Cara Memulai Usaha Minimarket Di Desa Modal Kecil

By Content Writer | April 24, 2021
Usaha Minimarket Di Desa

Usaha minimarket di desa masih mempunyai peluang yang terbuka lebar.

Tidak perlu dengan modal puluhan atau ratusan juta, membuka usaha minimarket skala rumahan di desa juga bisa menghasilkan keuntungan.

Seperti apa cara memulai usaha tersebut? Yuk, perhatikan tips-tips berikut ini agar usaha minimarket bisa cepat berkembang!

Baca juga: Menciptakan Peluang Usaha di Desa

Cara Memulai Usaha Minimarket Di Desa

Usaha Minimarket Di Desa

Menjalankan usaha minimarket tidak harus membutuhkan modal yang besar. Jika kamu hendak tinggal di pinggir jalan pedesaan, maka memanfaatkan saja rumah kamu untuk berbisnis.

Salah satunya yaitu usaha minimarket modal 19 juta. Meski dengan modal terbatas, usaha minimarket ini akan cepat berkembang jika dijalankan dengan sungguh-sungguh.

Di samping itu, keberadaan minimarket sangat membantu masyarakat sekitar pedesaan untuk lebih mudah mendapatkan kebutuhan mereka.

Karena di pedesaan biasanya masih sangat jarang terdapat minimarket. Kalaupun ada, bisa saja jaraknya cukup jauh dari tempat tinggal.

Berikut ini cara membuka usaha minimarket yang perlu kamu perhatikan.

Mempersiapkan Modal

Usaha Minimarket Di Desa

Hal utama sebelum menjalankan suatu usaha yaitu kamu harus mempunyai modal yang cukup.

Modal usaha ini bisa didapatkan dari berbagai cara, diantaranya seperti dana sendiri atau kartu kredit.

Jika kamu berencana menggunakan modal pinjaman, maka pastikan syarat dan ketentuannya tidak memberatkan dan kamu pun mampu membayar cicilannya.

Besarnya modal minimarket tergantung pada luas tempat dan jenis barang yang akan dijual. Luas tempat minimarket nantinya akan menentukan jumlah rak yang bisa digunakan.

Di samping itu, kamu tidak perlu mencari karyawan agar bisa mengurangi beban pengeluaran.

Kamu bisa bekerja sama dengan suami atau istri untuk bergantian menjaga minimarket.

Mempersiapkan Tempat

Usaha Minimarket Di Desa

Lokasi strategis kerap menjadi pertimbangan para pelaku usaha untuk menjalankan bisnisnya.

Lokasi yang cocok untuk mendirikan usaha biasanya berada di pinggir jalan raya yang ramai dilalui banyak orang maupun kendaraan.

Namun, tidak semua usaha harus didirikan di tempat seperti itu. Misalnya saja usaha minimarket rumahan kecil yang bisa kamu jalankan di desa.

Kamu bisa memanfaatkan bagian rumah kamu untuk membuka minimarket. Bisa di garasi atau ruang kosong lainnya yang berada di depan, setidaknya mempunyai ukuran 3 × 4 meter, lebih luas lebih baik.

Tentunya hal ini bisa lebih menghemat biaya ketimbang harus menyewa kios yang harga sewanya tidaklah murah.

Menentukan Nama Minimarket

Usaha Minimarket Di Desa

Memberi nama minimarket sebaiknya jangan asal-asalan. Akan lebih baik jika minimarket diberi nama yang unik namun mudah diingat.

Hal ini agar masyarakat mudah mengingat dan mengenali keberadaan minimarket.

Selain itu, nama minimarket yang unik juga bisa menarik konsumen untuk berkunjung.

Menghitung Kebutuhan Dasar

Usaha Minimarket Di Desa

Sebelum membuka usaha, tentunya kita harus memperkirakan dan menghitung kebutuhan dasar.

Untuk usaha minimarket, kita perlu mempersiapkan perlengkapan berjualan serta produk apa saja yang dijual.

Perlengkapan tersebut diantaranya seperti rak untuk memajang produk, meja kasir, serta alat kasir.

Biasanya kita akan mengeluarkan biaya yang cukup besar untuk membeli berbagai perlengkapan.

Untuk meminimalisir modal, kita perlu menyiasatinya. Misalnya saja dengan mencari rak bekas yang kondisinya masih layak pakai.

Bisa juga bekerja sama dengan distributor minuman yang sekaligus menitipkan lemari pendingin secara gratis.

Sehingga kita tidak perlu membeli lemari pendingin untuk memajang minuman dingin.

Konsep Minimarket Rumahan

Usaha Minimarket Di Desa

Minimarket merupakan toko minimalis dengan konsep moderen. Meskipun tidak luas, minimarket memungkinkan pengunjung untuk memilih sendiri kebutuhan yang akan dibelinya.

Oleh karenanya, kita perlu menyusun produk dan memisahkan sesuai jenis maupun mereknya.

Akan lebih baik jika disusun dengan gaya yang unik agar mempunyai daya tarik tersendiri.

Untuk ukuran bangunan minimarket 3 × 4 meter, penempatan rak berada di sepanjang pinggir tembok.

Sedangkan untuk minimarket yang lebih luas, kamu bisa menambahkan rak dobel di tengah ruangan.

Selanjutnya untuk meja kasir, sebaiknya pilihlah yang modelnya seperti huruf L. Sehingga kamu bisa meletakkan beberapa produk atau promosi di samping mesin kasir.

Mencari Produk

Usaha Minimarket Di Desa

Semakin lengkap produk yang dijual di minimarket, tentunya akan semakin menarik banyak pelanggan.

Namun, kelengkapan produk ini bisa dilakukan secara bertahap. Untuk produk yang akan dijual, kamu bisa membelinya di toko grosir.

Toko grosir biasanya menawarkan harga lebih murah jika membeli lebih banyak.

Atau jika kamu tidak ingin terlalu repot, kamu bisa mencari supplier. Supplier akan mengantarkan produk ke minimarket sesuai pesanan.

Yang perlu diingat, carilah supplier yang bisa dipercaya. Kalau bisa, usahakan untuk mencari supplier yang menawarkan pasokan produk yang lengkap, tentunya dengan harga yang lebih murah.

Menentukan Harga Jual

Menentukan harga jual sangat penting agar dapat bersaing dengan toko lainnya. Kita bisa mengunjungi berbagai toko pesaing untuk membandingkan harga berbagai produk yang mereka jual.

Karena bagaimanapun juga, konsumen akan cenderung lebih tertarik membeli produk yang harganya lebih murah.

Meski begitu, kamu juga perlu menghitung keuntungan yang bisa didapatkan. Jangan sampai tidak mendapatkan keuntungan hanya karena mengejar harga lebih murah.

Sebab, kebanyakan masyarakat desa lebih memiliki berbelanja di minimarket yang jaraknya lebih dekat meskipun harganya sedikit lebih mahal.

Bagi mereka, selisih harga sedikit tidak masalah daripada harus menempuh perjalanan jauh untuk membeli keperluan mereka.

Promosi

Promosi sangat penting dilakukan agar minimarket yang kamu jalankan dapat segera diketahui masyarakat.

Oleh karena itu, sisihkan sebagian kecil modal kamu khusus untuk melakukan promosi.

Ada berbagai cara promosi yang bisa dilakukan, diantaranya seperti menyebarkan brosur atau pamflet, membuat spanduk, dan lain-lain.

Kamu juga bisa memajang produk-produk promo di depan pintu dengan menyertakan harganya di bawah harga normal.

Bisa juga dengan menawarkan bonus untuk konsumen yang berbelanja dengan nilai tertentu.

Misalnya konsumen berbelanja Rp 70.000. Maka kamu bisa mengatakan padanya bahwa konsumen bisa mendapatkan bonus gula pasir setengah kilogram jika menambah pembelian Rp 5.000 lagi.

Selain cara-cara di atas, kamu juga bisa memanfaatkan media sosial untuk mempromosikan minimarket.

Hal ini mengingat di pedesaan pun juga sudah memiliki akses internet. Media sosial yang bisa kamu pakai seperti Instagram, Facebook, dan sebagainya.

Dengan begini jangkauan konsumen yang akan didapat juga bisa lebih luas.

Menyediakan Paket Hemat

Paket hemat terbukti bisa menarik banyak konsumen. Hal ini bisa kita perhatikan saat menjelang hari raya, paket hemat paling banyak diburu.

Paket hemat ini bisa berupa paket sembako, peralatan mencuci, atau minuman dan makanan ringan.

Biasanya paket hemat ini dibeli konsumen untuk bingkisan atau parsel hari raya.

Meski begitu, kamu tidak perlu menunggu hari raya untuk menggunakan strategi paket hemat. Kamu bisa menawarkan paket hemat kepada konsumen setiap bulan.

Usahakan paket hemat yang kamu tawarkan selalu berganti-ganti. Misalnya saja jika di bulan ini kamu menyediakan paket hemat mi instan dan minyak goreng, maka bulan berikutnya bisa berupa produk cuci piring.

Mengutamakan Pelayanan dan Kenyamanan Pengunjung

Selain harga dan kualitas produk, kenyamanan merupakan faktor yang dapat mempengaruhi kepuasan konsumen saat berbelanja.

Untuk itu, kamu bisa menyediakan fasilitas penunjang agar konsumen merasa betah.

Sediakan kipas angin ruangan agar udara lebih sejuk. Bila perlu, pakailah pewangi ruangan agar konsumen semakin nyaman.

Selain itu, pelayanan yang baik juga sangat penting. Tunjukkan senyuman ramah dan sopan santun kepada konsumen agar mereka merasa dihargai.

Jangan pernah membedakan-bedakan konsumen, siapapun pembelinya, kita harus berusaha memberikan pelayanan yang sama baiknya.

Dengan begitu diharapkan konsumen akan menjadi pelanggan tetap kita.

Produk yang Biasa Dijual di Minimarket

Setelah mengetahui tips membuka usaha minimarket di atas, maka selanjutnya kita akan membahas produk apa saja yang biasa dijual di minimarket.

Minimarket di pedesaan biasanya menjual barang-barang keperluan sehari-hari. Berikut ini adalah daftar jenis produk yang biasa dijual di minimarket.

Jajanan dan Makanan Ringan

Jajanan dan makanan ringan merupakan produk yang sangat mudah ditemukan di minimarket.

Karena produk ini memang sering dicari oleh konsumen, terutama kalangan anak-anak.

Pilihlah jalanan dan makanan ringan yang enak dan harganya murah, misalnya biskuit, coklat, permen, wafer, dan lain-lain.

Minuman

Minuman ringan sangat disukai masyarakat karena praktis. Berbagai jenis minuman ringan yang bisa kamu jual, seperti minuman botol, minuman saset, minuman kotak, hingga susu.

Yang wajib dijual di minimarket yaitu air mineral. Sebaiknya menjual air mineral dengan berbagai ukuran, mulai dari yang kemasan gelas hingga botolan.

Obat-obatan

Obat-obatan termasuk salah satu produk yang harus dijual di minimarket rumahan.

Berbagai obat-obatan yang bisa kamu jual, seperti obat sakit kepala, obat flu, penurun panas, salep atau bedak gatal, koyo, dan sebagainya.

Obat-obatan ini sangat penting sebagai pertolongan pertama bagi konsumen yang sedang sakit.

Perlengkapan Mandi dan Mencuci

Produk berikutnya yang perlu ada di minimarket yaitu perlengkapan mandi dan mencuci.

Perlengkapan mandi yang biasa dijual seperti sabun, sampo, pasta gigi, sabun muka, deodoran, kondisioner, hingga sikat gigi.

Sedang perlengkapan mencuci antara lain detergen, pewangi pakaian, sabun cuci piring, dan lain sebagainya.

Kebutuhan Bahan Pokok

Kebutuhan bahan pokok merupakan yang paling sering dicari oleh masyarakat. Kebutuhan bahan pokok yang bisa kamu jual seperti beras, gula, minyak goreng, hingga telur.

Sebaiknya kemas produk-produk tersebut dengan variasi berat, dari yang seperempat kilogram hingga satu kilogram.

Jika kamu memiliki freezer, maka bisa juga menyediakan daging sapi, daging ayam, serta makanan beku lainnya. 

Alat Tulis

Alat tulis juga harus ada dalam daftar produk yang dijual di minimarket. Karena produk ini memang sering dibutuhkan, terutama bagi anak sekolah.

Produk alat tulis ini bermacam-macam, diantaranya seperti pulpen, pensil, penghapus, buku tulis, buku gambar, penggaris, gunting, kertas folio bergaris, kertas HVS, dan sebagainya.

Lain-lain

Selanjutnya, kamu juga perlu melengkapi minimarket dengan produk lain-lain yang memang banyak dicari masyarakat.

Diantaranya seperti keperluan bayi, aneka tepung instan, mi instan, rokok, obat nyamuk, tisu, pembalut, baterai, pulsa dan lain-lain.

Berbagai produk ini bisa kamu lengkapi secara bertahap seiring dengan bertambahnya penghasilan yang didapatkan.

Nah, itulah penjelasan mengenai usaha minimarket di desa. Jika kamu berniat menjalankan usaha minimarket rumahan, semoga tips-tips di atas dapat membantu.

Jangan lupa untuk selalu menjaga kualitas produk dengan mengecek tanggal kadaluwarsa secara berkala.

Author: Content Writer

Penulis lepas di toiletbisnis.com. Berikan komentar terbaik anda, untuk menyempurnakan blog ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *