Contoh Investasi Jangka Pendek – Tujuan, Keuntungan dan Kelemahannya

By Content Writer | Maret 21, 2021
contoh investasi jangka pendek

Masih banyak orang yang tidak paham dengan investasi jangka pendek, mereka tidak mengerti bahwa investasi jangka pendek merupakan jenis investasi yang berbeda dengan investasi jangka panjang.

Nah, disini kami akan membahas tentang pengertian dan contoh investasi jangka pendek yang perlu diketahui oleh banyak kalangan khususnya bagi para calon investor pemula.

Investasi itu memiliki arti sebagai aktivitas atau kegiatan berkaitan dengan finansial dan ekonomi, dalam tujuan mendapatkan keuntungan, yang sumbernya adalah kegiatan finansial pada masa akan datang.

Baca juga: Broker Saham Terbaik Indonesia

Lalu apa itu investasi jangka pendek?

Investasi jangka pendek adalah sebuah kegiatan investasi yang hanya memiliki jangka waktu kurang lebih 1 tahun.

Dilihat dari resikonya pun cukup berbeda dengan jenis investasi jangka panjang, karena investasi jangka pendek memiliki resiko yang tergolong rendah.

Namun, hal ini tidak membuat nilai investasi pada kategori ini susah untuk meningkat, justru investasi jangka pendek dikatakan nilainya cenderung meningkat meski jumlahnya terbilang kecil.

Investasi jangka pendek cocok untuk dipilih oleh orang-orang yang enggan menabung karena merasa uang yang ditabung tersebut lebih baik diinvestasikan daripada uang hanya akan tergerus inflasi.

Namun, untuk melakukan investasi jangka pendek ini, kamu juga perlu ingat untuk selalu memilih produk-produk yang dapat dicairkan dengan mudah dan memiliki tenor yang tergolong pendek.

Contoh investasi jangka pendek

Di Indonesia sendiri, investasi jangka pendek sudah mudah untuk ditemukan, jadi bagi kamu-kamu yang sudah memiliki niat yang besar untuk melakukan kegiatan positif ini bisa dengan mudah menemukan pilihan yang tepat.

Berikut macam-macam contoh dari investasi jangka pendek yang bisa kamu pertimbangkan dengan matang-matang:

Akun Tabungan Bank

Tabungan bank adalah contoh dari investasi jangka pendek yang paling mudah untuk dikenali.

Sebab, tabungan bank merupakan jenis investasi jangka pendek yang tergolong sangat sederhana dan mudah untuk mencairkannya.

Namun perlu kamu ingat, kemudahan dari proses mencairkannya ini memiliki hasil yang tergolong rendah dan kecil.

Pada umumnya, akun tabungan bank tidak mengikuti inflasi sehingga tabungan yang kamu miliki itu tidak dapat digunakan untuk menyimpan uang dalam jangka waktu yang panjang atau lama.

Sertifikat Deposito

Tidak banyak yang tahu bahwa sertifikat deposito juga tergolong salah satu contoh dari investasi jangka pendek.

Namun, bagi beberapa orang yang sudah berpengalaman dan mengerti seluk beluk dunia investasi khususnya bagi mereka yang lebih cenderung memilih investasi jangka pendek, sertifikat deposito merupakan pilihan yang paling populer atau yang paling sering digunakan.

Aktivitas ini biasanya akan terjadi ketika kamu menginvestasikan uangmu ke bentuk sertifikat deposito, dan kamu akan menyetujui untuk tidak mengambil uang tersebut dalam jangka waktu tertentu, dan akan menghasilkan keuntungan yang lebih tinggi.

Biasanya, rentang waktu sertifikat deposito adalah antara 3 bulan hingga 5 tahun. Jadi, kamu bisa memilih rentang waktu yang sesuai dengan kebutuhanmu sendiri.

Reksa Dana

Apa sih yang dimaksud dengan reksa dana? Reksa dana adalah surat-surat berharga yang berfungsi sebagai bukti klaim atau aset.

Reksa dana bisa kamu jadikan investasi terbaik karena investasi jangka pendek ini dipercaya sangat menguntungkan dan memiliki keunggulannya tersendiri.

Keunggulan dari reksa dana sendiri terdapat pada pilihan yang sangat beragam yang dapat dipilih oleh para investor baik itu yang pemula maupun yang sudah berpengalaman untuk menanamkan uangnya, yakni saham, obligasi, atau pasar uang.

Namun, karena disini kita sedang membahas investasi jangka pendek, jadi mari kita bahas mengenai 2 jenis reksa dana yang termasuk dalam salah satu contoh dari investasi jangka pendek:

  • Reksa dana pasar uang, dana yang terkumpul dari kegiatan ini akan diinvestasikan pada instrumen pasar uang, seperti contohnya surat berharga pasar uang, sertifikat Bank Indonesia, sertifikat deposito, dan lain sebagainya.
  • Reksa dana pendapatan tetap, untuk dana yang terkumpul dari kegiatan ini nantinya akan diinvestasikan sebesar 80% ke instrumen surat berharga berbasis hutang atau obligasi. Hal ini juga termasuk dari bagian instrumen pasar modal.

Surat Utang Jangka Pendek dan Obligasi Pemerintah Ritel (ORI)

Untuk investasi jangka pendek yang satu ini memberikan persyaratan yang fleksibel atau mudah, dari 1 bulan hingga 1 tahun.

Surat utang jangka pendek berbeda dengan obligasi pemerintah ritel meskipun kedua hal ini sama-sama contoh dari kegiatan investasi jangka pendek.

Surat utang jangka pendek dirancang sebagai jenis tabungan jangka pendek dan dipercaya memberikan keuntungan yang sangat rendah sedangkan obligasi dipercaya memberikan fleksibilitas atau kemudahan yang lebih tinggi namun keamanannya belum terjamin.

Namun, saat ini pemerintah telah membentuk sebuah kegiatan yang bernama Obligasi Pemerintah Ritel (ORI) yang kendaraan investasinya kebanyakan menggunakan surat utang yang diterbitkan oleh pemerintah.

Sejak dikeluarkan oleh pemerintah, kegiatan ini dijamin memiliki tingkat resiko alat investasi yang terbilang sangat rendah. Bahkan, pemerintah berani untuk menjaminnya sendiri.

Selain itu, ada 1 hal lagi yang perlu kamu ketahui mengenai kegiatan investasi jangka pendek yang satu ini, yaitu meskipun memiliki resiko yang terbilang sangat rendah, minimal investasi pada Obligasi Pemerintah Ritel (ORI) terbilang masih cukup besar.

Pembelian di Obligasi Pemerintah Ritel (ORI) minimal Rp. 3.000.000,00 dan berjangka waktu 3 tahun.

Namun, meskipun alat investasi yang telah disebutkan itu memiliki jangka waktu yang cukup panjang, investor dapat memilih untuk menahannya di jangka waktu tertentu atau menjualnya ke pasar sekunder untuk memperoleh capital gain.

Obligasi Tabungan Ritel (SBR)

Jenis investasi yang satu ini sebenarnya tidak jauh berbeda dengan Obligasi Pemerintah Ritel (ORI), hanya saja Obligasi Tabungan Ritel (SBR) memiliki atau menawarkan jangka waktu yang lebih pendek, yaitu 2 tahun.

Obligasi Tabungan Ritel (SBR) dipercaya sangat cocok untuk dipilih oleh para investor yang masih pemula.

Sebab, kegiatan ini terbilang lebih terjamin karena dikeluarkan oleh pemerintah sendiri dan memiliki bunga atau kupon yang bagus juga.

Pengembalian yang dijanjikan yakni sekitar 7%. Angka ini tentu termasuk lebih tinggi jika dibandingkan dengan deposito yang berada di kisaran 5-6%.

Pinjaman Peer-to-Peer

Saat ini fenomena pinjaman peer-to-peer telah banyak bermunculan di Indonesia maupun di seluruh dunia.

Nah, kamu bisa memanfaatkan sistem ini untuk menginvestasikan uangmu dengan jangka waktu yang pendek, karena investasi pinjaman peer-to-peer dipercaya cenderung meningkat.

Namun, seperti yang sudah diketahui oleh sebagian besar orang, investasi jangka pendek yang satu ini memiliki resiko yang sangat tinggi.

Maka, sebelum memilih untuk berinvestasi di bidang ini, pastikan kamu sudah melakukan riset yang mendalam dan dilakukan secara sungguh-sungguh.

Dan yang terpenting, pastikan perusahaan yang kamu pilih tersebut sudah terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Tujuan investasi jangka pendek

Pemerintah menciptakan kebijakan akuntansi investasi dan investasi jangka pendek pun juga termasuk dalam kebijakan yang satu ini.

Investasi jangka pendek dalam akuntansi bertujuan untuk memberikan pedoman bagi Entitas Akuntansi dan Entitas Pelaporan yang terdapat pada pemerintah pusat dalam menyusun sebuah laporan keuangan pemerintah pusat, laporan keuangan bendahara umum negara, dan yang terakhir laporan keuangan kementrian negara atau lembaga.

Lalu apa sebenarnya tujuan dari kegiatan investasi jangka pendek itu sendiri? Simak jawabannya yang ada di bawah ini:

  • Guna memperoleh Capital Gain atau selisih lebih dari harga beli dengan harga jual.
  • Untuk mendapat sebuah hak pengendalian yang cukup memadai.
  • Bertujuan untuk memperoleh tambahan pendapatan dan tambahan dana yang terjamin aman.
  • Guna mempengaruhi atau mengendalikan perusahaan tertentu.
  • Untuk menjadi lebih bermanfaat kelebihan Cash Flow pada sementara waktu.

Keuntungan dan kelemahan dari investasi jangka pendek

Semua hal yang ada di dunia ini sudah pasti memiliki keuntungan dan kelemahannya masing-masing, tak terkecuali kegiatan investasi jangka pendek ini.

Nah, supaya kamu bisa memahami dengan betul apa saja keuntungan dan kelemahan dari investasi jangka pendek, pahami dengan baik penjelasan mengenai keuntungan dan kelemahan dari investasi jangka pendek yang ada di bawah ini:

Keuntungan investasi jangka pendek

Menurut sebuah lembaga yang bernama Institute of Corporate Finance, keuntungan paling utama dari investasi jangka pendek adalah kemudahan atau fleksibilitas yang didapatkan dari penarikan dana milik sang investor.

Pasalnya, seorang investor dari investasi jangka pendek tidak perlu menunggu asetnya habis sebelum bisa dikonversi ke uang tunai.

Namun, tidak berhenti di situ saja, investasi jangka pendek masih memiliki keuntungan lainnya, yaitu investor dapat memperoleh keuntungan yang signifikan pada waktu yang terbilang singkat.

Maka dari itu, investasi jangka pendek merupakan pilihan yang paling populer di kalangan orang-orang yang tidak suka untuk menunggu lama sampai mendapat hasil atas kegiatan investasinya.

Oh iya, ada 1 hal lagi yang perlu kamu ketahui, supaya investasi jangka pendek yang kamu jalani selalu berjalan dengan lancar dan mudah, kamu juga perlu memperhatikan cara investasi yang benar dalam jangka yang pendek.

Hal ini perlu dilakukan supaya kamu tidak sampai salah saat mengambil sebuah langkah.

Kelemahan investasi jangka pendek

Karena investasi jenis ini memiliki jangka waktu yang pendek, maka seorang investor harus memiliki pengetahuan yang terbilang profesional untuk memantau nilai instrumen dari investasi yang mereka pilih.

Jadi, seorang investor dari investasi jangka pendek perlu menemukan waktu dan tempat yang tepat untuk berdagang.

Selain itu, investasi jangka pendek juga memiliki kelemahan lainnya, yaitu pajak dan inflasi dari kegiatan ini dapat mengurangi laba atas investasi itu sendiri.

Namun, kelemahan ini sepertinya tidak terlalu merugikan hingga membuat banyak orang mengurungkan niatnya untuk melakukan investasi jangka pendek.

Sebab, jika kamu sudah mendalami ilmu-ilmu mengenai investasi jangka pendek dengan baik, maka kelemahan ini tidak akan terlalu terlihat.

Sampai disini saja penjelasan kita mengenai contoh investasi jangka pendek. Yang terpenting untuk kamu lakukan sebelum memulai sebuah kegiatan investasi adalah kamu wajib memilih investasi yang sesuai dengan profil resiko yang kamu miliki.

Sebab, jika kamu salah memilih investasi yang memiliki resiko yang tidak sesuai dengan profil resikomu, itu akan merugikanmu sendiri.

Tunggu apa lagi?

Mulailah memikirkan masa depan finansialmu dari sekarang dengan berinvestasi jangka pendek yang memiliki kemudahan yang sangat menggiurkan.

One thought on “Contoh Investasi Jangka Pendek – Tujuan, Keuntungan dan Kelemahannya

  1. Pingback: Berapa Pajak Jual Beli Saham? Plus Contoh Perhitungan Pajak

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *