7 Aspek Studi Kelayakan Bisnis untuk Perusahaan

By Content Writer | Juni 28, 2020
7 aspek studi kelayakan bisnis

7 aspek studi kelayakan bisnis penting diketahui untuk bisa memenangkan persaingan dalam pasar. Di mana ini harus dilakukan secara berkala. Dengan begitu perusahaan tidak akan terlambat dalam melakukan pembenahan diri, agar tidak tertinggal dari perusahaan saingan. Mari baca selengkapnya.

Studi kelayakan ini adalah andalan sebuah perusahaan untuk melakukan pembenahan dengan cara menyeluruh, jadi tidak hanya pada satu bagian saja tetapi keseluruhan perusahaan. Dengan adanya studi kelayakan bisnis ini akan mempermudah perusahaan. Sebab sudah tersedia aspek-aspek apa sajakah yang harus diteliti oleh perusahaan. Sehingga pihak perusahaan tidak akan bingung.

Beberapa pengertian dari studi kelayakan bisnis, menurut Umar 1999, penelitian mengenai layak tidaknya suatu investasi dijalankan. Di mana hasil kelayakan adalah perkiraan dari sebuah bisnis dalam menghasilkan profit yang dapat dibilang layak apabila sudah dioperasikan.

Perkiraan sukses mungkin bisa ditafsirkan tidak sama berdasar pihak yang menjalankan tujuan usaha atau bisnis tersebut.

Menurut Kasmir, Jakfar, 2003, pengertiannya yakni suatu kegiatan mempelajari mengenai sebuah kegiatan, bisnis atau usaha yang sudah atau hendak dijalankan. Di dalam rangka untuk menentukan apakah sebuah kegiatan itu layak atau tidak, bisnis atau usaha untuk dijalankan.

7 Aspek studi kelayakan bisnis

Ketujuh aspek tersebut sifatnya fleksibel. Jadi perusahaan dapat menambahkan sendiri, di mana penambahannya disesuaikan kebutuhan masing-masing perusahaan. Di mana antara perusahaan mungkin mempunyai kebutuhan yang berbeda-beda. Tidak selalu sama. Berikut ini merupakan beberapa aspek dasar umum yang ada dalam sebuah studi kelayakan bisnis, antara lain:

1. Aspek hukum

Ini adalah elemen yang memiliki kaitan secara langsung dengan semua hal berkaitan ke legalitas dari produk bisnis perusahaan. Contohnya antara lain NPWP, akte pendirian, surat tata perusahaan dan lain-lain. Di mana semuanya itu berkaitan dengan aspek hukum sebuah badan usaha. Selain itu dalam studi kelayakan bisnis, aspek hukum juga berkaitan dengan semua rencana bisnis perusahaan ke depannya, berkaitan dengan legalitasnya.

2.  Aspek ekonomi

Dilihat dari segi bidang ekonomi. Dilakukan pertimbangan pada apakah bisnis perusahaan mampu meningkatkan pendapatan per kapita rata-rata atau tidak, atau justru berlaku sebaliknya.

3. Aspek budaya

Kalau dipandang dari aspek budaya. Maka dilakukan pertimbangan apakah sebuah bisnis di perusahaan tersebut memiliki dampak positif untuk adat istiadat yang ada di lingkungan sekitar tempat bisnis atau perusahaan tersebut berdiri.

4. Aspek pasar dan pemasaran

Yang berikutnya adalah aspek pasar & pemasaran. Di dalam studi kelayakan bisnis ini terkait dengan pertanyaan adakah peluang pasar bagi produk yang dihasilkan perusahaan. Di mana terdapat beberapa hal yang akan dijadikan pertimbangan, antara lain:

  • Potensi pasar, yang akan dinilai dari bentuk konsumen atau pasar yang dipilih.
  • Jumlah konsumen potensial, di mana jumlahnya itu diketahui berdasar proses pengukuran dan prediksi permintaan serta penawaran, atas dasar produk sejenis saingan yang sudah ada sekarang ini.
  • Daya beli masyarakat juga akan menjadi pertimbangan, di mana dengan cara memperhitungkan pertumbuhan atau perkembangan penduduk.
  • Situasi persaingan dalam lingkungan industri.
  • Target, segmentasi, serta posisi produk dalam pasar.
  • Perilaku, sikap, serta kepuasan konsumen pada produk sejenis (Saingan) yang sudah ada sekarang ini.
  • Yang terakhir adalah manajemen pemasaran, di mana ini terdiri dari analisis bauran dan persaingan pemasaran.

5. Aspek teknis dan teknologi

Aspek dalam studi kelayakan bisnis berkaitan atas rencana kualitas produk pemilihan strategi produksi, pemilihan teknologi, dan lain-lain. Di mana kesemuanya adalah elemen yang memiliki kaitan pada teknologi dan teknis yang dipakai oleh sebuah perusahaan.

6. Aspek manajemen

Selain aspek teknis dan teknologi, yang berikutnya adalah aspek manajemen. Ini juga adalah sebuah aspek yang vital dalam studi kelayakan bisnis. Jadi ini berkaitan dengan pembangunan serta pengembangan dari operasional sebuah perusahaan.

Cakupan dari aspek manajemen cukup luas. Dari manajemen SDM sampai dengan manajemen finansial perusahaan. Di mana semua hal tersebut berkaitan dengan operasional perusahaan, agar dapat dijalankan di perusahaan yang bersangkutan. Termasuk untuk aspek manajemen di dalam studi kelayakan bisnis.

7.  Aspek keuangan

Yang terakhir adalah aspek keuangan. Kalau aspek keuangan ini memiliki keterkaitan dengan berapa besar modal dan sumber dana akan dikeluarkan oleh perusahaan. Dan juga berkaitan dengan kapan modal itu akan kembali. Mungkin dalam istilah ekonomi adalah ROI (Return on Investment).

Apabila diuraikan, maka akan didapatkan elemen dari aspek keuangan di dalam sebuah studi kelayakan bisnis itu dibagi jadi:

  • Cash flow / Aliran kas
  • Perihal kepekaan
  • Cost of capital / Biaya modal (Biaya utang, biaya modal sendiri)
  • Pemilihan investasi (Pilihan beli atau leasing, urutan prioritas dari proyek bisnis)

Kesemua aspek tersebut adalah sebuah hal mutlak untuk perusahaan perhatikan ketika menjalankan studi kelayakan bisnis.

Contoh Penerapan Studi Kelayakan Bisnis

Akan lebih jelas apabila kamu melihat praktiknya. Jadi tidak hanya teori saja. Walaupun memang dalam praktik biasanya tak semua aspek itu harus ada dalam proposal yang kamu buat. Tetapi terdapat beberapa elemen krusial yang harus mendapatkan perhatian dan harus dimasukkan, tidak boleh terlewatkan. Dan berikut contoh penerapan 7 aspek studi kelayakan bisnis:

Studi kelayakan bisnis dalam bisnis properti

Setiap usaha tentu memiliki tantangan dan permasalahan yang tidak sama. Di mana tantangan tersebut harus diselesaikan oleh perusahaan yang bersangkutan.

Kalau di dalam bisnis properti maka peminat dan pasar dapat dibilang cukup banyak. Jadi tidak menjadi masalah. Tetapi yang harus dipertanyakan yakni status tanah legal tidak untuk dimiliki, serta dari manakah modal awal yang akan didapatkan.

Apabila sebuah rumah baru terjual sesudah waktu 2 tahun dibangun. Profitnya masih bisa didapatkan atau tidak.

Dari sini kamu sudah dapat belajar meninjau aspek-aspek dalam kelayakan sebuah bisnis. Tiap sektor bisnis juga memiliki cara khas yang berbeda-beda, terkait bagaimana meninjau kelayakan bisnis tersebut.

Di mana semakin sering pengalaman bisnis yang kamu dapatkan di lapangan. Maka kamu pun akan lebih mudah dalam memperkirakan ide bisnis yang mana yang layak untuk kamu jalankan, serta mana yang tidak layak untuk dijalankan.

Siapa saja yang memerlukan studi kelayakan bisnis

Pihak yang akan membutuhkan studi kelayakan bisnis adalah:

Investor

Pihak penanam modal atau dana dalam suatu bisnis akan memperhatikan prospek usaha dibandingkan tingkat keuntungan.

Pemerintah

Tentu saja pemerintah merupakan pihak yang tidak akan pernah lepas dari kebutuhan akan studi kelayakan bisnis. Karena pemerintah akan memperhatikan apakah sebuah perusahaan akan memberikan manfaat untuk perekonomian nasional, sekaligus pendapatan pemerintah, dari pajak yang harus dibayarkan oleh bisnis atau perusahaan itu.

Kreditor

Pihak ketiga yang juga akan membutuhkan studi kelayakan bisnis dari sebuah usaha adalah pihak kreditor. Karena kreditor akan melihat studi kelayakan dan memperhatikan faktor keamanan dana, di mana Nantinya akan dipinjamkan pada perusahaan untuk sebuah kegiatan bisnis.

Tahapan Studi Kelayakan Bisnis

Dalam sebuah studi kelayakan bisnis terdiri atas beberapa tahapan. Antara lain:

Penemuan ide

Supaya ide proyek yang dihasilkan, dapat memproduksi produk yang laku untuk dijual atau profitable maka dibutuhkan penelitian. Dan penelitian tersebut harus dilakukan dengan pengaturan yang baik dan dengan dukungan sumber daya cukup. Apabila ide proyek ada lebih dari satu maka akan dipilih dengan cara memperhatikan hal-hal di bawah ini:

  • Keyakinan pada kemampuan proyek untuk menghasilkan profit
  • Ide proyek apakah sesuai dengan kata hati atau tidak
  • Pengambilan keputusan akan bisa melibatkan diri di dalam hal-hal dengan sifat teknis

Penelitian

Tahapan kedua adalah penelitian. Sesudah sebuah ide proyek berhasil dipilih. Maka selanjutnya penelitian lebih mendalam pun akan dijalankan. Penelitian dilakukan dengan menggunakan metode ilmiah di bawah ini:

  • Pengumpulan data
  • Pengolahan data
  • Analisa dan interpretasi hasil dari pengolahan data
  • Menyimpulkan hasil
  • Laporan hasil akhir

Evaluasi

Tidak berhenti di tahap penelitian, tahapan selanjutnya adalah tahapan evaluasi. Jadi di tahapan ini akan dibandingkan sesuatu dengan yang lain, dengan menggunakan kriteria atas dasar kualitatif atau kuantitatif. Untuk evaluasi sendiri dibagi menjadi 3, antara lain:

  • Evaluasi usaha proyek yang hendak didirikan
  • Evaluasi proyek yang hendak dibangun
  • Evaluasi bisnis yang telah dioperasionalkan dengan rutin

Di dalam sebuah evaluasi bisnis yang hendak dibandingkan, yakni keseluruhan biaya yang tercipta dari usulan bisnis, dan manfaat / benefit yang akan didapatkan. (Perkiraan)

Pengurutan rekomendasi yang layak

Apabila memang ada usulan rencana bisnis yang lebih dari satu yang dianggap bagus. Maka harus dilakukan sebuah pemilihan yang memiliki skor paling tinggi apabila dibandingkan dengan usulan lain atas dasar kriteria penilaian yang sudah ditentukan.

Pelaksanaan

Apabila memang rencana bisnis sudah kamu pilih, maka selanjutnya perlu dibuat planning kerja pelaksanaan pembangunan proyek. Dimulai penentuan jenis pekerjaan, kualifikasi dan jumlah tenaga perencana, ketersediaan sumber daya dan dana, dan kesiapan manajemen juga jangan sampai terlupakan.

Pelaksanaan

Terkait realisasi pembangunan proyek maka dibutuhkan manajemen proyek. Apabila proyek sudah selesai dikerjakan maka langkah selanjutnya yakni pelaksanaan operasional bisnis dengan rutin. Supaya dapat bekerja dengan efektif serta efisien untuk meningkatkan profit perusahaan. Di dalam operasional harus ada kajian-kajian dalam mengevaluasi bisnis yang berasal dari fungsi pemasaran, keuangan, operasi dan fungsi produksi.

Mempelajari pasar dengan lebih mendalam

Sesudah kamu memastikan jika ide kamu itu mempunyai potensi cukup bagus untuk dijalankan. Maka apa langkah selanjutnya yang sebaiknya kamu lakukan? Jawabannya adalah belajar sedalam-dalamnya tenang kondisi pasar tempa di mana produk bisnis kamu akan dipasarkan.

Lihat kondisinya itu masih serupa dengan ketika kamu melakukan pra analisis atau sudah mengalami perubahan. Jika memang sudah berubah, kamu harus tahu apakah bisnis yang dijalankan tersebut bisa melakukan adaptasi atau tidak. Kalau bingung silahkan lihat contohnya.

Apabila kamu merupakan penjual selai Nanas, kamu perlu datang ke beberapa penjual yang juga menjual selai nanas. Coba tanya kepada mereka di mana mereka memperoleh pasokan selai itu.

Boleh tanyakan juga apakah penjualan selai nanas itu mempunyai pengaruh pada keseluruhan bisnis mereka atau tidak. Mungkin kamu juga bisa bertanya ke petani nanas yang menjual nanas olahan itu.

Jika kamu bertanya apakah membuat selai itu merupakan pekerjaan utama atau pekerjaan sampingan, atau justru jadi penghasilan utama mereka.

Itulah 7 aspek studi kelayakan bisnis yang perlu kamu ketahui. Dan hal-hal lain terkait studi kelayakan bisnis tersebut.


Author: Content Writer

Penulis lepas di toiletbisnis.com. Berikan komentar terbaik anda, untuk menyempurnakan blog ini.

2 thoughts on “7 Aspek Studi Kelayakan Bisnis untuk Perusahaan

  1. Pingback: Aspek Hukum dalam Studi Kelayakan Bisnis, Pembahasan Lengkap!

  2. Pingback: Aspek Keuangan dalam Studi Kelayakan Bisnis, Lengkap!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *