Aspek Keuangan dalam Studi Kelayakan Bisnis, Lengkap!

By Content Writer | Juli 3, 2020
aspek keuangan dalam studi kelayakan bisnis

Aspek keuangan di dalam studi kelayakan bisnis adalah salah satu aspek lainnya selain aspek hukum, aspek pemasaran, aspek pasar, aspek manajemen, operasional, sosial, ekonomi, dan juga kelayakan pada lingkungan.

Apa saja yang termasuk aspek keuangan di studi kelayakan bisnis berdasarkan pendapat profesional? Jadi berdasarkan Suliyanto (2010:184) disebutkan jika aspek kelayakan di dalam keuangan yakni menghitung:

  1. Net present value
  2. Payback period
  3. Profitability Index
  4. Internal Rate of Return
  5. Average Rate of Return

Pengertian aspek keuangan

Adalah aspek yang dipakai dalam menilai keuangan atau finansial perusahaan secara keseluruhan. Dengan aspek keuangan maka akan didapatkan gambaran yang memiliki kaitan pada profit perusahaan. Jadi ini adalah aspek yang vital untuk diteliti mengenai kelayakannya.

Alat ukur yang digunakan adalah kelima elemen di atas, dan ditambah dengan BEP (Break Event Point). Namun kalau berdasar Suliyanto (Sumber referensi di atas), BEP tidak dimasukkan.

Apa yang terjadi bila dalam studi kelayakan bisnis tidak ada evaluasi aspek keuangan?

Apabila sebuah usulan rencana bisnis tak ada perhitungan aspek keuangan, akan sulit melakukan pengukuran pada keberhasilan usaha. Di mana perlu diperhitungkan manfaat dan biaya yang dikeluarkan dan dibandingkan dengan pendapatan, pengeluaran, biaya modal, ketersediaan dana, kemampuan proyek membayar kembali dana itu dengan rentang waktu yang sudah ditentukan sebelumnya. Serta untuk menilai apakah ke depannya proyek akan terus berkembang atau justru berhenti karena merugi.

Komponen investasi

Berdasarkan Agus Sucipto (2010) terdapat beberapa komponen kebutuhan secara umum, antara lain:

Biaya pra investasi yang terdiri atas biaya pengurusan izin-izin, biaya lobby / entertaint, biaya pembuatan studi kelayakan. Yang kedua adalah biaya pembelian aktiva tetap perusahaan, contohnya adalah bangunan, tanah, peralatan, mesin-mesin, dan inventaris kantor.

Berikutnya adalah biaya modal kerja, atau dikenal juga biaya operasional. Yang termasuk biaya operasional contohnya adalah biaya listrik, biaya bahan baku, gaji dan upah karyawan, biaya pemeliharaan, biaya air dan telepon, premi asuransi, biaya pajak, dan biaya pemasaran.

Analisa Keuangan

Yang termasuk dalam perkiraan biaya kegiatan usaha dibagi dalam:

  • Dasar perkiraan biaya: Apakah harga berlaku / harga di dalam jangka waktu tertentu, patokan harga yang dipakai di studi kelayakan, mata uang, biaya investasi dan modal kerja.
  • Perincian investasi: Biaya aktiva tetap, biaya pra investasi, dan biaya operasi

Yang termasuk dalam rencana pembiayaan:

  • Wajib menyebutkan dengan detail mengenai sumber pembiayaan bagi sebuah kegiatan usaha

Sumber Dana (Pembiayaan investasi)

Modal sendiri adalah modal yang didapatkan atau disetor oleh pemilik perusahaan. Umumnya modal sendiri ini sumbernya dari setoran pemegang saham, yang didapatkan dari cadangan laba, beserta laba belum dibagi.

Modal asing adalah modal yang didapatkan atau disetor oleh pihak luar perusahaan. Umumnya didapatkan dengan cara pinjaman. Modal asing biasanya dibagi menjadi pinjaman bank, pinjaman non-bank.

Perkiraan pengeluaran, penerimaan, pendanaan

Sumber penerimaan terbagi menjadi penerimaan operasional dan non-operasional:

1. Penerimaan operasional adalah penerimaan yang didapatkan melalui penjualan barang final yang sudah diproses sebelumnya. Penjualan memperoleh nilai tambah dibandingkan pembelian pertama.

2. Penerimaan non-operasional adalah penerimaan atau pendapatan yang diperoleh dari sampingan usaha tersebut. Contohnya aja penerimaan sewa kendaraan, penerimaan bunga bank, penerimaan bonus ketika kamu belanja barang.

Pengelompokan pengeluaran:

1. Biaya tetap adalah biaya yang sifatnya adalah rutin dan tidak peduli ada aktivitas produksi ataupun tidak. Contoh yang masuk biaya tetap adalah gaji atau honor, biaya telepon, biaya perawatan, biaya listrik, aktiva atau mesin, dan lain-lain.

2. Biaya variabel adalah biaya yang dikeluarkan dengan tujuan proses produksi dengan jumlah yang bergantung pada volume produksi.

Berbicara mengenai biaya variabel, terdapat beberapa sifat yang mendasari biaya ini. Pertama, biaya sifatnya sementara. Biaya pun akan berubah jadi penerimaan sesudah proses pengolahan atau proses produksi. Contohnya biaya bahan baku.

Kedua biaya dengan sifat habis dipakai untuk biaya proses produksi. Contohnya adalah bahan bakar, upah buruh, sewa gudang, dan transportasi.

Investasi

Kamu juga harus memahami investasi di dalam aspek keuangan studi kelayakan bisnis. Jadi investasi ini adalah pengeluaran dengan sifat tak akan habis. Nilainya bisa bertambah sebab investasi ini dirawat, disusutkan dari HPP atau nilai pembelian. Contoh investasi yakni pembelian tanah, gedung, mesin peralatan kantor, alat transportasi atau alat angkut, dan sejenisnya.

Sumber pendanaan

Adalah sumber keuangan untuk membayar kegiatan usaha yang nanti akan memberikan kekayaan atau pendapatan, entah didapatkan dari modal sendiri atau modal asing. Untuk pengertian modal sendiri dan modal asing sudah kami sebutkan di atas.

Pengeluaran, penerimaan, pendanaan di dalam studi kelayakan bisnis ada dalam penyajian aliran kas. Di mana menggambarkan kebutuhan modal bagi bisnis atau usaha yang dijalankan.

Proyeksi Rugi Laba

Yang termasuk dalam proyeksi Rugi Laba untuk periode waktu tertentu antara lain biaya variabel, penerimaan, biaya tetap, margin, pajak, laba sebelum pajak, dan yang terakhir adalah laba bersih.

Proyeksi arus kas

Yang termasuk dalam proyeksi arus kas untuk periode waktu tertentu antara lain penerimaan, saldo awal tahun, margin (penerimaan – biaya variabel), biaya variabel, investasi, biaya tetap, pendanaan (Surplus, kredit, dan modal sendiri), dan yang terakhir saldo akhir tahun (saldo awal tahun + pendanaan)

Metode menilai investasi

Metode untuk penilaian investasi terbagi menjadi metode Payback Periode, metode The Net Present Value Method, metode Indeks Profitabilitas, dan IRR atau metode Internal Rate of Return.

Apa itu Payback Period / Method. Adalah jangka waktu pengembalian nilai investasi dengan penerimaan-penerimaan dari proyek investasi yang dijalankan.

Apa itu NPV / The Net Present Value Method. Adalah perhitungan nilai tunai dari arus kas, yang didapatkan dari investasi modal pada masa akan datang. Memakai tingkat suku bunga tertentu. Lalu akan dibandingkan nilai investasi awal yang dilakukan atau nilai sekarang.

Apa itu Metode Indeks Profitabilitas. Adalah perbandingan dari present value – PV arus kas, dan dengan investasi awal.

Apa itu IRR / Internal Rate of Return. IRR adalah tingkat bunga yang bisa menjadikan NPV = Nol. Sebab PV arus kas di tingkat interest itu sama dengan nilai investasi awalnya.

Metode IRR ini menghitungkan nilai waktu uang. Dengan begitu arus kas di-diskontolan berdasar biaya modal atau tingkat bunga.

Target dari analisis aspek keuangan secara keseluruhan pada studi kelayakan bisnis bisa kamu lihat melalui 2 sisi umum. Adalah profit atau keuntungan, dan continuity atau berkelanjutan. Sebenarnya itulah yang menjadi tujuan utamanya.

Dengan aspek keuangan dalam Studi Kelayakan Bisnis ini akan membantu memberikan gambaran berkaitan keuntungan perusahaan. Jadi adalah aspek yang jangan sampai dilewatkan untuk diteliti mengenai kelayakannya.

Selain aspek keuangan, ada juga aspek lainnya dalam studi kelayakan bisnis, silahkan simak artikel berikut 7 Aspek dalam Studi Kelayakan Bisnis

Author: Content Writer

Penulis lepas di toiletbisnis.com. Berikan komentar terbaik anda, untuk menyempurnakan blog ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *