Peluang Usaha Air Isi Ulang – Analisa Modal dan Prospeknya

By Content Writer | Oktober 24, 2020
usaha air isi ulang

Tidak bisa dipungkiri jika usaha air isi ulang saat ini sudah banyak yang melakukan, karena bisnis ini menjadi salah satu bisnis yang memberikan banyak keuntungan, mulai dari jutaan sampai puluhan juta setiap bulannya.

Mau tahu lebih lengkap soal jenis usaha yang satu ini? Simak ulasan lengkapnya berikut ini!

Pembagian Usaha Air Isi Ulang

Bisnis usaha air isi ulang secara umum dibagi menjadi tiga kelompok, diantaranya yaitu:

  • Bisnis air isi ulang biasa, dimana air minum yang dijual umumnya tanpa merk atau merk sendiri tetapi belum terlalu terkenal karena skala penjualannya masih sebatas kabupaten atau kota saja. Harga jualnya mulai dari 4 ribuan sampai 6 ribuan.
  • Bisnis air RO (Reverse Osmosis).
  • Bisnis air mineral bermerk, dimana pengisian air dan perawatan galonnya akan dilakukan langsung oleh pabrik yang bersangkutan sehingga air minum akan dijual dengan harga 18 ribu sampai 20 ribuan.

Dari ketiga jenis bisnis air isi ulang yang telah disebutkan di atas, kali ini kami akan membahas soal bisnis air isi ulang secara mendetail. Bagaimana penjelasannya?

Prospek Bisnis Air Isi Ulang

Ada banyak alasan mengapa bisnis air isi ulang menjadi jenis bisnis yang semakin prospektif, diantaranya adalah sebagai berikut:

  • Air minum menjadi kebutuhan pokok yang sangat diperlukan oleh manusia setiap harinya.
  • Sudah banyak pabrik, kantor, kafe dan tempat baru yang bermunculan sehingga air minum akan menjadi kebutuhan wajib yang harus dipenuhi oleh para pekerjanya.
  • Ada banyak orang tua yang menjadi pekerja, sehingga tidak punya banyak waktu untuk memasak air minum.
  • Bahan baku air minum semakin sulit untuk didapatkan karena air sumur atau air ledeng atau air tanah di beberapa tempat saat ini berbau, berwarna atau berasa sehingga sangat tidak layak untuk dikonsumsi.
  • Semakin banyak pula keluarga yang lebih peduli soal kualitas air minum.

Cara Memulai Bisnis Air Isi Ulang

Ketika Anda ingin memulai bisnis air isi ulang, maka ada beberapa langkah-langkah yang harus disiapkan lebih dulu, diantaranya yaitu sebagai berikut:

1. Memilih lokasi yang tepat

Ketika Anda ingin memulai bisnis air isi ulang, maka sangat penting untuk memilih daerah yang sangat mementingkan ketersediaan air dengan harga yang terjangkau.

Contohnya, pemukiman padat karya yang sedang membangun jalan, gedung dan lain sebagainya, pasti sangat kesusahan air bersih dan mereka akan membutuhkan air bersih, dan mayoritas penduduknya berpenghasilan rendah.

Dengan kondisi seperti itu pastinya peluang untuk usaha isi ulang air minum Anda bisa berkembang akan sangat besar.

2. Mendapat izin dari dinas kesehatan

Biasanya sebelum memulai usaha ini, penyedia depo air harus membantu untuk mengurus perizininan dari Kementerian Kesehatan.

Apabila tidak mendapat bantuan dari penyedia depo air, maka Anda harus melakukan pengurusan sendiri, dan membeli peralatan secara terpisah.

Biasanya peralatan yang dibutuhkan untuk menjalankan bisnis air isi ulang ini, beberapa diantaranya yaitu:

  • Tabung air atau tandon plastik dan aluminium
  • Lemari stainless untuk display
  • Water meter
  • Tabung filter dan ultraviolet
  • Botol galon, penutup, dan tisu.

3. Memahami Aturan mengenai Usaha Depot Air Minum

Keputusan Menteri Perindustrian dan Perdagangan Republik Indonesia Nomor  651 tahun 2004 telah mengatur soal Persyaratan Teknis Depot Air Minum dan Perdagangannya juga telah diatur dalam peraturan Kementerian Perindustrian dan Perdagangan (Kepmenperindag/651/2004). Dimana berdasarkan pasal 2 Kepmenperindag 651/2004, setidaknya beberapa persyaratan ini harus dipenuhi dan dipatuhi oleh pelaku bisnis air isi ulang, yaitu sebagai berikut:

  • TDI atau Tanda Daftar Industri wajib dimiliki depot air minum. Begitu pula TDUP atau Tanda Daftar Usaha Perdagangan, juga wajib dimiliki. Khusus untuk perusahaan dengan total nilai investasi 200 juta. Dan ini belum termasuk bangunan dan tanah di mana lokasi usaha dilakukan.
  • Depot air minum ini wajib untuk mempunyai surat. Surat tersebut yakni Surat Jaminan Pasok Air Baku. Surat didapatkan dari PDAM ataupun perusahaan berwenang lain. Dengan izin pengambilan air melalui instansi berwenang.
  • Terakhir, depot air minum juga harus mempunyai laporan soal hasil uji air minum dari laboratorium pemeriksaan kualitas air yang sudah ditunjuk langsung oleh pemerintah Kabupaten atau kota yang terakreditasi.

Kemudian ada beberapa peraturan Menperindag yang sangat wajib dipatuhi oleh pemilik bisnis yaitu:

  • Air yang dipakai sudah harus memenuhi standar mutu yang sebelumnya sudah ditetapkan dalam Peraturan Menteri Kesehatan.
  • Tidak diizinkan untuk mengambil air dari PDAM yang terdaftar dalam jaringan distribusi rumah tangga.
  • Transportasi air yang digunakan dari lokasi sumber air baku ke depot air minum mesti memakai tangki pengangkut air yang tara pangan (food grade).
  • Produk air minum yang dihasilkan harus sudah memenuhi persyaratan dari kualitas air minum yang sudah ditetapkan dalam Peraturan Menteri Kesehatan.
  • Depot air minum hanya boleh dijual secara langsung ke konsumen yang melakukan pengisian ulang dengan membawa wadah.
  • Tidak boleh melakukan penyetokan air minum pada wadah yang sudah siap jual.
  • Depot tidak diperkenankan untuk menyediakan wadah yang sudah ada bermerknya, tetapi hanya boleh menyediakan wadah tanpa merk alias polos.
  • Pemilik depot harus memeriksakan wadah yang dibawa oleh konsumen lebih dulu apakah layak digunakan atau tidak.
  • Wadah harus dibilas atau dicuci atau disanitas lebih dulu dengan baik dan benar.
  • Tutup wadah yang disediakan oleh depot harus yang polos dan tidak diperkenankan yang bermerk.
  • Depot tidak diperkenankan memasang segel atau shrink wrap pada wadah.

Sebagai catatan: apabila pemilik depot melakukan pelanggaran maka akan dikenakan sanksi berupa teguran lisan, tertulis, penghentian kegiatan usaha sementara sampai dengan pencabutan izin sesuai dengan peraturan yang berlaku.

4. Berguru ke yang sudah berpengalaman

Hal berikutnya yang harus dilakukan yaitu berguru langsung ke orang yang sudah berpengalaman. Anda bisa tanya-tanya ke depot air minum yang ada di kota Anda.

Dengan bertanya Anda bisa mendapatkan banyak informasi penting yang diperlukan seperti apa saja aturan yang berlaku, tutup galon dan tisu, cara menjaga kualitas air dan lain sebagainya.

Cara Menjalankan Bisnis Air Isi Ulang

Ketika Anda ingin memulai usaha ini maka berikutlah cara-cara yang harus diterapkan, yaitu sebagai berikut:

  • Anda bisa menawarkan langsung produk yang dijualkan kepada konsumen, untuk lebih meyakinkan Anda bisa menempel perijinan yang sudah diperoleh dari dinas kesehatan agar konsumen semakin yakin.
  • Membuat spanduk yang besar, mencolok, mudah dibaca dan menarik perhatian.
  • Apabila Anda merupakan pengusaha pertama yang berbisnis air isi ulang, maka usahakan untuk menyediakan peminjaman galon gratis kepada pelanggan di awal-awal, sebab harga galon umumnya dianggap memberatkan mereka.
  • Rajin melakukan promosi, terutama soal menjelaskan bagaimana kualitas dari air minum yang dijual.
  • Rajin membersihkan FRP dan jangan membiarkannya sampai berlumut.
  • Selalu menjaga kualitas air minum dan melakukan pengantaran dengan cepat.
  • Jam kerja karyawan harus jelas bisa dikomunikasikan dengan baik ke konsumen.
  • Menyiapkan modal usaha.

Analisa Modal Bisnis Air Isi Ulang

Dengan perkiraan bisa menjual 40 galon per hari, maka inilah analisis modal dari bisnis air isi ulang:

Modal Usaha Air Isi Ulang Biasa

Paket depo air minum lengkap = Rp20.000.000,-

75 galon = 75 x 20.000 = Rp1.500.000,-

Motor untuk karyawan = Rp6.000.000,-

Total modal awal = Rp26.500.000

Penghasilan Per bulan

Hasil penjualan Air = 40 x Rp6.000 x 30 = Rp 7.200.000,-

Biaya Operasional Per bulan usaha Air Isi Ulang:

Gaji 2 Karyawan = Rp2.000.000,-

sewa tempat usaha = Rp300.000,-

Tutup + Tisu Galon = Rp200.000,-

Air bahan baku = Rp800.000,-

Listrik 500 watt = Rp80.000,-

Bensin Karyawan = Rp100.000,-

Total biaya = Rp3.380.000,-

Perhitungan keuntungan bisnis air isi ulang

Penghasilan setiap bulan = Rp 7.200.000

Biaya operasional bulanan = Rp 3.380.000

Total keuntungan setiap bulan = Rp 3.920.000

Total keuntungan setiap tahun = Rp47.040.000

Cara Menekan Modal dan Biaya Operasional Harian

Ketika Anda ingin menekan modal yang digunakan dalam memulai bisnis ini, tidak disarankan untuk menurunkan jumlah keuntungan.

Ada cara lain yang bisa digunakan yaitu mengubah skema modal awal menjadi yang lebih murah.

Anda bisa melakukan penekanan biaya operasional tapi tidak boleh menurunkan kualitas layanan, adapun cara-caranya yaitu:

1. Memakai rumah sendiri

Hal ini menjadi yang paling mungkin untuk dilakukan karena dengan kebijakan ini Anda bisa menekan biaya modal investasi dan operasional bulanan berupa sewa tempat.

Tetapi untuk kebijakan ini tidak perlu terlalu dipaksa. Apabila sekiranya lokasi rumah tidak strategis dan tidak dapat mendatangkan banyak pelanggan, Anda harus melihat alternatif lain.

2. Menyesuaikan Gaji Karyawan

Cara berikutnya yang bisa dilakukan yaitu mengubah sistem penggajian karyawan dari sistem gaji tetap ke sistem gaji borongan, yang artinya gajinya akan disesuaikan bukan bergantung pada berapa lama ia bekerja, tetapi jumlah produk yang bisa terjual.

3. Mengganti Paket Investasi

Apabila Anda bermain di bidang bisnis yang modalnya dijual secara paketan, maka Anda bisa mencari paket depo air minum yang lebih murah.

Anda bisa melakukan survei lebih dulu dengan bertanya ke orang yang sudah berpengalaman dan lain sebagainya.

4. Membeli peralatan dari orang yang menutup bisnisnya

Apabila ingin harga barang-barang yang lebih murah, maka Anda bisa membelinya di bekas orang yang bergerak di bidang bisnis yang sama tetapi telah menutup bisnisnya. Dengan cara ini, harga yang didapatkan akan jauh lebih murah.

5. Sambil Berjualan barang atau jasa lain

Keuntungan ketika Anda menjalankan bisnis yang lain yang dibarengi dengan bisnis ini yaitu bisnis yang lainnya bisa mengcover bisnis ini, tetapi waktu yang dimiliki akan banyak tersita dan energi bisa segera habis.

Tetapi, hal ini tidak begitu disarankan karena akan membuat Anda jadi tidak fokus.

6. Menggunakan barang sendiri untuk barang modal

Jika tidak bisa membeli motor bekas untuk karyawan mengantar pesanan, maka tak ada salahnya untuk menggunakan di rumah Anda yang tidak terpakai, sehingga akan jauh lebih menghemat biaya, dan Anda tak perlu mengeluarkan biaya untuk membeli motor bagi karyawan.

7. Menjalankan bisnis bersama

Apabila Anda ingin membagi bisnis air isi ulang dengan orang lain, maka kebutuhan terhadap modal akan mengalami penurunan, dan berbagai masalah bisa segera dipecahkan bersama, karena dua kepala jauh lebih baik dari satu kepala saja.

Demikianlah ulasan singkat soal bagaimana cara menjalankan usaha air isi ulang. Tidak sulit, bukan? Selamat mencoba!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *