaan lain dari investasi jangka panjang dengan investasi jangka pendek adalah investasi jangka panjang cenderung tidak akan dijual selama bertahun-tahun.

Investasi jangka panjang memiliki beberapa tujuan antara lain:

  • Memperoleh penghasilan pasif pada setiap periode, seperti dividen, bunga, atau bunga sewa.
  • Mengarahkan pada dana khusus.
  • Memperkecil risiko.

Investasi Syariah

Jenis Jenis Investasi

Investasi Syariah merupakan investasi yang memegang prinsip-prinsip dasar Islam dan tidak bertentangan dengan agama Islam.

Dalam investasi syariah, hal-hal yang bertentangan dengan agama Islam dilarang, seperti riba, rokok, alkohol, dan judi.

Investasi Internasional

Jenis Jenis Investasi

Investasi internasional atau juga lebih dikenal dengan sebutan investasi asing langsung merupakan jenis investasi dalam sebuah aset produktif di suatu negara dengan investor yang berasal dari luar negeri.

Investor dapat berasal dari perseorangan maupun perusahaan. Perusahaan yang ada dalam investasi internasional merupakan perusahaan multinasional karena beroperasi lebih dari satu letak geografis.

Investasi internasional merupakan aspek yang mampu menumbuhkan hubungan yang stabil antar negara.

Investasi internasional juga berfungsi sebagai media promosi dari perdagangan internasional, sehingga mampu meningkatkan pertumbuhan ekonomi.

Jenis-Jenis Investasi Jangka Pendek

Reksadana

Jenis Jenis Investasi

Reksadana adalah sebuah tempat dan pola pengelolaan dana atau modal bagi para investor untuk diinvestasikan ke dalam instrumen-instrumen investasi pada pasar modal dengan cara membeli unit reksadana.

Dana akan diinvestasikan dalam bentuk portofolio efek oleh manajer investasi. Investasi reksadana terbagi menjadi dua jenis, yaitu reksadana terbuka dan reksadana tertutup.

Reksadana Saham adalah jenis reksadana yang bisa dijual kembali oleh pihak manajer investasi, sedangkan reksadana tertutup adalah jenis reksadana yang tidak dapat di jual kembali.

Dalam jenis investasi reksadana, investasi ini memiliki beberapa jenis berdasarkan portofolionya, antara lain reksadana saham, reksadana campuran, reksadana pendapatan tetap, reksadana pasar uang, dan reksadana index.

Tentu dalam setiap investasi memiliki beberapa manfaat bagi para investor. Manfaat memilih investasi reksadana antara lain:

  • Manajemen yang profesional.
  • Diversifikasi investasi.
  • Pengelolaan dana yang transparan.
  • Likuiditas yang tinggi.
  • Biaya rendah.
  • Minim Risiko.

Setelah mengetahui lebih jauh tentang investasi reksadana, lalu bagaimana cara memulainya?

Berikut 4 langkah sebelum Anda memulai investasi reksadana:

  • Lakukanlah transaksi pada hari bursa.
  • Nilai Aktiva Bersih (NAB) sebagai dasar transaksi.
  • Perhatikan batas waktu.
  • Dapatkan surat konfirmasi transaksi pembelian reksadana.

Deposito

Jenis Jenis Investasi

Jenis investasi jangka pendek lainnya adalah investasi deposito. Di antara beberapa jenis investasi, investasi deposito merupakan jenis investasi paling aman dibandingkan dengan investasi lainnya.

Pada investasi deposito, produk investasi memiliki tingkat pengembalian yang lebih tinggi daripada tabungan biasa.

Jika keuntungan dari investasi deposito adalah pengembalian yang tinggi, maka kelemahan dari investasi ini adalah pengembalian tidak dapat dicairkan di sembarang waktu.

Tenor waktu pengembalian dari investasi deposito mulai dari 1 bulan, 3 bulan, 6 bulan, hingga 12 bulan.

Untuk lebih jelasnya, investasi deposito memiliki beberapa kelebihan antara lain:

  • Keuntungan investasi yang terjamin.
  • Kerugian karena inflasi dapat teratasi.
  • Penghasilan reguler teratur.
  • Fleksibilitas tenor deposito.
  • Menumbuhkan kebiasaan menabung.

Untuk memulai investasi deposito, Anda dapat memulainya hanya dengan memiliki rekening bank, kartu identitas diri dan satu buah materai untuk membuka maupun menarik deposito.

P2P Lending

Jenis Jenis Investasi

Investasi P2P Lending atau juga bisa disebut Peer to Peer Lending adalah jenis investasi yang populer di kalangan generasi milenial.

Investasi P2P Lending adalah investasi dengan menghimpun dana melalui sebuah platform atau perusahaan fintech yang nantinya dana tersebut akan dipinjamkan kepada suatu usaha baik itu usaha kecil maupun berskala besar.

P2P Lending memiliki berbagai kelebihan yang membuat banyak kaum muda memilih jenis investasi ini, diantaranya besaran uang investasi mulai dari Rp 100.000,- dan memiliki manajemen risiko yang terukur.

Dalam menjalankan investasi jangka pendek, Anda perlu memperhatikan beberapa hal dan menyusun beberapa strategi agar aktifitas investasi mampu memberikan laba bagi Anda.

Hal pertama yang harus dilakukan adalah menentukan instrumen investasi. Dalam memilih instrumen investasi, anda harus benar-benar berhati-hati dalam menentukan.

Sebelum memilih, Anda perlu mempelajari semua instrumen investasi, seperti keuntungan, kerugian, dan cara kerjanya.

Kedua, anda harus menyusun strategi dalam melakukan verifikasi portofolio. Hal tersebut berguna untuk melindungi keuangan Anda dari kerugian. Terakhir, jangan panik dalam melakukan investasi.

Hal ini merupakan kunci utama dalam melakukan investasi. Sebagai contoh apabila nilai investasi turun, jangan panik sehingga Anda buru-buru menjual investasi tersebut, karena masih ada kemungkinan lain yang bisa terjadi.

Jenis-Jenis Investasi Jangka Panjang

Investasi jangka panjang mempunyai beberapa jenis. Sebelum memilih investasi ini anda perlu mengetahui beberapa jenisnya. Berikut beberapa jenis investasi jangka panjang:

Emas

Jenis Jenis Investasi

Emas menjadi jenis investasi yang sudah tidak asing bagi banyak kalangan masyarakat.

Bahkan orang yang awam yang akan berinvestasi, akan memilih jenis investasi emas untuk mendapatkan keuntungan.

Alasan emas menjadi primadona dalam dunia investasi karena emas cenderung mengalami peningkatan nilai dari tahun ke tahun.

Selain itu, emas juga tidak mengalami penurunan nilai yang signifikan.

Ada beberapa hal yang harus Anda perhatikan dalam melakukan investasi emas, antara lain sebagai berikut:

  • Mengecek harga emas.
  • Memilih cara investasi.
  • Memilih cara penyimpanan.
  • Menentukan waktu untuk mencairkan emas.

Saham

Jenis Jenis Investasi

Investasi saham merupakan investasi jangka panjang dengan cara membeli saham-saham perusahaan-perusahaan saham oleh sebuah perusahaan atau perorangan yang bertujuan untuk mendapatkan pendapatan tambahan di luar pendapatan pokok.

Sedangkan saham sendiri adalah instrumen pasar modal yang berguna untuk kelangsungan hidup sebuah perusahaan.

Investasi saham terbagi menjadi beberapa jenis berdasarkan sektornya. Jenis-jenis investasi saham antara lain:

1. Agriculture

Pada jenis investasi saham sektor agriculture, investasi ada dalam bentuk bidang perkebunan, peternakan, kehutanan, perikanan dan jasa-jasa yang terkait dengan bidang tersebut.

2. Mining

Saham pada sektor mining terdiri dari bidang pertambangan dan penggalian, yang di antaranya adalah pertambangan minyak dan gas bumi, biji logam, tanah liat, penggalian batu-batuan, penggalian garam, bahan kimia, serta penambangan aspal dan gamping.

3. Basic Industry & Chemicals

Sektor saham pada bidang basic industry & chemicals merupakan sektor yang menjalankan usaha pengubahan material dasar menjadi barang setengah jadi atau barang yang akan digunakan pada sektor perekonomian berikutnya.

Sedangkan pada industri kimia (chemicals), mencakup industri yang menyediakan bahan-bahan untuk proses produksi berikutnya dalam industri farmasi.

4. Consumer Goods Industry

Usaha pada sektor ini meliputi pengolahan bahan dasar atau bahan setengah jadi menjadi barang jadi.

Pada umumnya, hasil olahan merupakan konsumsi untuk rumah tangga seperti, food and beverages, tobacco manufacturers, cosmetics and household.

5. Miscellaneous industry

Pada investasi saham dalam sektor miscellaneous industry, mesin-mesin berat merupakan hasil produksi dari usaha sektor ini.

Hasil dari sektor ini antara lain, footwear, cable, electronics, automotive and component, dan textile.

6. Property, Real Estate, and Building Construction

Sektor bidang ini meliputi usaha pembuatan dan penyediaan energi, sarana transportasi dan telekomunikasi, serta pembangunan infrastruktur.

Bangunan instruktur merupakan bangunan fasilitas  umum seperti jalan tol, pelabuhan dan bandara.

7. Finance

Finance merupakan sektor yang berkaitan dengan keuangan, meliputi lembaga pembiayaan, asuransi, perantara keuangan, dan perusahaan investasi.

8. Trade, Service, and Investment

Sektor ini bergerak pada bidang perdagangan dalam partai besar dan kecil. Sektor ini meliputi restaurant, hotel and tourism, advertising, printing and media, dan healthcare.

Saham ada karena adanya perusahaan. Awal munculnya saham berlatar belakang berdirinya perusahaan dengan mengandalkan modal yang cukup besar.

Pada umumnya, pemilik perusahaan tidak menggunakan dananya sendiri untuk membangun perusahaan miliknya.

Sebagai sebuah perusahaan, tentu semakin berkembangnya sebuah perusahaan, maka modal yang dibutuhkan akan terus bertambah.

Beberapa keperluan seperti memproduksi barang dan jasa yang bisa diterima konsumen, akan memerlukan modal yang cukup banyak.

Banyaknya kebutuhan dari perusahaan maka sebanding dengan jumlah modal yang dibutuhkan.

Oleh karena itu, perusahaan membuka kesempatan untuk berinvestasi dengan menanamkan modalnya kepada investor.

Kemudian, para investor akan mendapatkan keuntungan sesuai dengan persentase saham yang dimiliki investor di perusahaan tersebut dengan kesepakatan yang sudah disetujui sebelumnya.

Pada investasi saham, tidak semua keuntungan berbentuk tunai. Beberapa perusahaan menyediakan keuntungan berupa pemberian lembar saham baru.

Pemberian saham baru dikatakan dapat lebih menarik bagi investor dibandingkan keuntungan dalam bentuk tunai.

Hal tersebut terjadi karena semakin banyak keuntungan tunai yang didapat maka semakin  banyak juga pajak yang harus dibayarkan.

Kebanyakan investor akan memilih untuk memiliki lembar saham baru, sehingga mampu mendapatkan keuntungan yang berlipat.

Mereka juga akan menarik keuntungan secara tunai apabila dana dari keuntungan benar-benar dibutuhkan.

Setelah mengetahui jenis dan proses investasi saham, maka untuk lebih meyakinkan Anda, Anda harus mengetahui apa saja kelebihan dan kelemahan dari investasi saham.

Pertama, Anda dapat mengetahui kelebihan dari investasi saham terlebih dahulu. Kelebihan pertama dari investasi saham adalah dividen. Dividen adalah keuntungan perusahaan yang dibagikan kepada setiap pemegang saham.

Tidak semua keuntungan berbentuk tunai dibagikan kepada pemegang saham.

Beberapa keuntungan akan ditanamkan kembali pada perusahaan untuk biaya operasional perusahaan.

Perusahaan dapat menentukan jenis keuntungan yang didapat oleh pemegang saham.

Investor atau pemegang saham dapat mendapatkan keuntungan berupa tunai maupun saham. Hal tersebut ditentukan dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS).

Kelebihan kedua adalah sebagai pemegang saham Anda mendapatkan capital gain dari perusahaan.

Capital gain adalah keuntungan dalam bentuk lain selain dividen. Capital gain adalah selisih di antara harga beli dan harga jual.

Contoh dari keuntungan berupa capital gain adalah, misalnya investor membeli saham sebuah perusahaan dengan harga saham Rp. 6000,- kemudian perusahaan menjualnya sebesar Rp. 6500,- per saham, dengan begitu capital gain yang didapatkan adalah Rp 500,- untuk setiap saham.

Keuntungan jenis ini berlaku pada perusahaan yang tidak memberikan keuntungan dalam bentuk dividen.

Perlu dipahami, setiap investasi memiliki kelemahan berupa risiko yang perlu Anda ketahui.

Terdapat beberapa risiko di antaranya, risiko tidak memperoleh dividen, risiko capital loss, dan risiko likuidasi.

Risiko pertama dari investasi saham adalah risiko tidak memperoleh dividen. Tidak semua perusahaan menerapkan keuntungan berupa dividen. Beberapa perusahaan mengandalkan keuntungan pada capital gain.

Jika pada capital gain, saham mengalami kenaikan dan memperoleh selisih keuntungan, pada risiko capital loss terjadi kebalikannya.

Harga saham justru mengalami penurunan sehingga memberikan kerugian bagi pemegang saham dan perusahaan.

Contoh dari capital loss adalah apabila pemegang saham membeli sebuah saham sebesar Rp. 4000,- akan tetapi saham tersebut mengalami penurunan hingga mencapai nilai Rp. 3500,- , karena penurunan nilai tersebut, maka terpaksa saham tersebut dijual dengan harga Rp. 3500’-. Maka investor akan mengalami kerugian sebesar Rp. 500,- per saham.

Risiko terbesar dari investasi saham adalah risiko likuidasi. Risiko likuidasi terjadi saat perusahaan dikatakan bangkrut oleh perusahaan.

Tentu saja hal tersebut membuat perusahaan tidak dapat memberikan keuntungan pada investor.

Jika perusahaan masih memiliki sisa kekayaan, maka perusahaan masih mampu untuk membagi sisa keuntungan kepada seluruh pemegang saham.

Namun, apabila tidak terdapat sisa kekayaan perusahaan. Maka pemegang saham tidak dapat mendapatkan keuntungan yang seharusnya didapatkan.

Anda harus terus mengasah ilmu berinvestasi untuk mendapatkan hasil maksimal dalam mendapatkan keuntungan dan menghindari kerugian.

Oleh karena itu Anda perlu mencatat beberapa kesalahan yang harus Anda hindari saat melakukan investasi saham sebagai berikut:

  • Perencanaan investasi yang kurang jelas.
  • Mengharapkan keuntungan besar dalam jangka waktu yang singkat.
  • Mengambil keputusan dengan gegabah.
  • Terpengaruh dengan bisnis yang memberikan keuntungan besar dalam sekejap.
  • Berinvestasi pada satu jenis saham saja.
  • Tidak memilih saham yang memiliki prospek bisnis yang baik.
  • Tergoda dengan saham yang mudah naik turun nilai sahamnya.
  • Tidak mau mempelajari kesalahan dalam berinvestasi dan tidak sabar untuk mendapatkan keuntungan.
  • Tidak mempelajari ilmu dasar saham, seperti laporan keuangan perusahaan, cek harga pergerakan saham dan lain-lain.

Jika Anda sudah cukup memahami investasi saham secara detail, maka mulailah untuk segera berinvestasi. Pilihlah jenis investasi saham yang paling menguntungkan bagi Anda.

Jenis-Jenis Investasi Syariah

Bagi Anda yang ingin memilih untuk menanamkan modal pada investasi syariah, Anda dapat mengetahui beberapa jenis investasi syariah, di antaranya:

Investasi Saham Syariah

Investasi saham syariah adalah investasi bagi hasil usaha dengan menerapkan prinsip-prinsip syariah. Produk-produk dalam saham syariah harus dinyatakan halal oleh MUI (Majelis Ulama Indonesia).

Pada investasi saham syariah, keuntungan dan kelebihan saham ini sama dengan saham pada umumnya, seperti adanya dividen dan capital gain.

Sebuah saham dapat dikatakan sebagai saham syariah apabila memenuhi kriteria untuk dimasukkan ke dalam DES (Daftar Efek Syariah).

DES adalah kumpulan dari efek yang tidak bertentangan dengan nilai-nilai prinsip syariah yang telah ditetapkan oleh OJK (Otoritas Jasa Keuangan) atau pihak penerbit DES.

DES adalah acuan dalam setiap pelaku pasar modal syariah dalam melakukan kegiatan di pasar modal syariah.

Lalu apa saja kriteria sebuah saham agar dapat masuk ke dalam DES (Daftar Efek Syariah)?

Berikut beberapa kriteria untuk saham syariah yang perlu Anda ketahui:

  • Melakukan kegiatan yang melanggar prinsip syariah, seperti  perjudian, jasa keuangan ribawi, jual beli risiko yang berunsur ketidakpastian, dan memproduksi, mendistribusi, menyediakan barang atau jasa haram yang dapat merusak moral.
  • Utang yang berbasis pada bunga tidak lebih dari 45% total aset.
  • Total pendapatan non halal tidak melebihi dari jumlah 10%.
  • Tidak melakukan transaksi yang tidak sesuai dengan prinsip pasar modal syariah.

Reksadana Syariah

Sama halnya dengan reksadana konvensional, reksadana syariah dikelola oleh badan hukum yang disebut Manajer Investasi (MI).

Maka reksadana syariah adalah sebuah wadah untuk mengumpulkan dana masyarakat untuk diinvestasikan dengan ketentuan yang sesuai dengan prinsip syariah Islam.

Untuk mengetahui lebih detail terkait reksadana syariah, Anda perlu mengetahui fakta-fakta reksadana syariah yang dirangkum sebagai berikut:

  • Prosedur investasi pada  reksadana syariah, telah dijamin kesyariahannya oleh DPS.
  • Reksadana syariah dijalankan oleh unit khusus.
  • Reksadana syariah berdasar pada efek syariah luar negeri di Indonesia.
  • Pasar modal reksadana tersedia secara offline maupun online.

Deposito syariah

Deposito syariah adalah sebuah produk perbankan  yang merupakan simpanan berjangka yang dijalankan dengan prinsip syariah yang mengutamakan transparansi dalam bertransaksi.

Perbedaan deposito syariah dengan deposito konvensional adalah pada deposito syariah, pemegang saham tidak akan mendapatkan bunga.

Hal tersebut dikarenakan dalam Islam, bunga pada investasi hukumnya adalah haram. Dalam deposito syariah, diterapkan sistem bagi hasil atau yang bisa disebut nisbah.

Dalam menentukan cara untuk membagi hasil yang digunakan dalam investasi deposito syariah dengan cara mengalikan nominal deposito dengan persentase bagi hasil, kemudian hasilnya dikalikan dengan keuntungan bank di bulan tersebut.

Akad mudharabah berlaku pada sistem investasi syariah. Akad mudharabah adalah sebuah cara untuk melakukan perhitungan dalam pembagian hasil keuntungan (nisbah).

Sebelum Anda membuka deposito syariah, Anda akan mengisi akad yang berisi perjanjian mengenai dana yang anda investasikan dengan pihak bank.

Di dalam akad akan diatur mengenai pemilihan instrumen investasi yang akan dilakukan oleh bank untuk dana Anda.

Terdapat 2 buah opsi  dalam memilih instrumen investasi di deposito syariah yang dapat dipilih, antara lain mutlaqah dan muqayyadah.

Dalam opsi mutlaqah, bank akan menentukan instrumen investasi untuk memutar dana, sedangkan muqayyadah adalah opsi yang membiarkan nasabah menentukan instrumen investasi.

Deposito syariah dapat Anda pilih sebagai investasi Anda, karena memiliki beberapa manfaat antara lain:

  • Dana deposito terjamin keamanannya.
  • Perhitungan keuntungan dapat menyesuaikan dengan keinginan Anda.
  • Prosesnya dijamin halal.
  • Dapat dijadikan jaminan pembiayaan.
  • Dapat menjadi investasi simpanan dana darurat.

Investasi Syariah adalah pilihan tepat bagi Anda yang ingin berinvestasi namun tetap dalam syariat agama.

Investasi syariah menggunakan prinsip-prinsip syariah, jadi Anda tidak perlu khawatir untuk tetap berinvestasi.

Dengan investasi syariah Anda tetap mampu mendapatkan keuntungan dengan cara yang halal.

Jenis-Jenis Investasi Internasional

Sama halnya dengan investasi jenis lain, investasi internasional  juga memiliki berbagai macam jenis.

Untuk menambah pengetahuan Anda terkait investasi internasional, berikut adalah beberapa macam jenis investasi internasional:

Investasi Horizontal

Investasi horizontal pada investasi internasional merupakan sebuah investasi yang proses operasi bisnisnya sama persis dengan yang bergerak di negara asalnya.

Bisnis pada investasi horizontal berjalan dengan proses yang sama namun terjadi di negara asing.

Contoh investasi horizontal adalah perusahaan restoran cepat saji McDonald’s di Indonesia dan produsen smartphone yang berbasis di Amerika Serikat namun membuka pabriknya di Cina.

Investasi Vertikal

Investasi vertikal memiliki ciri memasok rantai industri dari negara luar sedangkan untuk operasi perusahaan masih di negara asal.

Sebagai contoh adalah perusahaan McDonald’s yang mengakuisisi peternakan dengan skala besar di Indonesia untuk memproduksi daging bagi restoran mereka.

Investasi Konglomerat

Jenis investasi konglomerat adalah jenis investasi yang tidak memiliki kaitan dengan perusahaan induk.

Investasi konglomerat mengambil konsep usaha patungan dari beberapa perusahaan asing yang telah beroperasi sebelumnya.

Investasi jenis ini terbilang sangat berisiko daripada investasi horizontal dan vertikal.

Investasi konglomerat memiliki sekaligus dua hambatan, yaitu hambatan memasuki negara asing dan hambatan memasuki pasar baru.

Investasi Platform

Investasi platform lebih sering terjadi di negara berbiaya rendah yang di dalamnya terdapat perdagangan bebas.

Proses investasi pada investasi platform, perusahaan akan berekspansi di negara asing akan tetapi output dari operasi asing tersebut diekspor ke negara ketiga.

Perlu Anda ketahui bagi investor asing melakukan investasi di luar negeri akan lebih baik jika mengetahui metodenya.

Terdapat 2 bentuk metode investasi internasional, yaitu metode investasi greenfield dan investasi brownfield.

Dalam investasi brownfield, investor akan membangun dari awal apa saja yang dibutuhkan perusahaan.

Dalam menjalankan bisnis, seperti mempersiapkan infrastruktur, sumber daya manusia, layanan dan sebagainya.

Pada metode investasi brownfield berlaku sebaliknya, para investor hanya memanfaatkan bisnis dan fasilitas yang telah ada.

Investasi Internasional memberikan keuntungan kepada 2 pihak, yaitu bisnis perusahaan dan bagi negara tuan rumah di mana investasi dijalankan.

Berikut beberapa manfaat yang bisa Anda ketahui dari investasi internasional bagi sebuah bisnis:

1. Diverifikasi pasar.

Investasi internasional bermanfaat bagi investor untuk mengeksplorasi pasar baru dan memperluas pasar ke luar negeri.

2. Insentif pajak.

Pada umumnya pemerintah di negara tuan rumah akan memberikan sejumlah insentif berupa pajak yang bertujuan untuk menarik modal asing.

Hal ini menjadi sebuah keuntungan bagi investor karena biaya pajak yang dibayarkan bisa lebih rendah dari negara asal mereka. Dampak dari biaya pajak yang rendah adalah meningkatnya profitabilitas.

3. Tenaga Kerja dan sumber bahan baku menjadi lebih murah.

Di beberapa negara berkembang, biaya upah tenaga kerja dan biaya pembelian bahan baku relatif murah.

Investor mampu memanfaatkan keadaan tersebut untuk meningkatkan profitabilitas.

Keuntungan bagi negara tuan rumah adalah sebagai berikut:

1. Mendorong pertumbuhan ekonomi.

Investasi internasional merupakan salah satu komponen Produk Domestik Bruto (PDB). Oleh karena itu, semakin besar investasi maka semakin besar pula PDB.

2. Pengembangan modal manusia.

Pelatihan bagi para pekerja local dapat meningkatkan kemampuan para pekerja, dengan begitu sumber daya manusia akan meningkat.

3. Peningkatan lapangan kerja.

Operasi bisnis yang berada di negara tuan rumah akan meningkatkan permintaan tenaga kerja yang akan meningkatkan lapangan kerja dan menurunkan tingkat pengangguran.

Walaupun keuntungan dari investasi internasional cukup banyak, akan tetapi kerugian dari investasi internasional tidak dapat dihindari. Kerugian-kerugian yang mungkin saja terjadi antara lain:

  • Ketimpangan.
  • Perampasan tanah.
  • Penciptaan lapangan kerja yang terbatas.
  • Penutupan bisnis lokal.
  • Repatriasi keuntungan.

Dari penjelasan di atas dapat disimpulkan terdapat banyak sekali jenis-jenis investasi.

Dengan mempelajari dan mencari tahu masing-masing jenis investasi, maka Anda dapat lebih cermat dalam memilih investasi yang tepat bagi Anda untuk memperoleh keuntungan.

Segera berinvestasi dari sekarang, agar Anda dapat meraih kesejahteraan di masa yang akan datang.

Anda dapat mengunduh artikel bermanfaat ini di jenis-jenis investasi pdf.

Author: Content Writer

Penulis lepas di toiletbisnis.com. Berikan komentar terbaik anda, untuk menyempurnakan blog ini.

One thought on “Jenis-Jenis Investasi dan Penjelasannya Lengkap

  1. Pingback: Apa Perbedaan Menabung dan Investasi? Lebih Baik Mana?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *