Cara Mendapatkan Dana Hibah untuk Modal 2020 Terbaru

By Content Writer | Juli 29, 2020
cara mendapatkan dana hibah

Cara mendapatkan dana hibah untuk modal 2020 untuk kamu yang pernah merasa kesulitan dalam mengembangkan usaha.

Bukan karena masalah sumber daya manusia, tetapi karena terbentur oleh problem modal, di mana masalah ini sudah banyak yang mengalami juga. Mari baca selengkapnya.

Memang sebenarnya ada cara untuk mengajukan kredit ke bank. Namun syarat untuk itu tidak mudah. Tidak semua orang dapat meminjam ke bank.

Mungkin bisa juga meminjam ke saudara, tetapi tentunya itu bukan hal yang disarankan.

Karena modal yang didapatkan tentu saja terbatas. Belum tentu mereka juga mau meminjamkan walaupun saudara.

Apalagi pinjam ke rentenir. Ini adalah hal yang buruk. Karena bunga yang tinggi.

Kalau Kesemua hal di atas tidak mungkin kamu lakukan untuk mendapatkan bantuan modal.

Maka satu-satunya cara yang kami sarankan adalah dengan mencari dana hibah. Ini merupakan sumber modal yang benar-benar menguntungkan.

Cara Mendapatkan Dana Hibah untuk Modal 2020

Cara mendapatkan dana hibah untuk modal usaha memang benar-benar menguntungkan karena alasan tersendiri.

Seperti yang tertera dalam kamus besar Bahasa Indonesia, di mana hibah itu artinya yakni:

Pemberian (Dengan sukarela), mengalihkan hak atas sesuatu pada orang lain

Dalam hal ini sudah terlihat jelas kalau sumber modal dengan dana hibah ini jauh lebih baik daripada sumber modal yang lain.

Pendanaan dengan hibah ini lebih menguntungkan dikarenakan pemberi dana tak meminta imbalan berupa apapun.

Adapun beberapa pihak pemberi hibah hanya meminta supaya perusahaan mereka ikut dipromosikan, atau memberi logo di barang usaha. Hanya itu saja, jadi menurut kami tentu tidak memberatkan.

Sumber Dana Hibah

Berikut beberapa di antaranya, antara lain:

1. Dana hibah pemerintah

Memang terdapat beberapa sumber dana hibah, salah satunya adalah dari pemerintah. Biasanya pemerintah pusat melalui perwakilan kementerian. Akan ikut dalam membantu menyalurkan dana hibah.

Sebagai contoh bantuan yang berasal dari kementerian Koperasi & UKM, dengan program wirausaha pemula. Di mana skema yang dipakai itu sesuai amanat dari Permenkeu No. 168/PMK.05/2015 tentang mekanisme pelaksanaan anggaran yang berasal dari pemerintah, darn dari pada lembaga atau kementerian.

Tetapi untuk mendapatkan dana hibah pemerintah terdapat beberapa syarat yang harus dipenuhi:

  • Usia maksimal adalah 45 tahun
  • Secara individu punya rintisan usaha yang terbukti produktif. Atau paling tidak usahanya sudah berjalan 6 bulan, maksimal 3 tahun.
  • Usaha sebelumnya belum pernah mendapatkan bantuan sejenis yang berasal dari UKM dan Kemenkop
  • Punya pendidikan minimal SLTP / Sederajat
  • Punya KTP elektronik yang masih berlaku
  • Sudah pernah mengikuti pembekalan wirausaha. Ada bukti berupa sertifikat maks 2 tahun terhitung sebelum tahun anggaran berjalan.
  • Punya legalitas usaha (Yakni izin usaha mikro kecil), juga surat keterangan dari Kelurahan setempat.
  • Punya business plan (Rencana usaha) dan punya rekening tabungan aktif.

Sebenarnya tentang ini semua sudah tertulis di situs resmi kementerian Koperasi UKM yakni di URL Depkop.go.id

2. Dana hibah dari Badan Ekonomi Kreatif

Selain itu badan ekonomi kreatif juga memberikan dana hibah. Dana hibahnya berupa BIP, atau Bantuan Insentif Pemerintah. Skema bantuannya yakni modal non-perbankan.

Untuk arti dari modal non-perbankan yakni penambahan modal kerja, beserta investasi aktiva tetap. Untuk mendapatkannya bisa mendaftar online melalui situs Bekraf.

Di mana badan yang satu ini mengalokasikan dana bagi tiap pelaku usaha dengan nominal Rp 200.000.000,-

Info lengkap ada di situs resminya di Bekraf.go.id

3. Dana hibah dari pemerintah daerah

Yang ketiga adalah dari pemerintah daerah. Jadi tiap tahunnya itu pemerintah daerah pun juga menganggarkan untuk dana hibah untuk dibagikan.

Misalkan saja Pemprov DKI Jakarta ketika pembahasan rancangan anggaran belanja pun ikut merekomendasikan beberapa organisasi supaya mendapatkan dana hibah.

Di mana lembaga yang banyak memperoleh dana hibah antara lain masjid, majelis ta’lim, Mushola. Tetapi berdasar pada Permendagri Nomor 14 / 2016, disebutkan jika instansi yang memperoleh dana hibah ini Cuma berbentuk nirlaba.

Dengan kata lain bukan yang bertujuan mencari profit atau keuntungan. Karenanya rata-rata yang memperoleh dana hibah yang berasal dari pemerintah provinsi ini adalah Majelis, LSM, dan sejenisnya.

Hibah untuk masyarakat akan diberikan tetapi harus memenuhi beberapa persyaratan minimal. Antara lain:

  1. Mempunyai kepengurusan jelas
  2. Berkedudukan di dalam wilayah administrasi pemda bersangkutan

Pelaporan dan pertanggungjawaban yang harus dilakukan oleh penerima antara lain:

  1. Penerima hibah yang berupa jasa atau barang wajib menyampaikan laporan pemakaian hibah pada kepala daerah dengan melalui kepala SKPD terkait.
  2. Penerima hibah yang berupa uang wajib menyampaikan laporan pemakaian hibah pada kepada daerah dan melalui PPKD, tembusan SKPD terkait.

Hibah pada organisasi kemasyarakatan terdapat beberapa persyaratan. Antara lain:

  1. Berkedudukan di dalam wilayah atau daerah administrasi pemda yang bersangkutan.
  2. Sudah didaftarkan di pemerintah daerah paling lambat 3 tahun. Terkecuali sudah ditentukan peraturan perundang-undangan yang lain.
  3. Punya sekretariat tetap.

4. Dana hibah dari BUMN

Tidak hanya pemerintah daerah dan beberapa yang sudah disebutkan di atas itu. Tetapi Badan Usaha Milik Negara juga kerap memberikan hibah.

Beberapa BUMN memang ada yang dilengkapi dengan program yang bertujuan membantu UMKM. Program ini biasa disebut dengan nama PKBL atau Program Kemitraan & Bina Lingkungan.

Yang nanti dapat memperoleh hibah dari BUMN yakni Bina Lingkungan. Kalau program kemitraan itu bukanlah hibah.

Nominal hibah dari PKBL maksimum adalah Rp 200.000.000,- Penyaluran dana hibah akan melalui Bina Lingkungan. Bentuk bantuan antara lain:

  • Peningkatan kesehatan
  • Korban bencana alam
  • Pendidikan / Pelatihan
  • Pengembangan sarana umum
  • Sarana ibadah
  • Pelestarian alam
  • Mitra binaan
  • Sosial kemasyarakatan

Seperti dilansir dari infopkbl.bumn.go.id berikut adalah mekanisme penyaluran BL (Bina Lingkungan) pada BUMN.

Masyarakat, program BUMN -> Proposal -> BUMN Pembina -> Survey kelayakan

Apabila layak -> Proses sesuai SOP BUMN -> Kontrak -> Penyaluran bantuan BL

Apabila tidak layak -> Surat tidak disetujui

5. Dana hibah yang diberikan dari perusahaan swasta

Yang terakhir adalah perusahaan swasta. Untuk bentuk hibah umumnya adalah program CSR (Corporate Social Responsibility). Di mana ini menunjukkan kepedulian perusahaan terhadap sekitar.

Sebagai contoh kalau kamu melihat BCA maka akan menemukan program bakti BCA. Ini adalah contoh dana hibah yang dikucurkan oleh bank BCA.

Kalau melihat beberapa perusahaan yang lainnya lagi, tidak hanya memperoleh hibah modal saja, tetapi banyak UMKM yang juga akan memperoleh pembinaan yang diberikan oleh perusahaan. Sehingga UMKM dapat maju dengan lebih terarah. Kalau hanya sebatas modal saja rasanya ada yang kurang.

Cara mendapatkan dana hibah dari perusahaan swasta yakni UMKM wajib punya bisnis yang jelas terlebih dahulu.

Lalu prospek dan pasar yang layak atau bisa untuk dikembangkan juga penting. Merupakan sebuah poin plus apabila usaha UMKM itu sudah terbukti memberikan keuntungan atau profit.

Program Hibah MOWCAP – ACC2020

Contoh lain dari pengajuan aplikasi program hibah yang ada pada tahun 2020 misalkan ini. Dengan nama Program Hibah MOWCAP – ACC2020.

MOWCAP – ACC Grants Programme ini adalah salah satu jenis program hibah. Di mana yang menginisiasi yakni Komite Memory of The World Regional Asia Tenggara. Atau yang dikenal dengan MOWCAP.

Dan pusat kebudayaan Asia, atau ACC (Asia Culture Center). Di mana program ini berusaha memberikan dukungan untuk upaya lembaga dan organisasi dalam melakukan pelestarian, pengumpulan, juga penyediaan akses pada warisan dokumenter pada wilayah Asia-Pasifik.

Tujuan

Adapun mengenai tujuan dari diadakannya program ini yakni untuk mendorong supaya ada pengembangan program kolaborasi beserta kemitraan di dalam bidang digitalisasi, pelestarian, publikasi, dan pameran. Dan juga untuk mengembangkan sumber daya dan ketrampilan.

MOWCAP – ACC, Mempunyai dana hibah dengan total 5000 USD. Di mana dikelola kantor MOWCAP Asia Culture Center, di Gwangju, Republik Korea.

Apabila ingin mendapatkan bantuan dana hibah itu maka organisasi atau lembaga diharuskan mengajukan dokumen aplikasi dengan cakupan kriteria di bawah ini, antara lain:

  1. Organisasi atau lembaga dengan basis di kawasan Asia – Pasifik.
  2. Adalah organisasi atau lembaga non pemerintah. Atau non – governmental organization, yang biasa disingkat dengan NGO.
  3. Memperoleh dukungan MoW (Komite Nasional Memory of The World), ataupun komisi nasional u/ UNESCO di negara masing-masing.

Memakai Dana Hibah

Tak sedikit perusahaan di Indonesia yang berhasil memperoleh dana hibah yang berasal dari luar negeri. Tetapi ada yang harus kamu ketahui mengenai ini.

Khususnya terdapat berbagai hal yang dapat kamu lakukan, dengan tujuan memperoleh dana hibah dengan sumber dari luar negeri.

Ini bukanlah sebuah hal yang mustahil. Kamu pasti dapat melakukannya.

Mungkin kalau kamu belum mencobanya akan terkesan mustahil. Untuk mendapatkan dana hibah dari dalam negeri saja tidak mudah.

Apalagi dari luar negeri, kami yakin kamu pasti terbesit pikiran tersebut.

Tetapi asalkan ada kemauan. Maka kamu dapat mencoba mencari informasi mengenai dana hibah.

Contohnya seperti yang kami sebutkan di atas. Itu adalah contoh dari dana hibah yang dapat kamu peroleh dari luar negeri.

Mencari Dana Hibah Dengan Sering Searching

Satu-satunya cara untuk mendapatkan dana hibah yang paling mudah adalah rajin-rajin searching. Karena rata-rata informasi itu didapatkan dari internet.

Pihak pemberi hibah akan memasang pengumuman mereka di website resmi mereka. Dan bukan melalui koran dan lainnya.

Sebab penyedia dana hibah biasanya menyediakan batas waktu. Jadi bukan untuk selamanya.

Dengan begitu kalau memang kamu sudah mendapatkan salah satu informasi dana hibah. Tetapi informasi tersebut adalah informasi yang sudah lama, dengan kata lain sudah usang.

Maka informasi tersebut sama saja sia-sia. Karena program dana hibah sudah tidak aktif lagi.

Setiap ada tawaran dana hibah tentunya adalah program yang berbeda. Bahkan pihak penyedia modal pun juga berbeda-beda, dengan berbagai tujuan yang tidak sama.

Begitu pula dengan persyaratan yang diminta kemungkinan tidak sama. Jadi itulah sebabnya kamu harus mencari yang paling baru dan mencoba mengajukan proposal.

Sekian artikel tentang Cara mendapatkan dana hibah untuk modal 2020 Terbaru, semoga bermanfaat.

Alternatif lain, kamu bisa mencari tahu di artikel saya tentang Cara Mendapatkan Uang dari Internet

Author: Content Writer

Penulis lepas di toiletbisnis.com. Berikan komentar terbaik anda, untuk menyempurnakan blog ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *